Kuliah Kerja Mahasiswa Kelompok 7 Umul Quro Bogor dan UMKM Ciseeng Sosialisasikan Produk Sosmocaf

BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/08/2026) – Sinergi antara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan kolaborasi strategis untuk mendorong ekonomi lokal naik kelas. Mahasiswa sebagai katalisator dalam inovasi peroduk, pemasaran digital, dan pengurusan legalitas usaha.

Pertemuan antara Mahasiswa KKM dan anggota UMKM Ciseeng ini merupakan kegiatan sosialisasi tepung mocaf (modified cassava flour) yang disertai dengan pengenalan produk inovasi berupa brownies kukus dan brownies panggang. Kegiatan ini berlangsung di RT 04, Bambu Kuning, Desa Karikhil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baking yang umumnya menggunakan tepung terigu, pada program ini dikembangkan dengan subsitusi tepung mocaf yang memiliki karakteristik mendekati tapioka. Namun, dengan nilai gizi yang lebih tinggi. 

Proses KKM Umul Quro bersama warga, membuat brownies berbahan tepung mocaf – (Sumber: BJN)

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa dengan program berbasis Badan Usaha Milik RT (BUMT) yang produksi dan pengolahannya dikepalai oleh RT setempat.

Dengan adanya tepung mocaf ini, para mahasiswa KKM tersebut berharap dapat lebih dikembangkan lagi dengan beragam panganan dan kudapan bersama tim UMKM Kecamatan.

Digitalisasi UMKM

Adanya kolaborasi digitalisasi antara UMKM dengan KKM Mahasiswa Umul Quro ini diharapkan dapat lebih bermanfaat dalam mengolah usaha, baik dari segi pemasaran maupun sistem keuangan berbasis digital.

Selain tujuan utama mensosialisasikan sosmocaf, KKM Mahasiswa Umul Quro di Desa Karikhil tersebut juga memberikan wasan baru kepada pelaku usaha terkait pentingnya transformasi digital dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Ketua UMKM Ciseeng Ibu Eliyah beserta anggota UMKM memberikan apresiasi inisiatif mahasiswa KKM dalam membantu masyarakat desa dalam mengembangkan usaha secara modern. Digitalisasi merupakan langkah strategis bagi pelaku usaha, khususnya UMKM untuk meningkatkan eksposur produk, menjangkau pasar yang lebih luas, serta memaksimalkan potensi penjualan.

Foto bersama para peserta Kuliah Kerja Mahasiswa Umul Quro dan UMKM Ciseeng, sosialisasi sosmocaf – (Sumber: BJN)

Selaku dewan pengawas lapangan sekaligus dosen, Bapak Rahmat Setiabudi menambahkan materi yang lebih spesifik tentang pemasaran berbasis digital melalui platform dan media sosial seperti Tiktok, Facebook, Instragram, dan platform-platform lainnya.

Program ini diinisiasi oleh kelompok 7 KKM Mahasiswa Umul Quro yang terdiri dari; Abdul Rauf, Fina Nur Kamila, Rifki Hamidah, Siti Nazmatunnaima Nabila, Dede Jubaedah, Mita Maulida, Siti Diana Laelani Rohimah, Muhammad Ibrahim, Wardah Azizah, Azizah Luthfia, dan Dwi Fajri Rahmandika.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat, dinas sosial, aparatur desa, dan tim legalisasi produk. Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung yang diakhiri dengan doa dan foto bersama. 

***

Judul: Kuliah Kerja Mahasiswa Kelompok 7 Umul Quro Bogor dan UMKM Ciseeng Sosialisasikan Produk Sosmocaf

Jurnalis: Neneng Salbiah

Editor: JHK