Belajar Menulis dari Hal-Hal Sederhana: Catatan Kegiatan PPI XI – 26 Mei 2026

BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kolom OPINI, Selasa (26/05/2026) – Artikel berjudul “Belajar Menulis dari Hal-Hal Sederhana: Catatan Kegiatan PPI XI – 26 Mei 2026” ini merupakan karya Maesaroh, seorang penulis lepas, komunikator, dan ibu pembelajar yang memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan, keluarga, serta pengembangan fitrah anak.

Menulis sering kali dianggap sulit oleh sebagian orang, padahal menulis itu sebenarnya semudah kita berbicara. Hal yang terpenting bukanlah seberapa tinggi ilmu yang dimiliki, melainkan adanya motivasi untuk mulai menulis. Dari motivasi itulah seseorang akan berani menuangkan pikiran, pengalaman, dan perasaannya menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat bagi orang lain.

Dalam kegiatan PPI XI yang di selenggarakan pada Selasa, 26 Mei 2026 di Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, peserta belajar mengenai dasar-dasar menulis autobiografi bersama pemateri, Jumari Haryadi. Autobiografi sendiri merupakan tulisan yang berisi kisah tentang diri sendiri, pengalaman hidup, perjalanan, maupun pelajaran yang pernah dialami.

Kantor Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, tempat berlangsungnya kegiatan pelatihan menulis autobiografi PPI XI yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 – (Sumber: panitia)

Menulis bukan hanya soal merangkai kata, tetapi juga menyampaikan pesan kepada pembaca. Oleh karena itu, apa pun yang ada di sekitar kita sebenarnya bisa menjadi bahan tulisan. Bahkan, benda sederhana seperti satu botol air mineral pun dapat mengajarkan banyak makna kehidupan.

Jumari Haryadi, Pemateri Pelatihan Menulis Autobiografi PPI XI – 26 Mei 2026 – (Sumber: panitia)

Metode Menulis yang Dipelajari

Salah satu metode yang dikenalkan adalah free writing. Metode ini dilakukan dengan menulis dalam waktu singkat, misalnya lima hingga lima belas menit tanpa berhenti. Dalam prosesnya, penulis tidak perlu terlalu memikirkan ejaan, tata bahasa, ataupun aturan penulisan lainnya. Yang terpenting adalah menuangkan ide terlebih dahulu.

Selain itu, dikenal juga metode ATM, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi. Dengan cara ini, seseorang dapat belajar menulis dari karya yang sudah ada, lalu mengembangkannya dengan gaya dan idenya sendiri.

Menurut pemateri, dalam menulis terdapat tiga bagian utama yang perlu diperhatikan, yaitu: 1. Pembukaan/Pendahuluan; 2. Isi, dan; 3. Penutup. Tulisan juga akan lebih menarik jika dilengkapi dengan judul, prolog, dan subjudul agar pembaca lebih mudah memahami isi tulisan.

Suasana kelas pelatihan menulis autobiografi PPI XI yang berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 di Aula Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi – (Sumber: panitia)

Contoh Menulis dari Benda Sederhana: Satu Botol Air Mineral

Di atas meja, ada satu botol air mineral yang tampak sederhana. Bentuknya biasa saja, transparan, dan sering kali dianggap benda kecil yang tak berarti. Namun, di balik kesederhanaannya, air memiliki manfaat besar bagi kehidupan manusia.

Air tidak banyak bicara, tetapi selalu hadir memberi manfaat. Ia menghilangkan dahaga, menenangkan tubuh yang lelah, dan menguatkan langkah dalam perjalanan panjang. Seteguk air mampu menghadirkan rasa lega yang sederhana, tetapi sangat berarti.

Dari air, kita belajar tentang kehidupan. Air tetap jernih meski berada di tempat yang keruh. Ia tetap mengalir walau harus melewati batu dan rintangan. Air juga selalu memberi kehidupan tanpa meminta pujian dari siapa pun.

Begitulah seharusnya manusia belajar menjalani hidup. Tetap menjadi pribadi yang baik meski lingkungan tidak selalu baik. Tetap bergerak maju walaupun banyak hambatan menghadang dan tetap memberi manfaat kepada orang lain, tanpa harus menunggu penghargaan.

Sering kali hal-hal paling berharga hadir dalam bentuk yang sederhana. Sama seperti satu botol air mineral yang diam di atas meja, tetapi menyimpan banyak pelajaran tentang ketulusan, kesederhanaan, dan kehidupan.

Para peserta sedang belajar menulis menggunakan kertas dan handphone dengan menggunakan metode free writing dalam waktu lima menit – (Sumber: panitia)

Menulislah Sesuatu yang Bermanfaat

Ternyata, belajar menulis itu tidak harus dimulai dari hal besar. Menulis bisa dimulai dari apa saja yang ada di sekitar kita. Misalnya dari pengalaman hidup kita, dari ilmu yang kita miliki atau hasil percakapan dengan orang lain. Bahkan, bisa juga dari benda sederhana seperti air mineral yang biasa kita konsumsi sehari-hari.

Ketika seseorang mulai berani menulis maka sebenarnya ia sedang belajar menyampaikan pesan dan berbagi makna kepada orang lain. Menulislah sesuatu yang bermanfaat agar apa yang kita tulis bisa bernilai ibadah dan berdampak positif bagi kehidupan.

Menulis bukan tentang siapa yang paling hebat merangkai kata, tetapi tentang siapa yang mau memulai dan terus belajar menuangkan isi pikirannya menjadi karya yang bermanfaat. (Maesaroh).

***

Judul: Belajar Menulis dari Hal-Hal Sederhana: Catatan Kegiatan PPI XI – 26 Mei 2026

Penulis: Maesaroh, M.Sos.

Editor: JHK

Sekilas tentang Penulis

Maesaroh, M.Sos adalah seorang penulis lepas, komunikator, dan ibu pembelajar yang memiliki perhatian besar pada dunia pendidikan, keluarga, serta pengembangan fitrah anak. Baginya, setiap anak lahir dengan potensi dan keunikannya masing-masing. Karena itu, tugas orang tua bukan mengubah anak sesuai keinginan, melainkan menangkap sinyal fitrah yang telah Allah titipkan sejak lahir.

Maesaroh, M.Sos., Penulis – (Sumber: Koleksi pribadi)

Kecintaannya pada dunia literasi tumbuh sejak masa SMA. Dari kebiasaan menulis itulah, biidznillah, ia mendapatkan beasiswa bantuan pendidikan dari Yayasan Anak Bimbingan Ibu Ainun Habibie dan Bapak BJ Habibie hingga menyelesaikan pendidikan S1. Sejak saat itu, menulis menjadi bagian dari perjalanan hidup yang terus ia rawat hingga hari ini melalui artikel, puisi, cerpen, antologi, dan proses penyelesaian buku solo yang sedang diusahakan.

Setelah menikah pada 2014, Maesaroh lebih banyak membersamai anak-anak sebagai full time mom. Baginya, masa membersamai tumbuh kembang anak adalah amanah berharga yang tidak akan terulang kembali. Di tengah aktivitas rumah tangga, ia tetap aktif menulis setiap hari, belajar, serta berusaha menghadirkan karya yang bermanfaat bagi sesama.

Sebagai lulusan Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Maesaroh aktif berkarya dalam bidang komunikasi, dakwah, pendidikan, parenting, dan literasi keluarga. Ia juga dipercaya menjadi Tutor Universitas Terbuka pada 2026. Melalui tulisan dan proses belajar yang terus dijalani, ia berharap dapat menghadirkan manfaat, menginspirasi banyak orang, serta menebar kebaikan melalui karya dan keteladanan hidup.

“Berkarya dengan hati, menginspirasi negeri.”

***