Giandra Malik Aramsya sang Juara: Mimpi Besar Selalu Berawal dari Rasa Ingin Tahu

BERITA JABAR NEWS (BJN), Rubrik OPINI, Sabtu (25/07/2026) – Tulisan berjudul “Giandra Malik Aramsya sang Juara: Mimpi Besar Selalu Berawal dari Rasa Ingin Tahu” ini adalah sebuah artikel populer karya Jumari Haryadi atau biasa disingkat J. Haryadi. Ia merupakan seorang penulis, jurnalis, pendiri Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Indonesia dan Komunitas Penulis Cimahi (Kompeni).

Di balik senyum polos seorang anak, sering kali tersimpan mimpi-mimpi yang kelak dapat mengubah masa depan. Begitulah sosok Giandra Malik Aramsya yang akrab dipanggil Ananda Malik.

Pada usianya yang baru menginjak lima tahun 10 bulan, Ananda Malik telah menorehkan sebuah pencapaian membanggakan dengan meraih gelar Juara Raja Gigi Sehat dalam ajang yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad). Namun, prestasi itu hanyalah satu halaman dari kisah yang lebih besar tentang seorang anak yang tumbuh dengan rasa ingin tahu yang nyaris tak pernah habis.

Giandra Malik Aramsya – (Sumber: BJN)

Ananda Malik adalah gambaran tunas bangsa yang “capétang“—lincah berpikir, cerdas bertanya, dan selalu antusias memahami dunia di sekelilingnya. Baginya, belajar bukanlah kewajiban, melainkan petualangan yang selalu menghadirkan keajaiban baru.

Di tengah aktivitas hariannya sebagai siswa TK B, Ananda Malik telah belajar bahwa merawat kesehatan gigi bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Kesadaran sederhana itulah yang kemudian mengantarkannya menjadi juara sekaligus memberi teladan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan sejak usia dini.

Sang ibu, Neisya Gusti Ayu, S.H., M.Kn., melihat putranya sebagai anak yang tidak pernah lelah bertanya dan bercerita. Setiap kali diajak berbincang, Ananda Malik mampu menyampaikan pikirannya dengan runtut dan penuh keyakinan. Ia senang mengemukakan pendapat, menikmati setiap percakapan, dan selalu ingin memahami alasan di balik segala sesuatu. Kemampuan berkomunikasi yang tumbuh secara alami itu menjadi benih yang kelak dapat berkembang menjadi kekuatan besar dalam kehidupannya.

Di balik sifat Ananda Malik yang komunikatif, tersimpan pula sebuah cita-cita yang tak biasa bagi anak seusianya. Ia bermimpi menjadi seorang diplomat—sebuah profesi yang baginya identik dengan membangun persahabatan, menyatukan perbedaan, dan membawa nama bangsa ke panggung dunia.

Minat itu bukan hadir tanpa sebab. Sang ayah, Deni Ramdani, S.Pd., seorang atlet dayung nasional, kerap mengajak Malik mengunjungi berbagai museum. Dari sekian banyak tempat yang pernah didatangi, Museum Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka selalu menjadi destinasi favoritnya.

Di museum tersebut Ananda Malik mengamati foto-foto para pemimpin dan diplomat yang pernah berkumpul untuk menorehkan sejarah. Baginya, gambar-gambar itu bukan sekadar dokumentasi masa lalu, melainkan jendela yang memperlihatkan bahwa dialog, persahabatan, dan kerja sama mampu mengubah dunia.

Kedua orang tua Ananda Malik percaya bahwa setiap anak memiliki jalan hidup yang unik. Tugas mereka bukan menentukan arah langkah putranya, melainkan menyediakan ruang agar rasa ingin tahunya terus tumbuh dan mimpinya tetap menyala. Dukungan itulah yang menjadi bekal paling berharga bagi seorang anak untuk berani melangkah lebih jauh.

Perjalanan Ananda Malik tentu masih sangat panjang. Namun, dari langkah-langkah kecil yang telah ia tempuh hari ini, tampak secercah harapan tentang masa depan Indonesia. Sebab, bangsa ini selalu membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan, keberanian untuk bertanya, kemampuan berdialog, serta kemauan untuk belajar sepanjang hayat.

Ananda Malik mengingatkan kita bahwa mimpi-mimpi besar tidak selalu lahir dari tempat yang megah. Kadang, ia berawal dari seorang anak yang tekun menyikat gigi, gemar bertanya, senang mengunjungi museum, dan memandang dunia dengan mata yang dipenuhi rasa ingin tahu. Dari sanalah lahir harapan bahwa suatu hari nanti, di antara deretan diplomat yang mewakili Indonesia di panggung internasional, akan berdiri seorang anak yang dahulu hanya ingin memahami dunia—dan akhirnya memilih untuk mengabdi kepadanya.

***

Judul: Giandra Malik Aramsya sang Juara: Mimpi Besar Selalu Berawal dari Rasa Ingin Tahu

Penulis: Jumari Haryadi

Editor: Asep (HC) Arie Barajati