BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (15/07/2026) – Maraknya tindak kekerasan atau perundungan di dunia pendidikan masih terus terjadi. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, hingga komite sekolah harus bekerja lebih keras agar kasus serupa tidak terus berulang.
Menaggapi hal ini selaku Ketua K3S (Kelompok kerja Kepala Sekolah) Tanjungsari Kabupaten Sumedang, Aceng Casmana, S.Pd., mengundang pertemuan 30 komite Sekolah Dasar (SD) Negeri dan swasta se Kecamatan Tanjungsari beserta Kepala Sekolah yang dilaksanakan pada, Rabu, 15 Juli 2026 bertempat di Gedung PGRI Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang yang dihadiri juga para Pengawas Bina SD se Kecamatan Tanjungsari.

“Untuk menanggapi hal ini tentu tidak bisa hanya dibebankan kepada guru saja sebagai pendidik, tentu semua pihak harus hadir saling menguatkan termasuk Komite Sekolah agar berbagai persoalan di dunia pendidikan tidak terjadi, sehingga tidak saling menyalahkan. Namun, kita perlu saling menguatkan,” begitu ungkap Aceng Casmana dihadapan para Komite dan Kepala Sekolah.
Selain masih adanya perundungan yang dilakukan siswa sekolah, kini ada permasalahan baru untuk di Sumedang yaitu fenomena LGBT. Hal ini sangat dikhawatirkan akan masuk pada dunia pendidikan dengan berbagai cara terutama disebabkan melalui perangkat digital yaitu gadget.
Persoalan sosial ini harus dihadapi secara serius yang tentunya sekolah terus menguatkan pendidikan karakter melalui nilai-nilai agama dan moral, serta pendekatan kepada orang tua siswa secara persuasif, edukatif, preventif, dan humanis terutama dalam penggunaan gadget secara bijak dan sehat sehingga perlu ditingkatkan pengetahuan tentang etika literasi digital. Oleh karena itu kegiatan MPLS di Kabupaten Sumedang untuk Tahun Ajaran 2026/2027 adalah mewujudkan transisi belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak sesuai dengan kebijakan nasional MPLS Ramah 2026 dari Kemendikdasmen RI.

Peran Komite selain secara langsung melakukan edukasi dan informasi di sekolah bisa juga melakukan pendekatan dan sinergi dengan berbagai pihak seperti pemerintah desa, kader PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama dalam melakukan deteksi dini, edukasi, pendampingan, dan pelaporan terhadap berbagai potensi kekerasan maupun kerentanan sosial, di antaranya fenomena LGBT.
Kini di Sumedang sudah terdeteksi adanya beberapa grup di media sosial dan dikhawatirkan anak-anak di bawah umur, baik sengaja maupun tidak sengaja dapat mengakses grup tersebut. Menangani hal ini juga Pemerintah Kabupaten Sumedang telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan dikuatkan dengan adanya Peraturan Bupati (Perbup) terkait hal tersebut yaitu Satgas untuk anti pornografi ada juga Perbup tentang kabupaten layak anak.
***
Judul: K3S Tanjungsari Mengajak Peran Komite Sekolah Dalam Cegah Kekerasan di Sekolah serta Tanggapi Fenomena LGBT.
Sumber: Rohman Gumilar
Editor: Raka Alvaro Triputra