BERITA JABAR NEWS (BJN), Kolom Opini/Artikel/Feature, Jumat (14/08/2026) – Artikel berjudul “Kanvas Sang Jaksa: Menjejak Warna dan Jiwa Heri Heriana di Galeri Saung Singkur” ini ditulis oleh Jumari Haryadi atau juga dikenal dengan sebutan J. Haryadi. Ia merupakan seorang penulis, jurnalis, editor, trainer, motivator, dosen, dan pegiat literasi Indonesia. Pria kelahiran Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara ini mendedikasikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk mengembangkan budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat.
Di balik riuk aktivitas jalur Gang Masjid, kawasan Moh. Toha, Kota Bandung, berdiri sebuah sudut tenang bernama Galeri Saung Singkur. Di sanalah waktu seolah melambat, membiarkan aroma cat minyak dan kayu berbaur harmonis.
Saung Singkur bukan sekadar studio lukis, melainkan muara dari riwayat panjang seorang lelaki yang hidup di antara dua batas: ketegasan koridor hukum dan kedalaman sunyi sebuah kanvas. Dialah Drs. Heri Heriana, M.M., mantan insan Kejaksaan RI yang kini mendedikasikan hari-harinya untuk membebaskan imajinasi di atas kanvas.

Pria kelahiran Bandung, 17 Desember 1963 ini tumbuh dengan kepekaan rasa yang mengalir dari sang ayah—seorang prajurit tentara yang juga aktif melukis. Kendati takdir membawanya mengabdi puluhan tahun sebagai pegawai negeri sipil di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, jiwa seninya tak pernah benar-benar padam. Di sela tugas negara yang serba kaku dan terikat regulasi, jemarinya secara tersembunyi tetap menari menggurat garis-garis figuratif yang sarat makna.
Darah seni yang bergejolak mendorong Heri memperdalam bakatnya melalui Sanggar Oleh Seni (SOS) Bandung. Langkahnya kian mantap saat ia berguru secara intensif kepada maestro lukis Indonesia, Barli Sasmitawinata, pada rentang 2004 hingga 2008. Di bawah bimbingan Barli, karakter lukisan figuratif Heri berkembang pesat.

Heri sempat melakoni peran sebagai pelukis hotel yang karyanya diminati kolektor lokal hingga mancanegara, serta menggarap lukisan bertema sejarah berukuran besar seperti Ciung Wanara dan Perang Bubat. Kelihaiannya menorehkan karakter tokoh bangsa bahkan mengantarkannya menjadi pemenang dalam ajang melukis sosok Bung Karno, di samping karya-karyanya yang mengabadikan potret para Jaksa Agung Republik Indonesia.
Masa purnatugas dari dinas Kejaksaan justru menjadi pintu gerbang pembuka kebebasan berkarya. Memasuki masa pensiun, gairah artistiknya meledak bak gunung purba yang terbangun dari tidur panjang. Dari Galeri Saung Singkur di bilangan Karasak, Astanaanyar, lahirlah puluhan karya ekspresif yang menembus berbagai ruang pameran bergengsi di Indonesia.
Sejak pameran tunggalnya bertajuk “Hue and Kids” pada 2022 di studio kediamannya, serta partisipasinya dalam International Contemporary Art Exhibition di Hotel Pullman Bandung, ritme berkarya Heri tak lagi tertahankan. Tahun-tahun berikutnya menjelma menjadi catatan pameran yang produktif: merespons tema Kebudayaan Asia Afrika dan GENOSIDA di Galeri Pusat Kebudayaan Bandung (2023), melangkah ke ART LIFE EXHIBITION #1 di Taman Budaya Yogyakarta (2024), hingga menembus galeri ibu kota lewat BEYOND IMAGINATION #1 di Gedung JDC Jakarta (2025).
Eksplorasi estetik Heri kian membumbung tinggi. Pada kurun waktu 2025 hingga 2026, ia aktif terlibat dalam deretan pameran bereputasi seperti BIJABA#4, Pohon Kehidupan, Habis Gelap Terbitlah Terang, hingga pameran bertema BANGKIT di Galery AMUYA Jakarta. Melalui sapuan warna yang berani dan komposisi figuratif yang emosional, Heri kerap menyuarakan pergulatan batin manusia, harapan, serta refleksi kebangkitan jiwa.
Bagi Heri Heriana, dunia Kejaksaan telah memberinya pilar disiplin dan pengabdian pada negara, namun senilah yang memberinya napas kebebasan abadi. Di usianya yang kian matang, kuas di tangannya tak pernah goyah. Dari sudut Saung Singkur di Kota Bandung, ia membuktikan bahwa pensiun bukanlah titik akhir pengabdian, melainkan kanvas baru yang siap diwarnai dengan keindahan tanpa batas.
***
Judul: Kanvas Sang Jaksa: Menjejak Warna dan Jiwa Heri Heriana di Galeri Saung Singkur
Penulis: Jumari Haryadi
Editor: JHK
