Aksi Damai Warga Penutupan Penginapan OTW Berujung BAP

BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (06/06/2026) – Gerakan Penolakan Prostitusi (GPP) dari tiga kecamatan yaitu Parung, Kemang, dan Ciseeng memenuhi panggilan BAP Polres Bogor. Sejumlah anggota komunitas beramai-ramai memasuki komplek pemerintah daerah Kabupetan Bogor.

Berawal dari aksi damai warga yang meyakini adanya penyalahgunaan ijin operasional penginapan OTW yang berlokasi di Jln. H.M. Mad Noor, Kampung Binong, Desa Iwul, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Warga menuntut penutupan penginapan OTW Karena diduga menjadi tempat aktivitas yang melanggar norma sosial. Di tengah aksi saat itu, pihak penginapan OTW melalui perwakilan pemilik penginapan atas nama Reggy menjalin kesepakatan kepada warga untuk menghentikan operasional penginapan sejak 7 Februari 2025.

Selama kurang lebih satu tahun kasus tersebut tidak jelas kelanjutannya dan tidak ada kepastian, baik dari pihak penginapan OTW maupun dinas terkait. Sementara warga sekitar semakin resah dengan beroperasional kembalinya penginapan OTW. Semakin banyak remaja-remaja usia sekolah yang keluar masuk penginapan tersebut.

K,H. Dwi Sulaksana, kawal penyidikan BAP terkait penyalahgunaan ijin operasional Penginapan OTW _ (Sumber: Neneng/BJN)

Seorang warga yang bertempat tinggal samping-sampingan dengan penginapan mengatakan, “Sejak aksi warga tempo hari, penginapan OTW kembali buka. Ada banyak perempuan dan laki-laki muda tidak dikenal menggunakan motor/mobil keluar masuk penginapan.”

Warga yang tidak mau disebutkan namanya tersebut menuturkan di samping penginapan OTW yang diduga menjadi tempat eksekusi prostitusi tersebut, “Warga hanya berharap pemerintah terkait meninjau ulang izin operasional penginapan OTW. Bukan malah mengkriminalisasikan warga yang merasa dirugikan secara moral, keamanan, dan kenyamanan atas keberadaan penginapan OTW.”

Ditengah ketidakpastian kasus tersebut, pemilik penginapan OTW, Hertanto Linardi melalui kuasa hukumnya membuat laporan BAP ke Polres Bogor. Surat BAP dilayangkan ke beberapa nama yang diyakini menjadi ujung tombak pergerakan masyarakat yang terjadi pada 7 February 2025.

Ibu-ibu dan bapak-bapak dan para aktivis kemasayarakatanbegitu antusias mengawal penyidikan BAP di Polres Bogor – (Sumber: Neneng/BJN)

Pemeriksaan BAP berlangsung sekitar enam jam dengan pengajuan kurang lebih 25 pertanyaan seputar bukti dan saksi atas laporan pihak pelapor. (Enam Juni 2026).

Sebagai bentuk dukungan sebagian warga yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu, juga aktivis kemasyarakatan mengawal berlangsungnya penyidikan.

“Kami hanya berharap. Agar tidak terjadi hal-hal yang dapat meresahkan di masyarakat. Cabut permanen ijin penginapan OTW, cabut laporan dugaan kriminalisasi kepada tokoh masyarakat dan ulama desa iwul dan sekitarnya, dan jadikan wilayah masyakat yang kondusif, terbebas dari aktivitas yang melanggar norma agama,” ungkap tokoh masyarakat, Abi Dwi Sulaksana. (Neneng/BJN)

***

Judul: Aksi Damai Warga Penutupan Penginapan OTW Berujung BAP

Jurnalis: Neneng Salbiah

Editor: Jumari Haryadi.