Titing Kartika Raih Gelar Doktor: Dari Desa untuk Desa Wisata

BERITA JABAR NEWS (BJN), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/07/2026) – Dunia pendidikan tinggi kembali melahirkan seorang doktor yang mendedikasikan karya ilmiahnya bagi kemajuan pariwisata Indonesia. Titing Kartika, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) YAPARI Bandung, resmi meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Jumat, 24 Juli 2026, di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.

Keberhasilan Dr. Titing Kartika tersebut menandai puncak perjalanan akademiknya, sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu manajemen pariwisata, khususnya dalam pengelolaan desa wisata di Indonesia.

Dalam sidang promosi tersebut, Titing mempresentasikan disertasi berjudul “Model Pengelolaan Desa Wisata Berbasis MTVE (Memorable Tourism Village Experience)”. Penelitian ini menawarkan model pengelolaan desa wisata yang berfokus pada penciptaan pengalaman wisata yang berkesan sebagai strategi untuk mewujudkan keberlanjutan destinasi wisata berbasis masyarakat.

Suasana Sidang Terbuka Promosi Doktor Promovenda Titing Kartika yang berlangsung di Ruang Auditorium FPEB B, Lantai 6 Universitas Pendidikan Indonesia pada Jumat, 24 Juli 2026 – (Sumber: Dokumen pribadi)
Para tamu undangan yang hadir dalam acara Sidang Terbuka Promosi Doktor Promovenda Titing Kartika yang berlangsung di FPEB UPI Bandung pada Jumat, 24 Juli 2026 – (Sumber: BJN)

Saat ini, Titing Kartika merupakan dosen tetap STIEPAR YAPARI Bandung dengan tugas tambahan sebagai Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Kerja Sama. Kiprahnya selama ini tidak hanya dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif membangun jejaring kemitraan, pengembangan kelembagaan, serta pemberdayaan sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.

Lahir di Desa Banjarangsana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Titing memiliki kedekatan emosional dengan kehidupan masyarakat pedesaan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa isu pengembangan desa wisata selalu menjadi perhatian dalam perjalanan akademiknya. Baginya, penelitian tentang desa wisata bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik untuk memperoleh gelar Doktor, melainkan merupakan panggilan hati untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pariwisata Indonesia, khususnya dalam memperkuat daya saing dan keberlanjutan desa wisata sebagai destinasi berbasis masyarakat.

Para tamu undangan yang hadir dalam acara Sidang Terbuka Promosi Doktor Promovenda Titing Kartika yang berlangsung di FPEB UPI Bandung pada Jumat, 24 Juli 2026 – (Sumber: BJN)
Keluarga Titing Kartika (Suami dan anak-anak) yang turut hadir dalam acara Sidang Terbuka Promosi Doktor Promovenda Titing Kartika yang berlangsung di FPEB UPI Bandung pada Jumat, 24 Juli 2026 – (Sumber: BJN)
Teman-teman dosen STIEPAR Yapari Bandung yang turut hadir dalam acara Sidang Terbuka Promosi Doktor Promovenda Titing Kartika yang berlangsung di FPEB UPI Bandung pada Jumat, 24 Juli 2026 – (Sumber: BJN)

Perjalanan akademik Titing menunjukkan konsistensi dalam bidang pendidikan dan pariwisata. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) pada Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 2005). Semangatnya untuk mendalami manajemen pariwisata membawanya meraih Program Beasiswa Unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mengikuti program Dual Master Degree.

Melalui program Dual Master Degree tersebut, Titing menempuh studi Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Pariwisata di Universitas Sahid Jakarta, serta Master of Business Administration in Tourism Management and Hospitality di Universiti Utara Malaysia. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya pada 2010. Bekal akademik tersebut kemudian menjadi fondasi kuat dalam mengembangkan berbagai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pariwisata.

Dr. Titing Kartika, S.Pd., M.M., M.B.A., Tourism bersama suami dan ketiga anak-anaknya – (Sumber: Dokumen pribadi)

Penelitian disertasi tersebut dilaksanakan di 13 desa wisata yang terdapat di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki potensi wisata alam, budaya, dan masyarakat yang terus berkembang. Kabupaten Bandung menjadi salah satu daerah yang konsisten mengembangkan desa wisata sebagai penggerak ekonomi lokal sehingga menjadi lokasi yang tepat untuk menguji model pengelolaan yang dikembangkan.

Melalui penelitiannya, Titing menemukan bahwa keberhasilan pengelolaan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, kelengkapan fasilitas, ataupun banyaknya atraksi wisata. Faktor yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengelola mampu menciptakan nilai pengalaman (experiential value) yang dirasakan wisatawan selama berkunjung. Nilai pengalaman tersebut kemudian membentuk Memorable Tourism Village Experience (MTVE) atau pengalaman berwisata di desa yang membekas dalam ingatan wisatawan.

Dr. Titing Kartika (ketiga dari kanan) bersama tim promotor dan para penguji – (Sumber: Dokumen pribadi)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman yang berkesan menjadi faktor penting yang mendorong wisatawan memiliki keinginan untuk kembali berkunjung (revisit intention). Semakin kuat memori positif yang tercipta selama berada di desa wisata, semakin besar peluang wisatawan untuk melakukan kunjungan ulang serta merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain. Kondisi tersebut pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan pengelolaan desa wisata, meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, sekaligus memperkuat pelestarian budaya dan identitas desa.

Foto bersama keluarga Rd. Adi Miharja – (Sumber: Dokumen pribadi)
Dr. Titing Kartika (ketiga dari kiri) berfoto bersama kakak-kakak dan adik-adiknya – (Sumber: Dokumen pribadi)

Model yang dikembangkan menekankan bahwa pengelolaan desa wisata perlu dirancang secara lebih terintegrasi. Pengalaman wisata harus dibangun sejak wisatawan pertama kali datang, berinteraksi dengan masyarakat, mengikuti aktivitas lokal, menikmati layanan yang diberikan hingga meninggalkan destinasi. Seluruh rangkaian pengalaman tersebut harus mampu menciptakan kesan yang autentik, bermakna, dan sulit dilupakan sehingga menjadi alasan kuat bagi wisatawan untuk kembali berkunjung.

Sidang promosi berlangsung dalam suasana akademik yang dinamis. Berbagai pertanyaan kritis diajukan terkait pengembangan model, landasan teori, metodologi penelitian hingga implementasi hasil penelitian dalam pengelolaan desa wisata di Indonesia. Seluruh pertanyaan dari tim promotor maupun penguji berhasil dijawab dengan baik oleh Titing Kartika melalui argumentasi ilmiah yang sistematis, logis, dan didukung oleh hasil penelitian yang komprehensif.

Dr. Titing Kartika, S.Pd., M.M., M.B.A., Tourism – (Sumber: Dokumen pribadi)

Dalam penyusunan disertasinya, Titing memperoleh bimbingan dari tim promotor yang terdiri atas Prof. Dr. Hurriyati, M.P. sebagai Promotor didampingi Prof. Dr. Disman dan Dr. Lili Adi Wibowo, S.Pd., S.Sos., M.M. sebagai Ko-promotor. Sementara itu, tim penguji terdiri atas Dr. A.H. Galih Kusumah, S.St., M.M. sebagai penguji internal dan Prof. Dr. Bambang Hermanto dari Universitas Padjadjaran sebagai penguji eksternal.

Sidang promosi tersebut turut dihadiri oleh keluarga besar Titing Kartika, pimpinan dan sivitas akademika STIEPAR YAPARI, para mitra kerja, peneliti, insan media, dosen, karyawan, serta berbagai pemangku kepentingan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan akademik dan profesionalnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi atas pencapaian yang diraih.

Foto bersama dosen dan civitas academika STIEPAR Yapari Bandung – (Sumber: BJN)

Usai sidang promosi, Titing menyampaikan rasa syukur atas selesainya studi doktoralnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan karunia Allah SWT yang tidak mungkin diraih tanpa doa, dukungan, serta kepercayaan dari banyak pihak.

“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemudahan sehingga saya dapat menyelesaikan studi doktor ini. Terima kasih kepada keluarga tercinta, tim promotor, para penguji, pimpinan Universitas Pendidikan Indonesia, keluarga besar STIEPAR YAPARI, rekan-rekan sejawat, para mitra, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan doa, dukungan, semangat, dan kesempatan untuk terus belajar dan berkarya,” ungkap Dr. Titing Kartika.

Menurut istri dari Yoppy Yohana, S.Pd., M.Pd. (PNS Guru SMPN 35 Bandung) ini, raihan gelar doktor tersebut bukanlah akhir dari perjalanannya, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan pariwisata Indonesia.

Bagi Titing, desa bukan sekadar objek penelitian, tetapi ruang kehidupan yang menyimpan potensi ekonomi, budaya, dan kearifan lokal yang harus dijaga melalui pengelolaan yang tepat.

***

Judul: Titing Kartika Raih Gelar Doktor: Dari Desa untuk Desa Wisata

Jurnalis: TK

Editor: JHK