BERITA JABAR NEWS (BJN), Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Selasa (11/08/2026) – Mengelola institusi pendidikan vokasi pada era digital ternyata bukan hanya soal bagaimana mencetak lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Di balik kegiatan belajar-mengajar, sekolah juga dituntut mampu menjaga kesehatan finansial, membangun tata kelola yang transparan, serta memastikan unit-unit usaha sekolah dapat berjalan secara produktif dan berkelanjutan.
Persoalan itulah yang menjadi perhatian tim dosen Akuntansi Telkom University ketika menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) di SMK YPPS Kabupaten Sumedang, Selasa (11/8/2026). Dengan mengangkat tema “Analisis Risiko Keuangan Sekolah Menggunakan Artificial Intelligence (AI)”, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan guru dan pengelola sekolah dalam mengenali serta mengantisipasi risiko finansial.
Pelatihan digawangi tiga dosen Akuntansi Telkom University, yakni Dudi Pratomo, PhD., Dr. Koenta Adji, dan Dr. Dini Wahjoe Hapsari. Mereka tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mengajak peserta melihat persoalan pengelolaan keuangan dari sisi yang lebih praktis dan dekat dengan aktivitas sekolah sehari-hari.

Salah satu perhatian utama adalah bagaimana sekolah mampu membaca potensi risiko keuangan sejak dini. Pengelolaan arus kas, pencatatan transaksi, penggunaan anggaran, hingga aktivitas unit usaha produktif membutuhkan sistem pengawasan yang cermat agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) kemudian diperkenalkan sebagai salah satu instrumen yang dapat membantu proses tersebut. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mengolah data, menemukan pola, memberikan peringatan terhadap potensi masalah, hingga membantu membuat proyeksi sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
Gagasan tersebut sejalan dengan perkembangan pendidikan vokasi nasional. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada Februari 2026 menegaskan bahwa perkembangan AI menuntut SMK beradaptasi secara cepat. Integrasi AI dinilai berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus mendukung efisiensi pengelolaan satuan pendidikan.

Di tingkat global, UNESCO juga melihat AI bukan semata-mata sebagai teknologi untuk pembelajaran. AI memiliki potensi untuk membantu perencanaan, manajemen, pengambilan keputusan, pemodelan, hingga sistem peringatan dini dalam pengelolaan pendidikan, termasuk manajemen keuangan dan pengadaan. Namun, pemanfaatannya tetap harus memperhatikan kualitas data, tata kelola, etika, dan perlindungan hak pengguna.
Pelatihan di SMK YPPS diikuti sekitar 30 guru dan jajaran pengelola sekolah. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Paparan materi berkembang menjadi diskusi dua arah ketika peserta menyampaikan berbagai pengalaman dan kendala yang mereka hadapi dalam mengelola keuangan sekolah maupun unit usaha produktif.
Perspektif kehati-hatian tersebut juga relevan dengan perhatian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap literasi keuangan digital. OJK menekankan bahwa perkembangan teknologi keuangan menghadirkan peluang sekaligus risiko sehingga pemahaman mengenai risiko dan kemampuan mengambil keputusan berbasis informasi menjadi semakin penting.

Penggunaan AI dalam tata kelola sekolah tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia. Sebaliknya, teknologi ditempatkan sebagai alat bantu agar pengelola sekolah dapat membaca data dengan lebih cepat dan membuat keputusan secara lebih terukur.
Melalui kegiatan Abdimas ini, SMK YPPS Sumedang diharapkan semakin siap menghadapi era digitalisasi tata kelola pendidikan. Kolaborasi kampus dan sekolah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penguatan pendidikan vokasi tidak berhenti pada peningkatan kompetensi akademik dan keterampilan siswa, tetapi juga mencakup kemampuan manajerial untuk menjaga keberlanjutan lembaga.
Sekolah yang sehat bukan hanya sekolah yang mampu menghasilkan lulusan hebat, tetapi juga sekolah yang mampu mengelola sumber dayanya secara transparan, cermat, adaptif, dan berkelanjutan.
***
Judul: Dosen Akuntansi Telkom University Bekali SMK YPPS Sumedang Kelola Risiko Keuangan Berbasis AI
Kontributor: Asep (HC) Arie Barajati
Editor: JHK