Dari Cimahi Mall Menuju Masa Depan: Belajar Seni Rupa dan DKV, Siap Berkarya dalam Satu Tahun

BERITA JABAR NEWS (BJN), Kolom Opini/Artikel/Feature, Rabu (26/08/2026) – Artikel berjudul “Dari Cimahi Mall Menuju Masa Depan: Belajar Seni Rupa dan DKV, Siap Berkarya dalam Satu Tahun” ini ditulis oleh Drs. Deden Maulana A., M.Ds., seorang praktisi pendidikan yang berpengalaman, dosen perguruan tinggi, dan pengelola Cima’Art Edupreneur.

Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi kreatif dan dunia digital, kemampuan di bidang seni rupa dan Desain Komunikasi Visual (DKV) semakin dibutuhkan. Hampir setiap sektor kini memerlukan tenaga kreatif, mulai dari perusahaan, media, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintahan.

Peluang inilah yang coba dijawab melalui hadirnya Cima’Art Edupreneur sebagai Episentrum Informal Seni Rupa dan DKV di Cimahi Mall. Tempat ini tidak sekadar menjadi ruang untuk belajar menggambar atau mengoperasikan perangkat desain, tetapi diarahkan menjadi ruang tumbuh bagi talenta kreatif yang ingin memiliki keterampilan siap pakai dan mampu masuk ke dunia kerja.

Menariknya, proses pembelajaran dirancang dalam program intensif selama satu tahun. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diajak banyak berlatih, mengerjakan proyek, membangun portofolio, belajar bekerja dalam tim, serta mengenal kebutuhan nyata dunia industri.

Deden Maulana
Deden Maulana A., Drs., M.Ds., penulis – (Sumber: Koleksi Pribadi/BJN)

Dengan pendekatan seperti ini, peserta diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menggunakan software desain. Mereka juga belajar memahami bagaimana sebuah ide visual lahir, dikembangkan, dikomunikasikan, kemudian diterjemahkan menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi.

Perjalanan belajar dimulai dari dasar. Pada tiga bulan pertama, peserta diperkenalkan dengan fundamental seni rupa seperti menggambar, sketsa, proporsi, nirmana, komposisi, warna, estetika, hingga kemampuan melihat dan mengkritisi sebuah karya. Fondasi ini penting karena kemampuan menggunakan teknologi akan jauh lebih kuat jika ditopang pemahaman seni yang baik.

Memasuki bulan keempat hingga keenam, pembelajaran bergerak ke dunia digital. Peserta mulai mengembangkan kemampuan dalam digital painting, ilustrasi, desain vektor, layout, hingga pengenalan UI/UX. Berbagai perangkat lunak desain yang lazim digunakan di dunia profesional juga diperkenalkan, seperti Photoshop, Illustrator, InDesign, dan Figma.

Pada tahap berikutnya, peserta mulai berhadapan dengan proyek yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Mereka belajar membuat branding, materi kampanye media sosial, konten visual, serta mengerjakan simulasi proyek berdasarkan kebutuhan klien. Di sinilah kemampuan teknis mulai dipadukan dengan kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, dan manajemen pekerjaan.

Memasuki tiga bulan terakhir, peserta diberikan kesempatan untuk menentukan arah pengembangan sesuai minat dan potensinya. Mereka dapat memperdalam jalur seni rupa maupun DKV. Bidang yang dapat dikembangkan cukup luas, mulai dari fine art, ilustrasi, kuratorial, graphic design, art direction, motion graphics, hingga bidang kreatif digital lainnya.

Puncak proses pembelajaran diarahkan pada penyusunan portofolio profesional dan showcase karya. Pameran bukan hanya menjadi ajang memperlihatkan hasil belajar, tetapi juga dapat menjadi ruang pertemuan antara talenta kreatif dengan masyarakat, komunitas, pelaku usaha, maupun calon pengguna tenaga profesional.

Cima’Art Room yang berlokasi di Lt.1 Cimahi Mall, Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi – (Sumber: BJN)

Dari sinilah peluang kerja mulai terbuka lebih lebar. Lulusan tidak hanya diproyeksikan menjadi graphic designer. Mereka dapat mengembangkan karier sebagai ilustrator komersial, desainer branding, UI/UX designer, content creator, motion designer, video editor, storyboard artist, concept artist, exhibition designer, hingga visual designer untuk berbagai kebutuhan bisnis dan industri kreatif.

Suatu hal yang tak kalah menarik, kemampuan tersebut juga relevan dengan kebutuhan sektor publik. Pemerintah dan lembaga pelayanan masyarakat semakin membutuhkan komunikasi visual yang menarik, sederhana, dan mudah dipahami. Infografis, konten media sosial, visualisasi data, media edukasi, materi kampanye publik, hingga desain pameran membutuhkan tenaga kreatif yang memahami seni sekaligus teknologi digital.

Cima’Art Room yang berlokasi di Lt.1 Cimahi Mall, Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi – (Sumber: BJN)

Peluang tersebut dapat ditemukan di berbagai lingkungan kerja, seperti perusahaan swasta, agensi kreatif, media, lembaga pendidikan, organisasi, unit pelayanan publik, museum, taman budaya, hingga berbagai institusi pemerintahan. Selain bekerja di sebuah lembaga, lulusan juga memiliki kesempatan membangun karier secara mandiri sebagai freelancer, membuka studio desain, atau mengembangkan usaha kreatif sendiri.

Inilah yang membuat konsep pendidikan vokasi informal di Cima’Art yang berpusat di Lantai 1 Cimahi Mall ini menjadi menarik. Peserta tidak sekadar diajak belajar untuk mendapatkan sertifikat, tetapi diarahkan untuk memiliki tiga modal penting ketika memasuki dunia profesional: kemampuan, pengalaman, dan portofolio.

Pada akhirnya, pendidikan kreatif bukan hanya soal seberapa mahir seseorang menggambar atau mengoperasikan komputer. Lebih dari itu, pendidikan kreatif adalah proses membentuk cara berpikir, keberanian menciptakan gagasan, kemampuan menyelesaikan persoalan, dan kecakapan mengubah ide menjadi karya yang bernilai.

Cima’Art Edupreneur sebagai Episentrum Informal Seni Rupa dan DKV di Cimahi Mall hadir dengan semangat tersebut. Dalam ruang yang dekat dengan masyarakat dan ekosistem perkotaan, belajar seni tidak lagi harus dipandang sebagai kegiatan yang hanya menghasilkan karya untuk dipajang. Seni dan desain dapat menjadi bekal untuk bekerja, berwirausaha, membangun industri kreatif, sekaligus mengambil bagian dalam transformasi komunikasi pada era digital.

Bagi generasi muda yang ingin menjadikan kreativitas sebagai profesi, program satu tahun ini dapat menjadi salah satu pintu untuk memulai perjalanan. Dari belajar dasar, berlatih, mengerjakan proyek, membangun portofolio, hingga berani tampil di hadapan publik—semuanya diarahkan menuju satu tujuan: menjadikan talenta kreatif lebih siap berkarya dan menyambut peluang kerja masa depan.

***

Judul: Dari Cimahi Mall Menuju Masa Depan: Belajar Seni Rupa dan DKV, Siap Berkarya dalam Satu Tahun

Penulis: Drs. Deden Maulana A., M.Ds.

Editor: JHK