BERITA JABAR NEWS (BJN), Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, Kamis (10/09/2026) –Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Psikologi Industri dan Organisasi Fakultas Psikologi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) memberikan pelatihan Psychological First Aid (PFA) dan Kebencanaan kepada warga Dusun 1 Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang mengusung tema “Penguatan Kapasitas Organisasi PKK dan Warga dalam Manajemen Krisis Psikologis” tersebut dilaksanakan di Aula Desa Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga, khususnya kader PKK, dalam memberikan pertolongan psikologis awal kepada masyarakat yang mengalami tekanan, stres, maupun trauma akibat bencana atau situasi krisis lainnya.
Ketua Pelaksana PkM, Endah Andriani Pratiwi, M.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi krisis psikologis di tingkat komunitas.
Menurut Endah, masyarakat membutuhkan pengetahuan dasar mengenai cara memberikan dukungan psikologis ketika menghadapi situasi darurat. Terlebih, Desa Lembang memiliki potensi menghadapi berbagai risiko bencana, termasuk gempa bumi dan tanah longsor.
“Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat peran warga sebagai garda terdepan dalam memberikan dukungan psikososial secara cepat, empatik, dan tepat kepada masyarakat yang mengalami situasi krisis,” ujar Endah.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai kebencanaan, termasuk potensi Sesar Lembang, pengenalan PFA, teknik komunikasi dalam situasi krisis, serta cara menghadapi warga yang mengalami tekanan psikologis.

Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti simulasi kasus, praktik role play, dan diskusi kelompok. Metode tersebut dilakukan agar peserta dapat langsung mempraktikkan cara memberikan pertolongan psikologis awal dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata.
PFA merupakan pendekatan pertolongan awal untuk memberikan dukungan kepada seseorang yang mengalami tekanan psikologis setelah menghadapi peristiwa sulit atau traumatis. Pendekatan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan penanganan psikolog profesional, tetapi menjadi dukungan awal sebelum korban memperoleh bantuan lebih lanjut apabila diperlukan.
Kepala Desa Lembang, H. Dikdik Sadikin, S.IP., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap pelatihan dapat memberikan manfaat bagi warga sekaligus membantu perangkat desa dalam menghadapi berbagai persoalan psikologis yang muncul di tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi warga, terutama dalam kesiapan menghadapi permasalahan psikologis. Tentunya ini juga dapat membantu tugas perangkat desa dalam menangani berbagai persoalan yang ada,” ungkap Dikdik.
Dikdik juga berharap kerja sama antara Fakultas Psikologi UNJANI dan Pemerintah Desa Lembang dapat terus dikembangkan. Bahkan, menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi dusun maupun desa lainnya di wilayah Lembang.
Sementara itu, Kepala Dusun 1 Desa Lembang, Derick Rangga, S.Pd., menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat.
“Ini bisa menjadi salah satu pelopor kegiatan lainnya yang merupakan kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat. Keilmuan yang ada di perguruan tinggi bisa diterapkan di masyarakat dan memberikan kontribusi secara langsung,” kata Derick.
Hal senada disampaikan Anita, selaku kepala dusun. Ia menilai pelatihan PFA memberikan pengetahuan baru bagi kader PKK maupun warga, khususnya dalam menghadapi kondisi krisis psikologis akibat bencana.

“Kegiatan ini sangat positif dan memberikan manfaat bagi kader PKK maupun warga secara umum. Pertolongan pertama psikologis memang istilah baru dan menjadi ilmu baru bagi kami semua,” ujar Anita.
Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Neni (40), salah seorang peserta, mengaku senang mengikuti pelatihan karena kegiatan dikemas secara interaktif dan tidak hanya berisi penyampaian materi.
“Acaranya seru, banyak latihan dan praktik sehingga tidak bosan. Semuanya langsung dicobakan bersama peserta. Saya juga jadi paham apa yang harus dilakukan ketika dihadapkan pada situasi bencana,” tutur Neni.
Kegiatan PkM tersebut melibatkan dosen dan psikolog Fakultas Psikologi UNJANI, di antaranya Endah Andriani Pratiwi, M.Psi., Psikolog, Yoga Hardianto, S.Psi., M.Psi., Shinta Febrina, S.Psi., M.Psi., dan Ulfah Trijayanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Sejumlah fasilitator trainer juga terlibat, yakni Indah Ayu Larasati, M.Psi., Psikolog, Dr. Arief Budiarto, Psikolog, DESS, Indra Kurniawan, M.Psi., Psikolog, serta Ahmad Helmy N., S.Psi., M.Psi.
Selain dosen dan fasilitator, kegiatan turut melibatkan mahasiswa Fakultas Psikologi UNJANI, yaitu Aulia Dwi Maharani, Vera Ritmi Agustin, Anissa Putri Desiana, Luthfiyah Rizki Fadhilah, Tiara Nur Azzizah, dan Zahra Siti Nurainni.
Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Psikologi UNJANI berharap kapasitas masyarakat dalam menghadapi situasi krisis dapat semakin meningkat. Warga tidak hanya memiliki pemahaman mengenai risiko bencana, tetapi juga mampu memberikan dukungan awal kepada sesama warga yang mengalami tekanan psikologis.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat berbasis komunitas melalui sinergi antara perguruan tinggi dan warga Desa Lembang.
***
Judul: UNJANI Latih Warga Desa Lembang Beri Pertolongan Psikologis Saat Bencana
Jurnalis: Riki/BJN
Editor: Jumari Haryadi