Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif: Kemenparekraf Siap Mendorong Kota Cimahi Naik Kelas, Menyiapkan Diri Masuk ke Jejaring Internasional sebagai Kota Kreatif
BERITA JABAR NEWS (BJN), Kota CImahi, Jumat (05/04/2024) – Pada Kamis (04/04/2024) kemarin telah berlangsung workshop “KaTa Kreatif Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia“ yang dilaksanakan di salah satu objek wisata favorit di Kota Cimahi yaitu “Alam Wisata Cimahi” atau biasa dikenal dengan singkatan AWC.
Objek wisata “Alam Wisata Cimahi” berada di Jalan Kolonel Masturi KM.4 No.157, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat. Tempat usaha ini didirikan oleh CV. Kebun Tani Anugrah yang dirancang dengan konsep pendidikan pertanian, peternakan, dan kuliner yang berada di satu lokasi.
Dalam perkembangannya, AWC kemudian menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Cimahi. Tidak salah kalau tempat ini sering dipakai sebagai sarana hiburan dan juga kegiatan seremonial lainnya seperti acara pernikahan, seminar, dan workshop.
Workshop “KaTa Kreatif Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia“ ini diikuti 112 peserta dari berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di kota Cimahi.
Dalam siaran pers yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemeparekraf/Kabaparekraf), Menteri Parekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Cimahi untuk menggali potensi unggulan daerahnya secara maksimal melalui program Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif 2024.
Sandiaga yang hadir dalam acara Workshop “KaTa Kreatif Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia“ tahun 2024 di Alam Wisata Cimahi tersebut mengatakan bahwa Kota Cimahi merupakan salah satu daerah dengan keragaman potensi sosial budaya, warisan sejarah, dan alam yang bisa menjadi modal kuat bagi pemerintah daerah dalam pengembangan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya dalam mengembangkan subsektor ekonomi kreatif film animasi dan video, fesyen, serta kuliner.
“Kami ingin memahami pelaku ekonomi kreatif ini butuhnya apa untuk bisa semakin meningkatkan usahanya. Kita bersyukur kota yang hanya tiga kecamatan ini menjadi kota kreatif dan subsektor yang dipilih adalah animasi dan video, fesyen, serta kuliner. Siapa tahu karena Bandung sudah menjadi city of design dan Cimahi juga bisa jadi city of animation di level dunia,” kata Menparekraf Sandiaga.
Menurut Menparekraf, Kota Cimahi telah melaksanakan uji petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) pada 2018 lalu dan menyepakati subsektor Film, Animasi, dan Video sebagai subsektor ekonomi kreatif unggulannya dan menjadi lokomotif pengembangan ekonomi kreatif di Kota Cimahi. Atas konsistensi dan komitmen yang kuat dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif maka pada 2021 Kota Cimahi juga telah ditetapkan sebagai “KaTa Kreatif Indonesia”.
Sementara itu Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setya Harini yang turut hadir dalam workshop tersebut mengatakan bahwa workshop “KaTa Kreatif Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia“ di kota Cimahi hari ini merupakan workshop kedua.
Oneng menjelaskan bahwa pada 2018 Kota Cimahi telah melakukan Penilaian Mandiri sebagai Kota Kreatif. Kemudian pada 2021 sudah ada penetapan sebagai Kota Kreatif oleh semua stakeholder yang fokus pada sektor unggulan: film, animasi dan video.
“Saat ini kami mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif ini untuk tidak kendor dan kita mau menggairahkan kembali melalui kabupaten kota kreatif dengan jejaring yang saat ini berjumlah 35 kota kabupaten dengan meningkatkan kualitas produk,” ungkap Oneng.
Pihak Kemenkraf berharap agar 35 daerah tersebut dapat bekerja sama melalui jejaring yang telah ada.
“Kami mendorong Kota Cimahi untuk naik kelas dengan menyiapkan diri untuk masuk ke jejaring Internasional melalui UCCN (UNICEF Creative Cities Network),” pungkas Oneng.
Pada kesempatan berikutnya, Galih Sedayu sebagai salah satu tim untuk mengawal dan mendampingi kota/kabupaten menjadi UCCN yang membuka dua tahun sekali mengatakan bahwa kabupaen/kota harus menyiapkan tenaga ahli yang kompeten di bidangnya dan proses serta dokumen yang harus disiapkan.
“Kalau Kota Cimahi mempunyai komitmen dan keinginan yang kuat maka kami akan usulkan menjadi UCCN pada kesempatan berikutnya,” ujar Galih dengan penuh semangat.
Sementara itu Vice President Bank CIMB Niaga Syariah, Novandri Yudha Iskandar memperkenalkan produk Islamic Financial Digital Solution for Entrepreneur untuk mengatasi kendala pelaku usaha yang mempunyai keterbatasan akses keuangan ke perbankan dan bagaimana memanfaatkan digitalisasi yang masih rendah digunakan oleh pelaku UMKM.
Dipenghujung acara, Menparekraf Sandiaga menyampaikan wejangan/inspirasi kepada para peserta workshop “KaTa Kreatif Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia“. Dalam wejangannya, Sandiaga berharap para pelaku UMKM dapat melakukan “3 si” yaitu “Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi”.
Kegiatan workshop tersebut merupakan implementasi dari keseriusan Kemenparekraf/Baparekraf dalam upaya memahami kebutuhan pelaku ekonomi kreatif, serta memberikan dukungan dan memfasilitasi terkait pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Turut mendampingi Menparekraf, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Dessy Ruhati; Staf Khusus Menteri Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-Isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setya Harini; Direktur Pengembangan Destinasi I Kemenparekraf/Baparekraf S. Utari Widyastuti; dan Direktur Manajemen Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Zulkifli Harahap.
Selain itu turut hadir juga Pj. Wali Kota Cimahi Dicky Saromi; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Benny Bachtiar; Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga, Achmad Nuryana; dan Partnership Executive/Business Development Bobobox, Dennis Depriadi. (FSY/PMN).
***
Judul: Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif: Kemenparekraf Siap Mendorong Kota Cimahi Naik Kelas, Menyiapkan Diri Masuk ke Jejaring Internasional sebagai Kota Kreatif
Kontributor: Febri Satria Yazid
Editor: JHK