Reuni Berbuah CLBK

BERITA JABAR (BJN), Kolom OPINI, Selasa (20/10/2026) – Tulisan berjudul “Reuni Berbuah CLBK” ini merupakan karya Mariska Lubis, seorang penulis berpengalaman yang pernah bekerja di berbagai  majalah nasional, di antaranya Femina Grup.

Reuni seringkali identik dengan CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali yang tentunya bikin seringkali bikin was-was apalagi bila benar ada kisah cinta lama yang belum selesai. Bukan sesuatu yang aneh juga, sebab memang sering terjadi, cinta tumbuh kembali setelah berpisah dan berjumpa di acara reuni. Wajar jika ada sebagian yang “apatis” dengan acara reuni, dianggap sekedar hura-hura semata. Bahkan, menakutkan karena takut dengan urusan cinta lama ini.

Reuni jelas bertujuan untuk menjalin kembali silaturahmi yang barangkali telah terputus sekian tahun dan sekaligus bernostalgia. Di sisi lain, sebenarnya reuni juga bisa membantu memberikan semangat, terutama kepada teman-teman yang sedang sakit, susah, dan menghadapi banyak masalah. Merefleksikan kembali keceriaan di masa sekolah, bisa menghilangkan penat dan dengan saling berbagi cerita, bisa saling menguatkan.

Foto bersama para peserta reuni alumni SMPN 5 Bandung Angkatan'89 - (Sumber: Mariska Lubis/BJN)
Foto bersama para peserta reuni alumni SMPN 5 Bandung Angkatan’89 – (Sumber: Mariska Lubis/BJN)

Salah satu contohnya adalah soal kepanitiaan dan donatur. Tidak mudah mengurus kepanitiaan reuni, apalagi jika ingin membuat reuni yang dihadiri banyak alumni dan menjadikan acaranya menyenangkan. Butuh kerja keras, keikhlasan, donatur, dan kerja sama yang kuat. Soal pro dan kontra pasti ada saja, manusia pasti berubah, tidak bisa diasumsikan sama persis ketika masih sekolah dulu.

Alumni SMPN 5 Bandung
Foto bersama para peserta reuni alumni SMPN 5 Bandung Angkatan’89 – (Sumber: Mariska Lubis/BJN)

Seperti yang dilakukan oleh panitia reuni akbar SMP Negeri 5 Bandung, angkatan ’89 pada hari Sabtu (17/10/2026) lalu di Sabuga. Reuni yang juga dilakukan oleh seluruh alumni SMPN 5 Bandung dengan judul besar “KLIMAX”  dipersiapkan oleh panitia masing-masing angkatan dan panitia keseluruhan.

Berbulan-bulan panitia  bekerja mempersiapkan acara reuni akbar tersebut, mulai dari kaos, sepatu, konsumsi, dekorasi, pengisi acara, dan yang terberat adalah mengumpulkan kembali para alumni. Lelah fisik dan lelah jiwa, belum lagi ada biaya yang harus dikeluarkan untuk tranportasi, rapat, dan lain-lain merupalan pengorbanan yang patut diapresiasi.

Donatur juga sangat berperan besar, biar bagaimanapun reuni selalu membutuhkan biaya. Bila setiap alumni diminta uang pengganti untuk seragam dan konsumsi yang besar, dalam kondisi ekonomi saat ini, tentu banyak yang tidak mampu. Mereka yang paham, tidak akan segan turun tangan membantu. Bagi mereka yang tidak memiliki ongkos untuk hadir pun, sebisa mungkin dibantu. Rasa persahabatan dan segala kenangan manis, membuat gotong royong dan kekompakan bisa terus terjalin.

Foto bersama para peserta reuni alumni SMPN 5 Bandung Angkatan’89 – (Sumber: Mariska Lubis/BJN)

Hasilnya sangat jelas! Keceriaan dan keakraban alumni pada saat reuni begitu nyata. Bukan soal siapa yang tampil di panggung, bukan juga soal konsumsi yang berlimpah dan enak, tetapi soal bagaimana nostalgia di masa lalu memberikan banyak kebahagiaan. Cerita lucu dan pahit pun tetap saja membuat bahagia. Saling bertukar cerita pengalaman dan kisah hidup juga memberikan semangat tersendiri.

Reuni usai, semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, kebahagiaan itu belum berakhir. Berbagi foto dan cerita di group WhatsApp dan media sosial lain, menghadirkan keseruan yang seperti tidak ada habis-habisnya. Rugi bila masih ada yang sebal dan kesal, apalagi cemburu tidak karuan atas masa lalu.

Alumni SMPN 5 Bandung Angkatan'89
Foto bersama para peserta reuni alumni SMPN 5 Bandung Angkatan’89 – (Sumber: Mariska Lubis/BJN)

Soal Cinta Lama Bersemi Kembali bisa terjadi, tetapi tidak melulu urusan antara pasangan atau kekasih, tapi soal cinta yang ternyata tersimpan dan terus ada untuk teman-teman dan sahabat. Hal inilah yang membuat para alumni yang hadir reuni merasa muda kembali. Pada era yang penuh kegelisahan dan masalah ini, apalagi setelah lama tidak berjumpa dan terpisah karena Covid, reuni ini menjadi sangat berarti.

Catatan:

Terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, teman-teman, dan para sahabat SMPN 5 Bandung, terutama angkatan ’89 yang membuat cinta lama kita bersemi kembali. Semoga kita semua terus jatuh cinta agar cinta yang membuat kita terus bersama dan saling membantu, terus ada. (Mariska Lubis).

***

Judul: Reuni Berbuah CLBK

Kontributor: Mariska Lubis

Editor: JHK

Sekilas tentang penulis

Mariska Lubis adalah salah seorang tokoh literasi nasional yang sangat berpengalaman. Wanita kelahiran Bandung, 6 Agustus 1974 ini pernah bersekolah di TK-SDK Yahya, lalu meneruskan di SMPN 5 Bandung. Ketika kelas 3 SMP, ia pindah sekolah di SMPN 3 Manggarai, Jakarta dan lanjut ke SMAN 8 Jakarta.

Wanita yang pernah dijuluki blogger seks terpopuler oleh Grasindo (PT Gramedia Widiasarana Indonesia) ini melanjutkan pendidikan tingginya di Universitas Trisakti pada 1992 dengan mengambil Jurusan Ekonomi dan lulus pada 1996. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya ke Sydney, Australia dengan mengambil Jurusan International Studies dengan topik utamanya Politik Asia Tenggara.

Selain menulis dan membaca, Mariska memiliki  hobi melukis, travel, dan fotografi. Ia pernah menerbitkan lima buah buku yaitu buku berjudul “Wahai Pemimpin Bangsa! Belajar Dari Seks, Dong!”, “Ayahku Inspirasiku”, “Seni, Politik, & Perjuangan”, “Gelegar Suara Kalbu”, dan “Mewarnai Gambar Puisi Mariska”.

***