Puisi “Merdeka yang Masih Tertunda”

BERITA JABAR NEWS (BJN), Kolom SASTRA, Senin (17/08/2026) – Puisi berjudul “Merdeka yang Masih Tertunda” ini ditulis oleh Jumari Haryadi atau biasa disingkat J.Haryadi, seorang penulis, pengarang, editor, konten kreator, dosen, dan pengusaha media.

Merdeka!

Benarkah kita sudah merdeka?

Lantas, merdeka yang bagaimana?

Apakah merdeka dari penjajahan?

Atau merdeka dari ketidakadilan dari bangsa kita sendiri?

Merdeka!

Apakah makna merdeka yang sesungguhnya?

Apakah penjajahan hanya bernama bangsa asing?

Bagaimana dengan seorang bapak,

yang bertahun-tahun tidak pernah mendapatkan pekerjaan,

karena ijazahnya dianggap kurang?

Bagaimana dengan buruh,

yang menukar tenaga dan waktunya dengan upah minim,

yang terpaksa harus menerimanya,

hanya demi untuk bertahan hidup?

Bagaimana dengan kisah seorang ibu,

yang menghitung uang belanja dengan tangan gemetar,

karena tak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari,

mulai dari nasi sampai ongkos sekolah anak yang harus ia beri.

Kalau rakyat masih takut kehilangan pekerjaan,

Kalau kemiskinan masih menjadi warisan,

Kalau rasa aman harus dibeli dengan kecemasan,

Kalau hukum masih bisa dibeli oleh pemegang kekuasan,

Itu artinya kita belum merdeka.

Merdeka!

Kemerdekaan bukan sekadar bendera yang berkibar,

Kemerdekaan adalah ketika rakyat bisa hidup tanpa ketakutan,

Ketika buruh mendapat upah yang layak,

Ketika pekerjaan tidak menjadi kemewahan,

Ketika hukum tidak mengenal kaya dan miskin,

Ketika jabatan menjadi amanah,

Ketika orang-orang yang memegang kuasa lebih takut kepada Tuhan,

Ketika hal itu terjadi barulah kita pantas berkata: MERDEKA!

***

Judul: Merdeka yang Masih Tertunda

Pengarang: Jumari Haryadi

Editor: JHK