Prof. Dr. Hj. Nabila Abdul Fattah. MA.
BERITA JABAR NEWS (BJN), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (02/03/2026) – Liputan berjudul “Wafatnya Sang Guru Besar Prof. Dr. Hj. Nabila Abdul Fattah. MA.” ini merupakan liputan Jurnalis Neneng Salbiah.
Kabar duka datang dari Cairo Mesir. Seorang Akademisi, filologi terkemuka Indonesia, tutup usia pada hari Sabtu, 28 February 2026. Di RS Al Gala Military Hospital Cairo, Mesir. Pukul 09:30 Waktu Cairo (14:30 WIB)
Berita duka di sampaikan langsung oleh putra bungsu Almarhumah. KH. Ahmad Shabri Lubis, melalui pesan whatshapp;
“لا حول ولاقوة الا بالله
Innalilahi wainnailaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah dengan tenang ibunda kami tercinta Almarhumah ibu Hajjah Prof. Dr. Nabilah Abdul Fattah MA wafat di Mesir
انا لله وانا اليه راجعون اللهم ارحمها رحمة واسعة واغفر لها واجعل قبرها روضة من رياض الجنة واجعل مرضها رفع درجات في الجنة
Setelah dimandikan dan dikafani Jenazah Almarumah Prof. Dr. Hj. Nabilah Abdul Fattah, disholatkan di Masjid Jami Al-Azhar yang dimami oleh wakil Syekh Al-Azhar serta dihadiri oleh duta besar Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso. Setelah selanjutnya di terbangkan menuju Indonesia untuk prosesi pemakaman.

Sekilas Tentang Roman Putri Kairo dan Mozaik Pengabdian di Negeri Khatulistiwa. *
Prof. Dr. Hj. Nabila Abdul Fattah. MA. Lahir di Cairo, Mesir 14 Maret 1942. Alumnus Sastra Cairo University (1963). Mearih Master (1989) dan menjadi Doktor wanita pertama di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1992) dalam bidang Ilmu Filologi. Dekan wanita pertama (1994) kini menjadi guru besar Sastra Arab dan Filologi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta. Pengabdiannya dimulai sejak diberikannya kewarganegaraan Indonesia oleh Menteri Agam K.H. Syarifuddin Zuhri (1964).

Selain pernah menjabat sebagai ketua umum Persatuan Cendekiawan Muslimat Sedunia (Majlis al-Alami lil Alimat al-Muslimat); Dewan Penasihat Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Indonesia; Pengurus Masyarakat Pernaskahan Nusantara (MANASSA). Juga aktif sebagai Anggota Dewan Pakar Agama dan Budaya, ICMI Pusat, dan banyak lagi prestasi akademik sebagai bentuk pengabdian Almarhumah terhadap Indonesia.

Menikah dengan pria asli Tapanulii Selatan, H. Burhanuddin Umar Lubis. MA. (1963) Almarhumah Nabila Abdul Fattah, berhasil menembus perbedaan ras dan budaya dengan membina keluarga yang harmonis serta mengantar keberhasilan empat putra-putrinya dalam bidangnya masing-masing; Ilmuan, birokrat, entertainer, dan pejuang Islam. (* sumber dikutif dari buku biografi “Roman putri Kairo dan Mozaik Pengabdian di Negeri Khatulistiwa/Alo indonesia)
Kami segenap tim redaksi Berita Jabar News (BJN) mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Turut berduka cita atas wafatnya Prof.Dr.Hj. Nabilah Abdul Fattah. MA. Bunga rampai Indonesia. Semoga mendapat tempat terindah disisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan. Aamiin.
Penulis : Neneng Salbiah
Editor : Febri Satria Yazid