BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kolom OPINI, Rabu (28/10/2026) – Artikel berjudul “Sekolah Rakyat Berpotensi Meningkatkan Taraf Ekonomi Warga Miskin” ini ditulis oleh Suryani, seorang ibu rumah tangga kelahiran Jakarta yang kini menetap di Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Program sekolah rakyat, dianggap dapat meningkatkan taraf ekonomi warga miskin. Melalui akses pendidikan bagi anak serta pemberdayaan ekonomi bagi orang tua siswa.
“Integrasi pendidikan dan pemberdayaan keluarga menjadi kunci agar sekolah rakyat dapat membantu memutus mata rantai kemiskinan di daerah tersebut,” ujar M. Akhiri Hailuki, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung.
Menurut M. Akhiri, untuk meningkatkan taraf ekonomi warga miskin tidak cukup hanya dengan pendidikan anak, tetapi perlu juga didukung penguatan keterampilan dan akses ekonomi bagi orang tua agar memiliki peluang pendapatan rumah tangga. (AntaraJabar.com, 21/10/2026).

Analisis
Program pendidikan seperti Sekolah Rakyat pada dasarnya tidak menyentuh akar persoalan kemiskinan. Pendidikan hanyalah satu sub sistem yang tidak akan efektif jika sistem besar yang menaunginya masih bermasalah. Namun, program pendidikan sekolah Rakyat satu sub sistem yang tidak akan efektif jika sistem besar menaunginya masih banyak permasalahan. Akar masalahnya terletak pada penerapan sistem Kapitalisme sekulerisme.
Sistem ini menjadikan negara hanya sebagai regulator, bukan pengurus rakyat. Konsekuensinya, kebijakan ekonomi lebih berpihak kepada pemilik modal, pemenuhan kebutuhan dasar rakyat tidak dijamin secara merata, dan sumber daya alam yang melimpah diserahkan kepada korporasi swasta.
Selama paradigma pengelolaan negara seperti ini masih dipertahankan, distribusi kekayaan akan tetap timpang dan mustahil untuk menciptakan kesejahteraan yang merata, meskipun program pendidikan terus digulirkan.
Solusi
Dalam pandangan Islam, kemiskinan tidak akan selesai hanya dengan pendidikan dan pelatihan keterampilan. Islam memandang bahwa pendidikan harus dibarengi dengan jaminan pemenuhan kebutuhan dasar, penyediaan lapangan kerja yang layak, serta distribusi kekayaan yang adil dan merata.
Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW, “Imam adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang diurusnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa negara adalah raa’in (pengurus) yang wajib menjamin seluruh kebutuhan rakyatnya, bukan sekadar menjadi regulator.
Artinya, negara tidak cukup hanya membekali rakyat miskin dengan keterampilan agar bisa bersaing di pasar kerja. Lebih dari itu, negara wajib hadir dengan sistem yang sempurna untuk menjamin kesejahteraan.
Negara wajib menjamin pendidikan gratis dan berkualitas, kesehatan, keamanan, menyediakan lapangan kerja, serta mengelola kekayaan alam secara mandiri untuk dikembalikan hasilnya kepada rakyat. Sistem yang mampu mewujudkan keadilan dan kesejahteraan menyeluruh ini hanya akan terwujud ketika negara tegak di atas ideologi Islam secara kaffah.
***
Judul: Sekolah Rakyat Berpotensi Meningkatkan Taraf Ekonomi Warga Miskin
Penulis: Suryani, Ibu Rumah Tangga
Editor: JHK