BERITA JABAR (BJN) – Kolom SASTRA, Selasa (02/06/2026) – Sebuah puisi berjudul “Pelita di Pagi Hari” ini merupakan hasil karya Khaulah Adzkia Samha El-Aliya, seorang anak berusia 11 tahun yang memiliki hobi menulis dan menggambar.
Langit masih gelap dan sunyi,
tapi Mama sudah bangun lebih dulu.
Mama pergi ke dapur dengan pelan,
menyiapkan sarapan untuk kami.
Mama membangunkan kami satu per satu,,
dengan suara yang lembut dan hangat.
Seperti pagi yang tenang,
yang selalu penuh kasih.
Dari kamar, aku mengintip Mama,
kulihat Mama sedang sibuk bekerja.
Wajahnya terlihat lelah,
tapi tetap penuh cinta.
Saat aku berangkat ke sekolah,
aku selalu merasa hangat.
Dan ketika aku pulang,
makanan sudah siap di meja.
Mama selalu menyiapkan semuanya,
tanpa banyak kata.
Aku pulang ke rumah yang nyaman,
dan ke Mama yang penuh cinta.
Aku sangat bersyukur punya Mama seperti itu,
yang selalu berjuang untuk kami.
Terima kasih Mama,
untuk semua kasih sayangmu.
***
Judul: Pelita di Pagi Hari
Pengarang: Khaulah Adzkia Samha El-Aliya
Editor: JHK
Sekilas tentang Penyair
Khaulah Adzkia Samha El-Aliya lahir di Purwakarta pada 4 Oktober 2014. Ia adalah anak pertama dari dua bersaudara, kakak dari Alkhalifi Sidqi El Ali Ramadhan.

Sejak kecil, Khaulah sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia seni, terutama menggambar. Pensil warna, krayon, dan kertas putih menjadi sahabat setianya saat imajinasinya mengalir bebas. Banyak karyanya yang menggambarkan dunia dari mata anak-anak yang penuh warna dan harapan.
Selain menggambar, Khaulah juga memiliki semangat tinggi dalam belajar Al-Qur’an. Saat ini, ia sedang menuntaskan hafalan Juz 28 dengan tekun dan sabar. Setiap ayat yang dihafalnya ia anggap sebagai cahaya yang menuntun langkahnya.
Khaulah rajin mengikuti setoran hafalan kepada mama dan guru-gurunya dengan senyum semangat. Ia juga senang mendengarkan kisah-kisah nabi dan sahabat untuk menambah cintanya pada Islam.
Akhir-akhir ini, Khaulah juga senang membaca buku, terutama tulisan-tulisan mama. Kehidupan sehari-harinya dipenuhi aktivitas positif yang membentuk karakter mandiri dan lembut. Ia sangat menyayangi adiknya dan sering membantu orang tua di rumah.
Khaulah bercita-cita menjadi hafidzah sekaligus seniman yang menginspirasi. Doakan Khaulah agar terus istiqamah dalam belajar dan hafalan Qur’an-nya. Semoga setiap langkahnya menjadi bagian dari jalan menuju kebaikan yang diridhai Allah.
***