Tak Sekadar Trauma Healing, Mereka Tinggalkan Warisan untuk Santri

BERITA JABAR NEWS (BJN), Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/07/2026) – Tawa riang para santri kembali memenuhi halaman Pondok Pesantren Daarut Tahfidz, Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (15/07/2026). Wajah-wajah yang beberapa bulan lalu sempat diselimuti kecemasan akibat bencana longsor kini perlahan kembali memancarkan semangat.

Di bawah rindangnya pepohonan dan sejuknya udara pegunungan, para santri mengikuti berbagai permainan, berbagi cerita, mendengarkan motivasi, dan sesekali tertawa lepas bersama para pendamping. Pemandangan tersebut menjadi gambaran bahwa harapan selalu memiliki ruang untuk tumbuh, bahkan setelah sebuah musibah meninggalkan luka yang mendalam.

Suasana penuh kehangatan itu hadir melalui kegiatan WIZSCARE 2.0, sebuah program kemanusiaan yang diselenggarakan oleh Wizstren Jawa Barat bekerja sama dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Bandung. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB tersebut tidak hanya menghadirkan layanan trauma healing bagi para santri terdampak bencana, tetapi juga menghadirkan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, motivasi, serta bantuan wakaf yang akan menjadi manfaat jangka panjang bagi pesantren.

Trauma Healing
Kegiatan WIZSCARE 2.0 yang diselenggarakan oleh Wizstren Jawa Barat bekerja sama dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Bandung – (Sumber: Romli Burhani)

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Wizstren Jawa Barat, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Bandung, Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Barat, Majelis Ta’lim Mutiara Hati, serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pesantren tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, melainkan lahir dari semangat kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama terhadap kemaslahatan umat.

Wizstren sendiri merupakan lembaga filantropi yang menghimpun dan mendayagunakan dana umat melalui program Wakaf, Infaq, Zakat, Shadaqah, dan Pesantren. Berangkat dari keyakinan bahwa dana umat harus memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan, Wizstren terus mengembangkan berbagai program di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga penanggulangan bencana.

Melalui program WIZSCARE, Wizstren berupaya menghadirkan kepedulian yang tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi berlanjut hingga proses pemulihan masyarakat yang terdampak.

Bencana longsor yang terjadi di kawasan Pasirlangu pada awal tahun 2026 menjadi ujian yang tidak mudah bagi masyarakat sekitar, termasuk keluarga besar Pondok Pesantren Daarut Tahfidz. Selain mengganggu aktivitas pendidikan, musibah tersebut juga meninggalkan dampak psikologis bagi para santri. Rasa takut ketika hujan turun, kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan, hingga perubahan kondisi emosional menjadi bagian dari pengalaman yang harus mereka lalui setelah bencana.

Para santri yang mengikuti kegiatan Trauma Healing yang diselenggarakan oleh Wizstren Jawa Barat bekerja sama dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Bandung – (Sumber: Romli Burhani)

Berangkat dari kondisi tersebut, Wizstren Jawa Barat bersama IIDI Cabang Bandung memandang bahwa proses pemulihan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan fisik. Anak-anak juga membutuhkan ruang yang aman untuk memulihkan kondisi psikologisnya. Sebab, trauma yang tersimpan dalam diri seorang anak sering kali tidak terlihat, tetapi dapat memengaruhi tumbuh kembang, semangat belajar, bahkan kepercayaan dirinya di masa depan.

Atas dasar itulah WIZSCARE 2.0 menghadirkan sesi trauma healing yang dipandu oleh tenaga profesional. Melalui pendekatan psikologis yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif, komunikasi interaktif, dan aktivitas yang menyenangkan, para santri diajak kembali membangun rasa percaya diri, keberanian, dan optimisme.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Gelak tawa yang sesekali pecah di antara para santri menjadi tanda bahwa perlahan rasa takut mulai berganti dengan semangat baru untuk kembali menjalani aktivitas belajar di pesantren.

Selain trauma healing, para santri juga memperoleh motivasi yang mengajak mereka untuk memandang setiap ujian sebagai bagian dari proses kehidupan. Para peserta diajak memahami bahwa setiap musibah selalu mengandung hikmah dan bahwa manusia tidak pernah sendiri ketika menghadapi cobaan.

Semangat untuk terus belajar, beribadah, serta menjaga persaudaraan menjadi pesan utama yang disampaikan kepada para santri agar mereka mampu bangkit dan melangkah dengan keyakinan yang lebih kuat.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan pesantren, kegiatan ini juga menghadirkan edukasi mengenai penyakit Tuberkulosis (TB). Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para santri.

Mereka diberikan pemahaman mengenai penyebab TB, cara penularan, gejala, pentingnya deteksi dini, serta langkah-langkah pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bersama bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar yang harus dilakukan oleh setiap individu.

Pada kesempatan yang sama, tim kesehatan dari IIDI Cabang Bandung juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para santri dan masyarakat yang hadir. Layanan tersebut menjadi bentuk nyata pengabdian organisasi profesi kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IIDI, pembacaan doa, sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tahfidz, Ketua Wizstren Jawa Barat, serta Ketua IIDI Cabang Bandung yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Selanjutnya peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, trauma healing, motivasi, edukasi mengenai Tuberkulosis (TB), sesi tanya jawab, penyerahan plakat penghargaan, foto bersama, dan penutupan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para peserta.

Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, terselip sebuah kejutan yang disambut dengan penuh rasa syukur oleh keluarga besar Pondok Pesantren Daarut Tahfidz. Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Bandung menyerahkan bantuan wakaf pembangunan sumur bor senilai Rp66.500.000 sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan air bersih di lingkungan pesantren.

Ketua Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Bandung, Ibu Lia Dahliana, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi antara IIDI dan Wizstren Jawa Barat dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kami bisa ikut bekerja sama dengan Wizstren Jawa Barat untuk melaksanakan kegiatan WIZSCARE 2.0 Trauma Healing anak-anak terdampak bencana awal tahun lalu. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat meringankan beban anak-anak. Kami juga ikut membantu pesantren dalam bentuk wakaf sumur bor senilai Rp66.500.000. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi semuanya,” ujar Lia Dahliana.

Menurut Lia Dahliana, kepedulian terhadap masyarakat tidak boleh berhenti pada saat bencana terjadi. Justru setelah bencana berlalu, masyarakat masih membutuhkan pendampingan agar mampu bangkit kembali. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi langkah penting untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Wakaf sumur bor tersebut dipilih karena air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan pesantren. Air digunakan untuk keperluan ibadah, memasak, mandi, mencuci, hingga menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya sumur bor, diharapkan kebutuhan air bersih bagi para santri dapat terpenuhi dengan lebih baik sehingga aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari di pesantren dapat berjalan semakin optimal.

Bagi Wizstren Jawa Barat, kolaborasi bersama IIDI Cabang Bandung, BKOW Jawa Barat, Majelis Ta’lim Mutiara Hati, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat merupakan cerminan nyata semangat ta’awun atau saling tolong-menolong dalam mewujudkan kemaslahatan umat.

Sinergi lintas organisasi menjadi modal penting untuk menghadirkan program-program sosial yang lebih luas, lebih tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Melalui WIZSCARE 2.0, Wizstren ingin menegaskan bahwa filantropi Islam tidak hanya berbicara tentang menghimpun dana umat, tetapi juga tentang bagaimana amanah tersebut dikelola secara profesional dan diwujudkan menjadi program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dana wakaf, infaq, zakat, dan shadaqah yang dititipkan oleh para muwakif dan para donatur harus mampu melahirkan perubahan nyata, memperkuat ketahanan masyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup umat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi-kolaborasi kemanusiaan berikutnya. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan menjadi kekuatan yang mampu menghadirkan harapan baru.

Apa yang dilakukan di Pondok Pesantren Daarut Tahfidz pada hari itu bukan sekadar menyelenggarakan sebuah kegiatan sosial, melainkan menanamkan optimisme bahwa setiap musibah dapat dihadapi bersama, setiap luka dapat dipulihkan, dan setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan terus mengalir manfaatnya.

Ketika kegiatan berakhir menjelang siang, para tamu undangan mulai meninggalkan kawasan pesantren. Namun, yang tertinggal bukan hanya dokumentasi kegiatan ataupun seremoni penyerahan bantuan. Yang tertinggal adalah senyum para santri yang kembali merekah, semangat baru untuk melanjutkan proses belajar, serta sebuah warisan kebaikan berupa wakaf sumur bor yang insyaallah akan terus mengalirkan manfaat bagi Pondok Pesantren Daarut Tahfidz, para santri, dan masyarakat sekitar selama bertahun-tahun yang akan datang. (Romli Burhani).

***

Judul: Tak Sekadar Trauma Healing, Mereka Tinggalkan Warisan untuk Santri

Kontributor: Romli Burhani

Editor: JHK