BERITA JABAR NEWS (BJN), Kolom SASTRA, Minggu (23/08/2026) – Puisi berjudul “Tak Lekang oleh Waktu” ini merupakan karya original dari Diantika IE, seorang penulis dan pengarang asal Ciamis, Jawa Barat. Ia juga aktif sebagai Ketua Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Indonesia.
Tak lekang oleh waktu,
kenangan tentangmu masih menyertai langkahku,
seperti bayang yang tak pernah benar-benar pergi,
meski berkali-kali kucoba menguburnya dalam sunyi.
Sulit melupakanmu.
Pesonamu terlalu dalam untuk disebut masa lalu,
terlalu lekat untuk dikalahkan jarak,
terlalu hidup untuk mati hanya karena waktu.
Sayangnya, jalan kita pernah bercabang.
Kau teguh memilih jalanmu,
dan aku terpaksa menempuh jalanku sendiri,
menjauh darimu meski hati masih ingin tinggal.
Bukan karena cinta telah usai,
melainkan karena ada cinta
yang harus rela kalah oleh kenyataan.
Lalu waktu mempertemukan kita kembali,
dalam ruang hampa yang bernama rindu.
Kau menyapaku lewat telepon,
dan dengan suara yang nyaris berbisik berkata,
“Rasa ini tak pernah berubah untukmu.”
Aku terdiam.
Sebab ternyata, di balik tahun-tahun yang berlalu,
hatiku pun belum sepenuhnya melepaskanmu.
Kini jalanku tak lagi sunyi.
Ada kehidupan yang harus kujaga,
ada seseorang yang berjalan di sisiku.
Namun jauh di dalam hati,
namamu masih tinggal—
bukan untuk kupanggil kembali,
melainkan untuk kuakui pernah begitu berarti.
Sebab ada cinta yang tak ditakdirkan untuk memiliki,
namun terlalu dalam untuk benar-benar dilupakan.
***
Judul: Puisi “Tak Lekang Oleh Waktu”
Pengarang: Diantika IE
Editor: JHK
Sekilas tentang pengarang

Diantika IE merupakan nama pena dari Diantika Irma Ekawati, M.Pd. Perempuan yang terlahir dan besar di sebuah kota kecil Ciamis tersebut adalah lulusan dari jurusan PGRA (Pendidikan Guru Raudhatul Athfal) 2007 dan menyandang gelar Magister Pendidikan Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.
Saat ini Diantika IE masih dipercaya sebagai Pejabat (Pj.) Ketua Umum Komunitas Penulis Kreatif (KPKers) Pusat. Sebelumnya ia pernah memegang jabatan itu untuk masa bakti 2018-2020. Selain memiliki hobi menulis cerita pendek, novel, puisi, dan cerita anak. Ia juga memiliki kegemaran membaca, bercerita, dan mendongeng. Diantika memiliki segudang pengalaman sebagai pembicara di beberapa event kepenulisan.
Karya yang pernah dipublikasikan di antaranya buku kumpulan cerpen berjudul “Secarik PesanTerakhir” yang merupakan buku tunggal perdananya, antologi cerpen, antologi puisi, tulisan tentang pendidikan Islam, dan novel berjudul “Handaru”.
***