Masih Tinggi Jumlah Penderita Kanker Payudara di Bandung

BERITA JABAR (BJN), Kolom OPINI, Senin (26/10/2026) – Tulisan berjudul “Masih Tinggi Jumlah Penderita Kanker Payudara di Bandung” ini merupakan karya Mariska Lubis, seorang penulis berpengalaman yang pernah bekerja di berbagai  majalah nasional, di antaranya Femina Grup.

Semua masyarakat Indonesia tentu sadar bahwa penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang “mengerikan” dan banyak yang sulit diobati. Termasuk kanker payudara yang masih banyak diderita justru di kalangan perempuan berusia aktif. Di Kota Bandung saja pada 2026 tercatat ada 15 orang meninggal, 268 kasus baru, 483 kasus lama yang masih ditangani (data Dinas Kesehatan Kota Bandung).

Kebanyakan kasus yang sampai meninggal adalah karena “telat tahu” dan “tidak berobat”. Meskipun sudah banyak informasi tentang kanker payudara dan cara untuk mengetahuinya secara dini, tetapi tetap saja banyak yang tidak melakukannya atau menunda pemeriksaan. Selain kesadaran yang kurang, kendala biaya juga sering kali menjadi alasan.

Pemeriksaan deteksi kanker payudara di mobil keliling Rotary Club bekerja sama dengan R.S. Hermina – (Sumber: Mariska Lubis/BJN)

Menyadari hal ini, Rotary Club Bandung telah lama aktif melakukan kegiatan peduli dan melakukan kampanye kesadaran akan penyakit kanker payudara. Secara rutin Rotary Club Bandung bekerja sama dengan berbagai institusi, para dokter, dan Rumah Sakit menyediakan sarana pemeriksaan gratis, seperti yang dilakukan pada 21-22 Oktober 2026 dalam acara UPI Sustainable Development Expo & Seminar 2026 yang berlangsung di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Para peserta yang berkunjung dan hadir ke acara bertema “Empowering Innovation for Sustainable Development: Connecting Research to Industry and Society” tersebut dapat melakukan pemeriksaan gratis yang disediakan oleh Rotary Club bekerja sama dengan Rumah Sakit Hermina. Hasilnya, dalam setengah hari saja, dari 20 perempuan yang memeriksakan diri, ada enam orang yang disarankan untuk memeriksakan diri lebih lanjut.

Mobil Operasional Rotary Club Bandung Dsitrik 3410 – (Sumber: Mariska Lubis)
Tim Mobile Cancer Clinic Rotary Club Bandung – (Sumber: Marsika Lubis/BJN)

“Dalam satu shift pemeriksaan, satu dokter dibatasi memeriksa 20 pasien. Jika ada lebih maka dokternya juga ganti dengan yang lain. Tujuaannya agar bisa lebih teliti dalam pemeriksaan, meskipun dilakukan di mobil khusus,” kata Komang Widyani, Manager Sales & Marketing Rumah  Sakit Hermina  Pasteur yang hadir di acara tersebut.

“Setiap kali ada acara pemeriksaan gratis bersama Rotary Club Bandung, selalu ada banyak yang datang. Yang menyedihkannya, selalu ada saja yang hasilnya harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut.  Malah pernah kejadian, ketika ada pemeriksaan kerja sama Rotary Club Bandung dan Rumah Sakit Hermina di daerah Arcamanik, Bandung, dari 40 orang yang diperiksa, separuhnya harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap salah seorang petugas yang membantu pelaksanaan kegiatan tersebut.

Penulis (kiri) saat meliput kegiatan Rotary Club Bandung di dalam acara UPI Sustainable Development Expo & Seminar 2026 yang berlangsung di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung – (Sumber: Mariska Lubis/BJN)

Bisa jadi, sebenarnya ada banyak perempuan yang menderita kanker payudara yang masih tidak tahu dan belum memeriksakan diri. Kegiatan kampanye dan bantuan medis secara langsung yang terus rutin dilakukan oleh Rotary Club Bandung sangat membantu. Namun, perlu lebih banyak lagi anggota masyarakat yang peduli akan hal ini. Kita tidak bisa membantu semua, namun sedikit saja kepedulian kita bisa menyelamatkan nyawa.

“Kami berusaha dan terus konsisten  memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Khusus untuk kanker payudara, kami mengajak agar lebih peduli lagi. Jangan takut memeriksakan diri agar bisa ditangani lebih cepat dan kemungkinan sembuhnya lebih besar,” kata  Ketua Rotary Club Bandung, Olivia. (Mariska Lubis).

***

Judul: Masih Tinggi Jumlah Penderita Kanker Payudara di Bandung

Kontributor: Mariska Lubis

Editor: Jumari Haryadi

Sekilas tentang penulis

Mariska Lubis adalah salah seorang tokoh literasi nasional yang sangat berpengalaman. Wanita kelahiran Bandung, 6 Agustus 1974 ini pernah bersekolah di TK-SDK Yahya, lalu meneruskan di SMPN 5 Bandung. Ketika kelas 3 SMP, ia pindah sekolah di SMPN 3 Manggarai, Jakarta dan lanjut ke SMAN 8 Jakarta.

Wanita yang pernah dijuluki blogger seks terpopuler oleh Grasindo (PT Gramedia Widiasarana Indonesia) ini melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Trisakti pada 1992 dengan mengambil Jurusan Ekonomi dan lulus pada 1996. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Sydney, Australia dengan mengambil Jurusan International Studies dengan topik utamanya Politik Asia Tenggara.

Selain menulis dan membaca, Mariska memiliki  hobi melukis, travel, dan fotografi. Ia pernah menerbitkan lima buah buku yaitu buku berjudul “Wahai Pemimpin Bangsa! Belajar Dari Seks, Dong!”, “Ayahku Inspirasiku”, “Seni, Politik, & Perjuangan”, “Gelegar Suara Kalbu”, dan “Mewarnai Gambar Puisi Mariska”.

***