Transformasi Spiritual dalam Seni: Komunitas 22 IBU Gelar Pameran “SANISKARA HAWA” di De Paviljoen

Berita Jabar News (BJN), Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/04/2026) – Komunitas 22 IBU kembali menunjukkan taringnya di kancah seni rupa melalui pameran bertajuk “SANISKARA HAWA“. Pameran yang dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Ir. H. Adi Junjunan Mustafa, M.Sc., ini berlangsung di De Paviljoen Hotel, menghadirkan perpaduan antara proses transformasi spiritual dan manifestasi keindahan yang dituangkan ke dalam karya visual.

​Ketua Pelaksana Pameran, Rina Mariana, menyampaikan bahwa pemilihan tema “Saniskara Hawa” memiliki kedalaman filosofis yang sangat kuat bagi para anggota komunitas.

Suasana pembukaan pameran seni rupa bertajuk “SANISKARA HAWA” yang berlangsung di De Paviljoen Hotel pada Sabtu (11/04/2026) – (Sumber: RM/BJN)

Makna di Balik “Saniskara Hawa”

​Secara etimologi, Saniskara diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti “proses” atau “transformasi”. Sedangkan Hawa merujuk pada sosok ibu sebagai simbol cinta dan keindahan.

​”SANISKARA HAWA dapat diartikan sebagai perjalanan transformasi diri yang dipengaruhi oleh cinta dan keindahan, sebagaimana diajarkan oleh ibu kita, Hawa,” ungkap Rina Mariana dalam keterangannya.

Ketua Pelaksana Pameran, Rina Mariana – (Sumber: RM/BJN)

​Rina menambahkan bahwa pameran ini bukan sekadar pajangan karya, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk meningkatkan kesadaran dan kebijaksanaan. Melalui pendekatan meditatif, doa, hingga ritual penghormatan, para seniman mencoba mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan sejati dalam setiap goresan karyanya.

Beberapa karya para perupa yang dipamerkan di De Paviljoen Hotel – (Sumber: RM/BJN)
Beberapa karya para perupa yang dipamerkan di De Paviljoen Hotel – (Sumber: RM/BJN)

Diikuti 55 Perupa Wanita

​Pameran ini menjadi istimewa karena melibatkan 55 perupa wanita yang tergabung dalam Komunitas 22 IBU. Mengingat hampir seluruh anggotanya memiliki latar belakang teori dan praktik kesenirupaan yang mumpuni, karya-karya yang ditampilkan merupakan representasi dari hasil spiritualitas masing-masing individu.

​Di bawah arahan kurator Rahmat Jabaril, pameran ini mengemas konsep personal para perupa menjadi satu kesatuan narasi yang utuh. Meski praktik spiritual setiap seniman berbeda-beda, cinta dan keindahan tetap menjadi benang merah utama.

Beberapa karya para perupa yang dipamerkan di De Paviljoen Hotel – (Sumber: RM/BJN)

Misi Sosial dan Ekonomi

​Selain menjadi wadah ekspresi seni, Rina Mariana menegaskan bahwa tujuan utama dari terselenggaranya pameran ini adalah untuk mempererat nilai-nilai kemanusiaan di antara para anggota.

Suasana di ruang pameran seni rupa bertajuk “SANISKARA HAWA” yang berlangsung De Paviljoen Hotel yang dibuka pada Senin (11/04/2026) – (Sumber: RM/BJN)

​”Kami berharap melalui pameran ini, tali silaturahim antarperupa semakin erat, tumbuh rasa saling menghargai, menghormati, dan menyayangi. Selain itu, pameran ini diharapkan mampu memberikan dampak positif pada nilai ekonomis bagi para seniman yang terlibat,” tutup Rina.

​Pameran SANISKARA HAWA mengundang para penikmat seni dan masyarakat umum untuk menyaksikan bagaimana cinta dan transformasi batin dapat diwujudkan dalam bentuk karya seni yang menggugah jiwa. Pameran berlangsung dari tanggal 11 April – 10 Juni 2026. (RM/BJN)

***

Judul: Transformasi Spiritual dalam Seni: Komunitas 22 IBU Gelar Pameran “SANISKARA HAWA” di De Paviljoen

Kontributor: RM/BJN

Editor: Jumari Haryadi