BERITA JABAR NEWS (BJN), Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (11/08/2026) – Dunia kewirausahaan tidak cukup hanya mengandalkan produk yang bagus. Di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis, kemampuan membangun identitas merek sekaligus menjalankan promosi yang tepat menjadi modal penting agar sebuah usaha mampu bertahan dan berkembang.
Semangat itulah yang mendorong Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University memberikan edukasi pemasaran kepada siswa SMK YPPS Sumedang, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Branding vs Promotion” tersebut menghadirkan tiga dosen, yakni Dr. Damayanti Octavia, Yuhana Astuti, Ph.D., dan Wulandari Ayuning Tyas, M.M. Para siswa diajak memahami strategi pemasaran dasar yang dapat diterapkan secara langsung dalam mengembangkan unit usaha sekolah maupun usaha yang mereka rintis secara mandiri.
Dalam sesi pemaparan, tim dosen mengupas perbedaan antara branding dan promotion yang selama ini kerap dianggap sebagai dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda, tetapi saling melengkapi.
Branding dijelaskan sebagai proses jangka panjang untuk membangun identitas, nilai, karakter, serta persepsi positif terhadap sebuah merek. Konsistensi menjadi kunci, mulai dari pembuatan konten edukatif, personal branding, hingga penggunaan elemen visual dan tone of voice yang selaras dengan karakter merek.
Sementara itu, promotion lebih diarahkan pada strategi komunikasi jangka pendek untuk mendorong konsumen melakukan transaksi. Bentuknya dapat berupa flash sale, giveaway, endorsement, diskon, maupun paket bundling.
Tidak berhenti pada teori, siswa juga mendapatkan gambaran praktis mengenai cara menggabungkan kedua strategi tersebut. Langkahnya dimulai dengan menentukan target pasar, menetapkan identitas merek, menjaga konsistensi nama, logo, warna, dan jenis huruf, kemudian menyusun kalender konten yang terarah.
Promosi pun harus tetap on-brand, sehingga setiap penawaran tidak sekadar mengejar penjualan, tetapi sekaligus memperkuat karakter usaha. Efektivitas strategi juga perlu dievaluasi melalui indikator yang sesuai, seperti pertumbuhan pengikut dan ulasan pelanggan untuk branding, serta volume transaksi untuk mengukur keberhasilan promosi.
Melalui kegiatan ini, siswa SMK YPPS Sumedang diharapkan tidak hanya mampu menjual produk, tetapi juga memahami bagaimana sebuah usaha membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen.
Dengan perpaduan branding yang kuat dan promosi yang tepat sasaran, unit usaha sekolah diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan, memiliki daya saing, serta menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan yang nyata bagi para siswa.
***
Judul: Pengabdian Masyarakat: Membangun Fondasi Bisnis Lewat Branding & Promosi
Kontributor: Asep (HC) Arie Barajati
Editor: JHK