INTI Jawa Barat, Gema INTI Jawa Barat, dan PINTI Jawa Barat Hadiri Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang

BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (14/08/2026) –  Upaya merawat dan melestarikan warisan budaya Nusantara kembali mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang yang digelar pada Jumat (14/8/2026) di Pelataran dan Gedung Srimanganti Karaton Sumedang Larang, Sumedang, Jawa Barat.

Festival yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai tersebut menghadirkan salah satu rangkaian tradisi penting, yakni Kirab Alit dan Jamasan Pusaka. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah dan kebudayaan Sunda.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua INTI Jawa Barat, Leon Hanafi, serta Ketua GEMA INTI Jawa Barat, Herman Setiawan. Keduanya hadir bersama jajaran pengurus INTI Jawa Barat dan GEMA INTI Jawa Barat sebagai tamu undangan.

Suasana acara Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang – (Sumber: BJN)

Kehadiran organisasi INTI Jawa Barat dan GEMA INTI Jawa Barat dalam festival tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap upaya pelestarian budaya Indonesia. Dukungan itu juga mencerminkan komitmen untuk ikut menjaga keberagaman budaya yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.

Kirab Alit dan Jamasan Pusaka bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya terkandung nilai sejarah, penghormatan terhadap pusaka, serta semangat untuk menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dipahami oleh masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi ruang edukasi budaya, terutama bagi generasi muda agar tidak kehilangan hubungan dengan akar sejarah dan kebudayaan daerah.

Suasana acara Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang – (Sumber: BJN)
Berbagai makanan tradisional terhampar dalam acara Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang – (Sumber: BJN)

Bagi masyarakat Sunda, keberadaan Karaton Sumedang Larang memiliki nilai historis dan kultural yang penting. Karena itu, pelaksanaan festival tradisi seperti ini tidak hanya menjadi sarana mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi masa kini mengenai pentingnya merawat kebudayaan.

Kehadiran INTI Jawa Barat dan GEMA INTI Jawa Barat turut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Kebudayaan Indonesia yang beragam membutuhkan partisipasi berbagai kelompok masyarakat agar dapat terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Suasana acara Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang – (Sumber: BJN)

Melalui keterlibatan dalam kegiatan budaya di Karaton Sumedang Larang, INTI Jawa Barat dan GEMA INTI Jawa Barat berharap semangat kebersamaan, keberagaman, dan kepedulian terhadap warisan budaya Indonesia dapat semakin kuat. Pelestarian budaya juga dipandang sebagai salah satu cara untuk mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Para gadis Sunda berseragam tradisional dan memakai panah ikut tampil dalam acara Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang – (Sumber: BJN)

Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang dengan agenda Kirab Alit dan Jamasan Pusaka pada akhirnya menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak hanya berbicara mengenai masa lalu. Lebih dari itu, tradisi menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah dengan kehidupan masyarakat masa kini sekaligus bekal bagi generasi mendatang.

Kehadiran INTI Jawa Barat dan GEMA INTI Jawa Barat dalam kegiatan tersebut menegaskan pesan bahwa keberagaman budaya merupakan kekayaan bersama yang perlu dirawat secara berkelanjutan. (RML/BJN).

***

Judul: INTI Jawa Barat, Gema INTI Jawa Barat, dan PINTI Jawa Barat Hadiri Festival Tradisi Karaton Sumedang Larang

Jurnalis: Ramanda Melawati (RML)

Editor: JHK