BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kolom OPINI, Jumat (21/11/2025) – Artikel berjudul “Kasus Narkoba Kian Mengkhawatirkan, Siapa yang Harus Disalahkan?” ini ditulis oleh Laela Faridah, seorang ibu rumah tangga yang hobi menulis dan peduli terhadap kehidupan sosial.
Persoalan narkoba sebenarnya bukan hal baru di negeri ini. Hanya saja, memang kasusnya makin meluas dengan terindikasi skala internasional dan memunculkan berbagai persoalan ditengah-tengah masyarakat.
Salah satu laman berita online melaporkan bahwa Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jabar berhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional dan lokal dengan total barang bukti mencapai 17,6 kilogram sabu dan 19,5 kilogram ganja, serta senjata api berikut rakitan peluru tajam kaliber 7,62 mm.
Selanjutnya menurut DirresnarkobaPolda Jabar Kombes Pol Albert R.D., menyampaikan bahwa operasi dilakukan secara bertahap di empat wilayah, mulai dari Sukabumi (24 September 2025), Gerbang Tol Kalikangkung Semarang (1 Oktober 2025), Surakarta (2 Oktober 2025), hingga berakhir di Citeureup, Kabupaten Bogor (4 Oktober 2025).

Dari hasil operasi tersebut, terdapat tujuh tersangka yang diamankan dalam kasus sabu, masing-masing berinisial RD,D, RKA, JW, AEN, DAA, dan S. Jaringan ini disebut beroperasi lintas negara, dari Cina dan Malaysia hingga Indonesia, dengan sabu yang berasal dari Kawasan Golden Triangle dan berkualitas tinggi.
Dengan diamankannya tersangka dalam kasus sabu terindikasi berskala internasional, hal ini menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya penguatan pencegahan dan pemberantasan narkotika menuju Indonesia Emas 2045.
Selanjutnya, sebagian besar orang mungkin akan bertanya dan heran mengapa kasus narkoba kian mengkhawatrikan dan meluas sampai berskala internasional?
Jawabannya karena penyebab maraknya narkoba di era modern ini seolah menjadi problem abadi. Karena memang ada rantai permintaan abadi, yakni bisnis narkoba yang menghasilkan cuan terus eksis karena sistem nilai liberal sekuler yang mempromosikan nilai-nilai kebebasan akut di masyarakat seperti lingkaran setan yang tak berujung. Hal ini bisa terjadi karena yang jadi ukuran hanya cuan dan cuan.
Selain itu, lemahnya pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam kaffah sehingga mereka mudah menyerah pada keadaan. Bahkan, mereka terjerumus dalam kemaksiatan, terlebih lagi tidak ada rasa bersalah dan kesadaran keislaman dalam dirinya bahwa mengonsumsi, mengedarkan, dan memproduksi narkoba adalah perbuatan haram yang akan mendatangkan murka Allah SWT.
Hanya Islam yang memiliki aturan tegas mengenai narkoba beserta cara menaggulanginya tanpa harus khawatir muncul orang-orang baru yang akan terlibat dalam kemaksiatan itu. Islam juga dengan tegas menyatakan bahwa narkoba adalah haram. Begitu pula dengan harta hasil transaksi narkoba merupakan harta yang haram untuk dimiliki.
Kemudian, hakikat kehidupan manusia terkait dengan misi penciptaan sebagai khalifatullah fil-ardh yang suatu saat nanti pada kehidupan akhirat akan dimintai pertanggungjawaban sekaligus diberi balasan setimpal atas apa yang telah dilakukan. Pemikiran inilah yang akan mencegah seorang muslim melakukan pelanggaran terhadap syariat Islam termasuk narkoba.
Selanjutnya, sebuah ikhtiar untuk bisa bertahan hidup bisa ditempuh dengan individu yang bertaqwa. Masyarakat yang cinta ber amar ma’ruf nahyi munkar dan tentu saja pemerintah yang menerapkan hukum yang solutif dan berkah yaitu hukum halal haram dari aturan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Hal yang tak kalah penting adalah negara sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam persoalan masyarakat, hingga individu per individu.
Dalam Islam, negara sebagai raa-in, kepala negara harus melindungi rakyatnya dari segala mara bahaya. Ia bertanggung jawab atas rakyat yang dipimpinnya. Kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat atas amanah kepemimpinannya itu.
Rasulullah saw bersabda, “Al-imam adalah raa-in (penggembala) dan ia bertanggung jawab atas rakyatnya.” (H.R. Bukhari). (Laela Faridah)
***
Sekilas tentang Penulis

Laela Faridah, S. Kom.I. adalah seorang Sarjana Komunikasi Islam dan ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak perempuan. Di sela-sela kesibukannya mengasuh kedua anaknya tersebut, ia sempatkan menulis artikel opini yang berkaitan dengan fenomena sosial yang tengah hangat menjadi perbincangan di masyarakat.
Sebagai seorang ibu, Laela merasa dirinya harus mau berpikir dan peka terhadap apa yang tengah terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Apa yang menjadi keprihatinannya ia tuangkan dalam bentuk tulisan. Hal ini merupakan wujud dari kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda bangsa.
Beberapa tulisan Laela telah terbit diberbagai media online di Jawa Barat, salah satunya adalah Inijabar.com. Ia berharap buah pikirannya bisa menjadi penerang bagi para pembaca media online.
***
Judul: Kasus Narkoba Kian Mengkhawatirkan, Siapa yang Harus Disalahkan?
Penulis: Laela Faridah, S.Kom.I.
Editor: JHK