Relawan Tangguh untuk Jawa Barat: Diklat Rescue DRP Cetak Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

BERITA JABAR NEWS (BJN), Kota Bandung, Minggu (05/04/2026) – Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Rescue Bencana Angkatan 1 yang digagas oleh Disaster Response Project (DRP) bekerja sama dengan Kampung Bamboo resmi berakhir pada Minggu (05/04/2026). Penutupan kegiatan ini berlangsung di kawasan Kampung Bamboo, Cimenyan, Kabupaten Bandung, sekaligus menandai selesainya rangkaian pelatihan intensif bagi para relawan kebencanaan di Jawa Barat.

Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi risiko bencana. Seperti diketahui, Jawa Barat termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari longsor, banjir, hingga gempa bumi. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa Indonesia secara umum berada di kawasan cincin api Pasifik (Ring of Fire), sehingga potensi bencana alam menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

Suasana Diklat Rescue Bencana Angkatan 1 yang digagas oleh Disaster Response Project (DRP) – (Sumber: NRS/PMN)

Ketua Pelaksana kegiatan, Kang Ade Kumbang, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menekankan semangat kerelawanan, tetapi juga kompetensi teknis yang harus dimiliki setiap relawan. Menurutnya, tantangan di lapangan menuntut kesiapan yang matang, baik secara fisik maupun pengetahuan prosedural.

“Relawan masa kini tidak cukup hanya memiliki kepedulian sosial. Mereka juga harus memahami standar operasional, teknik penyelamatan, serta mampu beradaptasi dalam situasi darurat,” ungkap Kang Ade.

Suasana Diklat Rescue Bencana Angkatan 1 yang digagas oleh Disaster Response Project (DRP) – (Sumber: NRS/PMN)

Diklat Rescue Bencana Angkatan 1 telah dilaksanakan dengan sukses. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi yang cukup beragam dan aplikatif, seperti water rescue, penanganan korban longsor, pemadaman dan evakuasi kebakaran, vertical rescue, penanganan reruntuhan bangunan maupun pohon tumbang, hingga animal rescue.

Ketua Umum DRP, Raden Rizki Rukhiyat - (Sumber: NRS/PMN)
Ketua Umum DRP, Raden Rizki Rukhiyat – (Sumber: NRS/PMN)

Materi-materi tersebut disampaikan langsung oleh para praktisi berpengalaman dari berbagai lembaga, termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, tim Vertical Rescue Indonesia, serta praktisi penyelamatan hewan yang dikenal dengan nama Mas Uki. Pendekatan berbasis praktik lapangan menjadi keunggulan utama pelatihan ini, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung.

Ketua Umum DRP, Raden Rizki Rukhiyat, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang organisasi dalam membangun sistem relawan yang profesional dan terintegrasi. Ia menilai bahwa kualitas relawan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penanganan bencana.

“Kami ingin melahirkan relawan yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga unggul dalam kualitas. Mereka harus siap diterjunkan kapan saja dan mampu bekerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Rizki.

Acara penutupan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Abah Soma, tokoh masyarakat Jawa Barat Abah Alam, Kang Adit Barli, serta unsur aparatur setempat. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap penguatan kapasitas relawan di tingkat lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Rizki juga menyampaikan harapannya agar para peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dengan penuh tanggung jawab. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, serta kejelasan kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Foto bersama panitia dan tamu undangan, termasuk tokoh masyarakat Jawa Barat Abah Alam (duduk, ketiga dari kanan) – (Sumber: NRS/PMN)

“Ke depan, relawan diharapkan semakin tangguh, disiplin, dan memiliki keahlian yang relevan, sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi situasi darurat,” tambah Rizki.

Suasana penutupan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di masyarakat.

Ketua Umum DRP, Raden Rizki Rukhiyat (keempat dari kanan) berfoto bersama panitia – (Sumber: NRS/PMN)

Ke depan, DRP bersama Kampung Bamboo berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa dengan jangkauan yang lebih luas. Langkah ini sejalan dengan upaya nasional dalam meningkatkan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan masyarakat, sebagaimana juga didorong oleh berbagai lembaga resmi seperti BNPB dan BPBD di berbagai daerah.

Dengan berakhirnya Diklat Angkatan 1 ini, harapan besar tertuju pada lahirnya relawan-relawan yang tidak hanya sigap, tetapi juga profesional dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah ancaman bencana yang kian kompleks. (Jehaka/BJN).

***

Judul: Relawan Tangguh untuk Jawa Barat: Diklat Rescue DRP Cetak Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

Jurnalis: Jehaka/BJN

Editor: JHK