Telkom University Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini bagi Anak-anak Indonesia di Penang

BERITA JABAR NEWS (BJN), Penang, Malaysia, Sabtu (05/09/2026) –  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University kembali memperkuat kontribusinya bagi masyarakat Indonesia di Malaysia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat internasional bersama Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Pulau Pinang pada Sabtu, 5 September 2026.

Dengan mengusung tema “Little Ledgers, Big Futures: Child-Friendly Financial Literacy through Simple Bookkeeping”, kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan literasi keuangan kepada anak-anak di Sanggar Bimbingan PERMAI, Penang, Malaysia, melalui pendekatan yang sederhana, praktis, dan sesuai dengan keseharian mereka.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Prof. Farida Titik, serta mendapat sambutan dari Presiden PERMAI Pulau Pinang, Eddy Virgo Ng. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya Telkom University dan PERMAI untuk memperluas akses pendidikan serta pengembangan keterampilan bagi komunitas Indonesia di Pulau Pinang.

Dalam kegiatan tersebut, Roy Budiharjo, S.E., M.Ak  menjadi pembicara utama yang mengajak anak-anak mengenal cara mengelola uang melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Roy Budiharjo juga tercatat sebagai Ketua Tim dalam program Pengabdian kepada Masyarakat ini dan Dr. Helni Mutiarsih Jumhur, S.H., M.Hum., Ardio Sagita, S.E., M.Sc., Ph.D sebagai anggota tim.

Roy Budiharjo, S.E., M.Ak  saat menyampaikan materinya yaitu cara mengelola uang melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari – (Sumber: FEB Telkom University)

Materi dimulai dari konsep yang sangat sederhana, seperti membedakan antara kebutuhan dan keinginan, memahami pentingnya menabung, membuat anggaran sederhana, hingga mengenal cara mencatat uang masuk dan uang keluar. Peserta kemudian diperkenalkan pada konsep “Little Ledger”, yaitu catatan keuangan sederhana yang dapat digunakan untuk merekam uang saku, pengeluaran sehari-hari, serta target tabungan.

Pendekatan tersebut dipilih karena literasi keuangan tidak harus dimulai dari konsep akuntansi yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti mencatat penggunaan uang, menentukan prioritas, dan menyisihkan sebagian uang untuk ditabung dapat menjadi dasar bagi terbentuknya perilaku finansial yang lebih bertanggung jawab.

Agar lebih mudah dipahami anak-anak, proses pembelajaran dikemas secara interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mengikuti permainan, simulasi pengelolaan uang, serta praktik menggunakan Little Ledger. Dalam salah satu aktivitas, misalnya, anak-anak belajar merencanakan penggunaan uang saku, mencatat pengeluaran, menghitung sisa uang, lalu mengevaluasi kembali pilihan belanja yang telah dibuat.

Melalui metode tersebut, anak-anak diajak melihat bahwa setiap keputusan keuangan memiliki konsekuensi. Membeli sesuatu yang diinginkan berarti ada pilihan lain yang mungkin harus ditunda, sementara menabung membutuhkan konsistensi dan kemampuan menentukan prioritas.

Roy juga mengenalkan pentingnya membuat tujuan keuangan sederhana. Anak-anak dapat mulai dari target yang dekat dengan kehidupan mereka, seperti menabung untuk membeli perlengkapan sekolah, buku, atau kebutuhan pribadi lainnya. Dengan memiliki tujuan yang jelas, aktivitas menabung diharapkan tidak lagi sekadar menjadi anjuran, tetapi dapat dipahami sebagai bagian dari proses mencapai sesuatu yang mereka inginkan.

Selain memberikan pengetahuan, pelatihan diarahkan untuk membangun kebiasaan. Karena itu, pembelajaran tidak berhenti pada sesi pelatihan. Anak-anak didorong untuk terus menggunakan catatan keuangan sederhana dalam aktivitas sehari-hari, dengan dukungan fasilitator Sanggar Bimbingan serta orang tua atau wali. Pendampingan juga dirancang untuk membantu menjaga konsistensi dalam mencatat pengeluaran dan membangun kebiasaan menabung.

Dekan FEB dan semua dosen peserta program pengabdian masyarakat kolaborasi luar negeri berfoto Bersama Presiden PERMAI Pulang Pinang dan seluruh penerima program - (Sumber: FEB Telkom University)
Dekan FEB dan semua dosen peserta program pengabdian masyarakat kolaborasi luar negeri berfoto Bersama Presiden PERMAI Pulang Pinang dan seluruh penerima program – (Sumber: FEB Telkom University)

Sanggar Bimbingan PERMAI memiliki peran penting sebagai ruang belajar nonformal bagi anak-anak Indonesia di Pulau Pinang. Melalui program ini, kegiatan pembelajaran di sanggar diperluas dengan keterampilan hidup yang dapat digunakan anak-anak dalam jangka panjang. PERMAI juga mendukung pelaksanaan kegiatan melalui koordinasi, penyediaan tempat, serta keterlibatan fasilitator dalam mendampingi peserta.

Program “Little Ledgers, Big Futures” ini diharapkan dapat membantu anak-anak membangun pemahaman bahwa mengelola uang bukan hanya tentang berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi juga tentang bagaimana membuat pilihan yang bijak terhadap uang tersebut.

Melalui kolaborasi antara FEB Telkom University dan PERMAI Pulau Pinang, literasi keuangan diperkenalkan bukan sebagai materi yang rumit, tetapi sebagai keterampilan hidup yang dapat dimulai dari kebiasaan kecil: mencatat, merencanakan, memilih dengan bijak, dan menabung untuk masa depan.

***

Judul: Telkom University Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini bagi Anak-anak Indonesia di Penang

Kontributor: Asep (HC) Arie Barajati 

Editor: JHK