BERITA JABAR NEWS (BJN), Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (04/08/2026) – Pagi yang cerah di kawasan Pasar Batik Trusmi yang terletak di Jalan Otto Iskandar Dinata, Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon pada Selasa (04/08/2026). Tempat ini menjadi saksi tumbuhnya semangat baru bagi perkembangan seni rupa daerah.
Di tempat tersebut Paguyuban Pelukis Cirebon (PPC) menggelar tiga agenda penting secara bersamaan, yakni peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PPC ke-2, syukuran terbentuknya Pasar Seni, serta pemilihan dan pengukuhan pengurus baru PPC.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting bagi para pelukis dan perupa Cirebon untuk memperkuat kebersamaan sekaligus membangun ruang yang lebih luas bagi pertumbuhan seni lukis di daerah.

Acara turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, serta Kepala Bidang di lingkungan Disbudpar Kabupaten Cirebon.
Kehadiran unsur legislatif dan pemerintah daerah menunjukkan adanya perhatian serta komitmen bersama untuk membangun sinergi dengan para pelaku seni. Dalam berbagai sambutan, mengemuka semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan seniman guna mendorong kemajuan sektor seni budaya, khususnya seni lukis dan seni rupa di Kabupaten Cirebon.

Semangat tersebut sejalan dengan gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM, yang mendorong Cirebon berkembang menjadi “Yogyakartanya Jawa Barat”. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai Cirebon memiliki kekayaan seni budaya, kuliner, sejarah, serta warisan budaya yang kuat untuk berkembang sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat kebudayaan unggulan. Kawasan Batik Trusmi juga menjadi bagian penting dari arah pengembangan tersebut.
Keberadaan Pasar Seni di kawasan Trusmi diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga menjadi tempat bertemunya seniman, masyarakat, kolektor, wisatawan, dan pelaku ekonomi kreatif. Dengan demikian, karya seni tidak hanya memiliki nilai estetika dan budaya, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi para perupa lokal.

Secara global, pengembangan budaya dan kreativitas dipandang sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan. UNESCO melalui jaringan kota kreatif menempatkan budaya, kreativitas, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat sebagai kekuatan yang dapat mendorong inovasi serta pembangunan di tingkat lokal.
Di Indonesia, seni rupa juga menjadi bagian dari sektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing daerah. Pengembangan jejaring pasar dan kemitraan strategis dinilai penting agar karya para pelaku kreatif dapat memperoleh ruang promosi serta akses pasar yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan perayaan HUT ke-2 Paguyuban Pelukis Cirebon. Momentum ulang tahun tersebut menjadi ajang refleksi atas perjalanan PPC dalam menghimpun para pelukis dan perupa, membangun solidaritas, serta menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung perkembangan seni rupa di Cirebon.
Agenda berikutnya adalah syukuran terbentuknya Pasar Seni. Kehadiran Pasar Seni diharapkan dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi para seniman untuk memperkenalkan, memamerkan, dan memasarkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, pemilihan dan pengukuhan pengurus baru PPC menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat organisasi. Esa Mohamad terpilih sebagai Ketua baru Paguyuban Pelukis Cirebon (PPC) dan diharapkan mampu membawa semangat pembaruan, memperluas jaringan kerja sama, serta menyusun program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi anggota dan perkembangan seni rupa Cirebon.
Acara dipandu oleh Guntur Alibasya sebagai pembawa acara. Nuansa religius turut mengiringi kegiatan melalui pembacaan tahlil yang dipandu oleh Yunus Abidin.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana H. Made Casta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Ia berharap peringatan HUT PPC, terbentuknya Pasar Seni, dan pengukuhan pengurus baru dapat menjadi titik awal bagi lahirnya berbagai program yang lebih besar dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, serta perwakilan Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon menyampaikan pandangan dan dukungan terhadap pengembangan seni budaya daerah.
Puncak kegiatan ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dua tahun Paguyuban Pelukis Cirebon, terbentuknya Pasar Seni, serta dimulainya masa kepengurusan baru.

Lebih dari sekadar perayaan ulang tahun organisasi, kegiatan tersebut menjadi penanda tumbuhnya harapan baru. Para pelukis dan perupa Cirebon kini memiliki ruang untuk memperkuat jejaring, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni, serta ikut mengambil peran dalam membangun identitas budaya daerah.
Dengan dukungan pemerintah, DPRD, komunitas seni, dan masyarakat, PPC optimistis dapat terus berkembang menjadi kekuatan kreatif yang ikut menghidupkan sektor seni budaya dan ekonomi kreatif di Kabupaten Cirebon.
Dari kawasan Batik Trusmi, semangat itu kembali ditegaskan: Cirebon bukan hanya daerah dengan warisan budaya yang kaya, tetapi juga ruang yang terus membuka masa depan bagi para seniman dan karya-karya kreatifnya.
***
Judul: Paguyuban Pelukis Cirebon (PPC) Rayakan HUT ke-2 dan Syukuran Pasar Seni: Langkah Baru Menguatkan Cirebon sebagai Jogjanya Jawa Barat
Jurnalis: Jumari Haryadi/Casjiwanto
Editor: JHK