Telkom University Dorong Transformasi Digital Pekerja Migran Indonesia di Penang melalui Pemanfaatan AI

BERITA JABAR NEWS (BJN), Penang, Malaysia, Sabtu (05/09/2026) –  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University memperkuat kontribusinya bagi masyarakat Indonesia di Malaysia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat internasional bersama Pertubuhan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Pulau Pinang pada Sabtu (05/09/2026).

Dengan mengangkat tema “Transformasi Digital bagi Pekerja Imigran di Bawah Naungan PERMAI: Pelatihan AI untuk Meningkatkan Literasi Keuangan dan Kompetensi Teknologi”, kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pekerja migran Indonesia dalam memanfaatkan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Prof. Farida Titik, serta mendapat sambutan dari Presiden PERMAI Pulau Pinang, Eddy Virgo Ng. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat Indonesia di luar negeri terhadap pengetahuan dan keterampilan yang semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Suasana pelatihan Artificial Intelligence (AI) secara praktis dalam kehidupan sehari-hari yang berlangsung di Pulau Pinang, Malaysia pada Sabtu (05/09/2026) – (Sumber: FEB Telkom University)

Peserta kegiatan merupakan pekerja migran Indonesia yang tergabung dalam Qur’an Academy di bawah naungan PERMAI Pulau Pinang. Selain menjadi wadah pembelajaran keagamaan, Qur’an Academy juga memiliki potensi sebagai ruang pengembangan kapasitas masyarakat Indonesia di Penang. Kegiatan ini diikuti sekitar 30 peserta.

Dalam pelatihan tersebut, Dr. Dwi Fitrizal Salim, S.M., M.M., menjadi pembicara utama yang memperkenalkan pemanfaatan AI melalui contoh-contoh yang dekat dengan kebutuhan peserta. Di tim ini Dr. Dwi Fitrizal Salim, S.M., M.M., sebagai Ketua dan Prof. Dr. Farida Titik Kristanti, S.E., M.Si., dan Ratih Raihun Raihanun S.T, M.T. sebagai Anggota tim.

Pembahasan materi tidak berhenti pada pengenalan teknologi, tetapi diarahkan pada bagaimana AI dapat digunakan untuk membantu pekerjaan, mengelola keuangan pribadi, mencari dan mengolah informasi, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi di lingkungan digital.

Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengelolaan keuangan pribadi. Peserta diperkenalkan pada cara menggunakan AI untuk membantu menyusun informasi keuangan, mencatat data, merencanakan pengeluaran, dan memperoleh gambaran yang lebih terstruktur mengenai kondisi keuangan mereka.

Materi juga mengenalkan sejumlah perangkat AI yang mudah diakses, seperti ChatGPT, Canva AI, Grammarly, serta aplikasi pengelolaan keuangan berbasis AI. Peserta diajak memahami bahwa teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan praktis, mulai dari menyusun dokumen dan mengelola jadwal hingga mendukung pekerjaan administratif sehari-hari.

Pendekatan pelatihan dibuat interaktif agar peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan. Melalui simulasi, studi kasus, praktik langsung, dan pendampingan, peserta berkesempatan mencoba berbagai fungsi AI dan menghubungkannya dengan situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Aspek lain yang diperkenalkan adalah personal branding di ruang digital. Di tengah perubahan dunia kerja, keberadaan digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan media sosial, tetapi juga dengan bagaimana seseorang membangun citra diri yang profesional, mengomunikasikan kemampuan, dan memanfaatkan teknologi untuk membuka peluang pengembangan diri.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat FEB Telkom University berfoto bersama para Pekerja Migran Indonesia yang ikut pelatihan AI – (Sumber: FEB Telkom University)

Pelatihan ini sekaligus menekankan bahwa AI bukan teknologi yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki latar belakang teknologi. Dengan pendekatan yang tepat, AI dapat menjadi alat bantu yang relevan bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk pekerja migran, untuk meningkatkan efisiensi kerja dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

Bagi para peserta, literasi digital menjadi semakin penting karena sebagian besar telah terbiasa menggunakan ponsel pintar, media sosial, maupun aplikasi perkantoran, tetapi belum seluruhnya memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi teknologi AI secara lebih optimal.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian digital pekerja migran Indonesia di Penang. Kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dapat membantu mereka tidak hanya dalam menjalankan pekerjaan saat ini, tetapi juga dalam mengembangkan kompetensi dan meningkatkan kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.

Dekan FEB dan semua dosen peserta program pengabdian masyarakat kolaborasi luar negeri berfoto Bersama Presiden PERMAI Pulang Pinang dan seluruh penerima program - (Sumber: FEB Telkom University)
Dekan FEB dan semua dosen peserta program pengabdian masyarakat kolaborasi luar negeri berfoto Bersama Presiden PERMAI Pulang Pinang dan seluruh penerima program – (Sumber: FEB Telkom University)

Kolaborasi antara FEB Telkom University, PERMAI Pulau Pinang, dan Qur’an Academy sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan kapasitas masyarakat Indonesia di luar negeri dapat dilakukan melalui pendekatan yang semakin beragam. Selain pendidikan dan kegiatan sosial, penguasaan teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup dan daya saing masyarakat di era digital.

Melalui kegiatan ini, FEB Telkom University mendorong agar AI tidak dipandang semata-mata sebagai perkembangan teknologi baru, tetapi sebagai alat yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat bekerja lebih efektif, mengelola kehidupan dengan lebih baik, serta membuka peluang pengembangan diri di masa depan.

***

Judul: Telkom University Dorong Transformasi Digital Pekerja Migran Indonesia di Penang melalui Pemanfaatan AI

Kontributor: Asep (HC) Arie Barajati 

Editor: JHK