BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kota Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (29/08/2026) – Liputan tentang “KABITA Hadir , Menjemput Literasi hingga ke Ruang Publik” ini ditulis oleh Febri Satria Yazid, Jurnalis Berita Jabar News, pemerhati sosial dan pegiat literasi
Berawal dari bincang-bincang ringan antara Ketua Yayasan Hayu Maca Kota Cimahi, Ketua Dewan Literasi Kota Cimahi (DLKC), dan Ketua Forum TBM Kota Cimahi, gagasan tentang penguatan gerakan literasi kemudian berkembang menjadi serangkaian pertemuan dan pembahasan selama bulan Agustus 2026. Dari proses tersebut lahirlah kesepakatan untuk membangun kolaborasi dalam menggeliatkan literasi di Kota Cimahi khususnya dan Bandung Raya pada umumnya.
Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut adalah menghadirkan kendaraan literasi keliling bernama KABITA, akronim dari “KendarAan Baca & cerITA”. KABITA dirancang untuk mendekatkan buku, cerita, pengetahuan, dan inspirasi kepada masyarakat dengan hadir langsung di berbagai tempat strategis dan ruang publik.
Nama “Kabita” dipilih bukan tanpa alasan. Dalam bahasa Sunda, kabita memiliki makna tertarik, tergoda, atau muncul keinginan untuk memiliki atau mencoba sesuatu setelah melihat atau mendengarnya. Ungkapan “Kabita ningali bukuna”, misalnya, dapat dimaknai sebagai “tertarik melihat bukunya”. Filosofinya sederhana yakni ketika masyarakat melihat buku dan mendengar cerita yang menarik, diharapkan tumbuh rasa ingin tahu, kemudian muncul keinginan untuk membaca.
KABITA akan dikembangkan melalui enam program utama. Pertama, Hayu Maca, berupa lapak baca keliling, baca bersama, tukar buku, dan donasi buku. Kedua, Hayu Ngadongeng, yaitu dongeng interaktif bagi anak dan keluarga yang dikemas penuh keceriaan sekaligus sarat nilai kehidupan. Ketiga, Carita Kahirupan, berupa ruang pencerahan dan diskusi untuk memaknai berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari secara bijaksana.
Keempat, Kabita Babarengan, sebuah forum interaktif untuk berbagi pengalaman dan inspirasi. Kelima, Kabita Ka Sakola, yang menghadirkan literasi menyenangkan melalui dongeng, menulis, literasi digital, dan pendidikan karakter. Keenam, Kabita di Ruang Publik, dengan menghadirkan kegiatan literasi di taman kota, alun-alun, CFD, lingkungan perumahan, komunitas, dan berbagai ruang publik lainnya.
Melalui program tersebut, KABITA diharapkan mampu menumbuhkan budaya membaca dalam keluarga, menghidupkan kembali tradisi bercerita dan mendongeng, serta menghadirkan ruang pencerahan dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan. Lebih jauh, KABITA diharapkan menjadi kendaraan untuk mengembangkan kegiatan literasi yang interaktif, kreatif, inklusif, dan menyenangkan, sekaligus memperkuat kolaborasi dan ekosistem literasi.

Hari ini, Sabtu, 29 Agustus 2026, masih dalam suasana peringatan 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah RW 05 Permata, KABITA mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui soft launching atau peluncuran secara terbatas dan bertahap. Momentum ini menjadi ruang untuk menguji respons masyarakat, memperoleh masukan, menemukan berbagai kekurangan, serta melakukan evaluasi dan penyempurnaan program.
Selanjutnya, KABITA direncanakan memasuki hard launching pada 16 Oktober 2026, bertepatan dengan satu dekade Hayu Maca hadir di tengah-tengah masyarakat.

KABITA bukan sekadar kendaraan yang membawa buku dan cerita, akan tetapi diharapkan menjadi kendaraan yang menjemput rasa ingin tahu, membawa inspirasi, dan mengantarkan masyarakat menuju budaya literasi yang lebih hidup.(fsy)
Penulis : Febri Satria Yazid
Editor : Tiyut