BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kolom OPINI, Rabu (10/06/2026) – Artikel berjudul “Listrik di Rumah Sudah Aman? Hal-Hal Sederhana yang Sering Kita Abaikan: Catatan Kegiatan PPI XI – 9 Juni 2026” ini merupakan karya Maesaroh, seorang penulis lepas, komunikator, dan ibu pembelajar yang memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan, keluarga, serta pengembangan fitrah anak.
Kegiatan PPI XI dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Teknik UNJANI, Dr. Hendriyana. Beliau menyampaikan pentingnya peningkatan literasi masyarakat mengenai keselamatan lingkungan dan teknologi, termasuk keselamatan penggunaan listrik di lingkungan rumah tangga.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi bertajuk “Kelistrikan Aman bagi Rumah Tangga” yang disampaikan oleh Ir. Handoko Rusiana Iskandar, S.T., M.T., CMRA.
Pernahkah kita mendengar berita tentang rumah atau kontrakan yang terbakar akibat korsleting listrik? Sayangnya, kejadian seperti ini masih sering terjadi di berbagai daerah, padahal banyak kasus kebakaran sebenarnya dapat dicegah jika masyarakat memahami cara menggunakan listrik dengan aman.

Menurut pemateri, listrik merupakan kebutuhan penting yang mendukung kenyamanan dan produktivitas manusia. Namun, di balik manfaatnya, listrik juga menyimpan risiko jika instalasi dan penggunaannya tidak sesuai standar.
Salah satu hal yang sering disalahpahami masyarakat adalah mengenai tanggung jawab instalasi listrik. Banyak orang mengira seluruh sistem kelistrikan menjadi tanggung jawab PLN, padahal PLN hanya bertanggung jawab sampai meteran listrik pelanggan. Sementara itu, instalasi listrik di dalam rumah menjadi tanggung jawab pemilik rumah.
Ketika terjadi gangguan seperti korsleting atau arus pendek, sistem pengaman listrik akan bekerja secara otomatis. Salah satu perangkat pengaman yang paling umum digunakan adalah MCB (Miniature Circuit Breaker).
MCB berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis ketika terjadi beban berlebih atau korsleting. Masyarakat sering menyebut kondisi ini sebagai listrik “jeglek“. Meskipun terasa mengganggu karena listrik tiba-tiba padam, sebenarnya MCB sedang menjalankan tugasnya untuk melindungi instalasi listrik, peralatan elektronik, dan penghuni rumah dari risiko kebakaran maupun sengatan listrik.
MCB tidak boleh dimodifikasi atau diganti dengan kapasitas yang tidak sesuai. Jika MCB sering turun, hal tersebut justru menjadi tanda bahwa ada masalah yang perlu diperiksa, seperti penggunaan daya yang melebihi kapasitas atau adanya gangguan pada instalasi listrik.
Ada beberapa penyebab umum terjadinya gangguan listrik di rumah. Pertama adalah kelebihan beban listrik. Misalnya, saat ada acara keluarga atau hajatan, banyak peralatan listrik digunakan secara bersamaan sehingga daya yang dibutuhkan melebihi kapasitas yang tersedia. Dalam kondisi seperti ini, MCB akan turun sebagai bentuk perlindungan terhadap instalasi listrik.
Penyebab kedua adalah arus pendek atau korsleting, yaitu ketika dua penghantar listrik saling bersentuhan sehingga menimbulkan lonjakan arus yang berbahaya. Selain itu, kabel yang rusak atau bocor akibat usia pemakaian, gigitan tikus, maupun kerusakan fisik lainnya juga dapat menjadi sumber bahaya.
Tidak hanya itu, penggunaan peralatan listrik yang tidak memiliki standar keamanan juga meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan memilih produk yang telah memiliki sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia) atau standar keselamatan lainnya yang diakui.
Dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan kecil ternyata juga berpengaruh terhadap keamanan listrik. Contohnya adalah penggunaan terminal atau stop kontak secara berlebihan. Sering kali satu stop kontak digunakan untuk banyak peralatan sekaligus melalui sambungan bertumpuk. Kondisi ini dapat menyebabkan panas berlebih dan memperbesar risiko kebakaran. Stop kontak yang longgar, kabel yang semrawut, maupun kotak stop kontak yang digantung juga perlu dihindari karena dapat membahayakan keselamatan.
Pemateri juga mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan memperbaiki instalasi listrik sendiri. Jika ditemukan kerusakan atau kondisi yang mencurigakan, sebaiknya meminta bantuan tenaga ahli atau menghubungi layanan PLN melalui nomor 123.
Selain itu, kondisi fisik kabel perlu diperiksa secara berkala. Kabel yang terkelupas, longgar, terjepit, atau rusak akibat gigitan tikus harus segera diganti. Sambungan kabel pun harus dilakukan dengan benar menggunakan peralatan yang sesuai, disolder atau dipatri dengan baik, serta ditutup kembali menggunakan isolasi yang kualitasnya setara dengan isolasi kabel asli.
Kabel juga perlu dilindungi dari abrasi atau gesekan yang dapat menyebabkan lapisan isolasinya rusak. Penggunaan pelindung kabel menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga keamanan instalasi listrik dalam jangka panjang.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa listrik di rumah kadang sering “jeglek”, terutama pada malam hari. Umumnya hal ini terjadi karena beban listrik yang terlalu besar. Peralatan seperti AC, pompa air, dan mesin cuci termasuk perangkat yang membutuhkan daya cukup tinggi. Ketika digunakan secara bersamaan, kapasitas listrik rumah bisa terlampaui sehingga MCB memutus aliran listrik.
Jika MCB turun, sebaiknya tunggu sekitar dua hingga tiga menit sebelum menyalakannya kembali. Waktu jeda ini membantu sistem kembali stabil dan memberikan kesempatan untuk memeriksa kemungkinan penyebab gangguan.
Menariknya, tidak semua perangkat yang terus tersambung ke listrik menyebabkan pemborosan energi yang besar. Peralatan seperti kulkas dan dispenser bekerja menggunakan sistem termal yang akan menyala dan mati secara otomatis sesuai kebutuhan. Karena itu, mencabut dan memasangnya kembali secara terus-menerus tidak selalu membuat penggunaan listrik menjadi lebih hemat.
Pada akhirnya, keselamatan listrik bukan hanya tanggung jawab penyedia listrik, melainkan tanggung jawab bersama. Memastikan instalasi sesuai standar, menggunakan peralatan ber-SNI, menghindari penumpukan stop kontak, menjaga kondisi kabel, serta tidak memodifikasi sistem pengaman merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko kebakaran maupun sengatan listrik.
Rumah yang aman bukan hanya rumah yang nyaman ditempati, tetapi juga rumah yang memiliki sistem kelistrikan yang terawat dan digunakan dengan bijak. Sebab, sedikit kehati-hatian hari ini dapat mencegah kerugian besar di kemudian hari. (Maesaroh).
***
Judul: Listrik di Rumah Sudah Aman? Hal-Hal Sederhana yang Sering Kita Abaikan: Catatan Kegiatan PPI XI – 9 Juni 2026
Penulis: Maesaroh, M.Sos.
Editor: JHK
Sekilas tentang Penulis
Maesaroh, M.Sos adalah seorang penulis lepas, komunikator, dan ibu pembelajar yang memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan, keluarga, serta pengembangan fitrah anak. Baginya, setiap anak lahir dengan potensi dan keunikannya masing-masing. Karena itu, tugas orang tua bukan mengubah anak sesuai keinginan, melainkan menangkap sinyal fitrah yang telah Allah titipkan sejak lahir.

Kecintaannya pada dunia literasi tumbuh sejak masa SMA. Dari kebiasaan menulis itulah, biidznillah, ia mendapatkan beasiswa bantuan pendidikan dari Yayasan Anak Bimbingan Ibu Ainun Habibie dan Bapak BJ Habibie hingga menyelesaikan pendidikan S1. Sejak saat itu, menulis menjadi bagian dari perjalanan hidup yang terus ia rawat hingga hari ini melalui artikel, puisi, cerpen, antologi, dan proses penyelesaian buku solo yang sedang diusahakan.
Setelah menikah pada 2014, Maesaroh lebih banyak membersamai anak-anak sebagai full time mom. Baginya, masa membersamai tumbuh kembang anak adalah amanah berharga yang tidak akan terulang kembali. Di tengah aktivitas rumah tangga, ia tetap aktif menulis setiap hari, belajar, serta berusaha menghadirkan karya yang bermanfaat bagi sesama.
Sebagai lulusan Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Maesaroh aktif berkarya dalam bidang komunikasi, dakwah, pendidikan, parenting, dan literasi keluarga. Ia juga dipercaya menjadi Tutor Universitas Terbuka pada 2026. Melalui tulisan dan proses belajar yang terus dijalani, ia berharap dapat menghadirkan manfaat, menginspirasi banyak orang, serta menebar kebaikan melalui karya dan keteladanan hidup.
“Berkarya dengan hati, menginspirasi negeri.”
***