Merajut Mimpi di Tengah Ujian Hidup: Sebuah Autobiografi

BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kolom OPINI, Rabu (24/06/2026) – Artikel berjudul “Merajut Mimpi di Tengah Ujian Hidup: Sebuah Autobiografi” ini merupakan karya Salsa Noer Nisamelia, Anggota Pendidikan Perempuan Indonesia (PPI) Angkatan XI dan mantan Finalis Mojang Jajaka Kota Cimahi 2022 – 2024.

Tulisan ini saya susun sebagai bentuk refleksi perjalanan hidup yang telah saya lalui sejak masa kecil hingga saat ini. Setiap manusia memiliki kisah hidup yang berbeda. Ada kisah yang penuh kebahagiaan, ada pula yang dipenuhi ujian dan perjuangan. Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang membentuk karakter dan kepribadian seseorang.

Saya menulis autobiografi ini bukan hanya untuk menceritakan tentang diri saya, tetapi juga sebagai pengingat bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita rencanakan. Dalam perjalanan hidup, saya pernah merasakan kegagalan, kehilangan, kesedihan, dan keterbatasan. Namun saya juga merasakan kebahagiaan, keberhasilan, dukungan dari orang-orang terdekat, serta kesempatan untuk terus belajar dan berkembang.

Foto saat selesai sidang Tugas Akhir (TA) tahun 2025 – (Sumber: Koleksi Pribadi)

Perkenalkan nama saya Salsa Noer Nisamelia, biasa dipanggil Salsa atau Caca oleh keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekat saya. Saya lahir di Bandung pada 13 Januari 2004. Saya adalah seorang perempuan berkewarganegaraan Indonesia dan beragama Islam. Saat ini saya tinggal di Jalan Kebon Kopi, Kota Cimahi.

Saya tumbuh sebagai anak yang aktif, mudah bergaul, dan senang mempelajari hal-hal baru. Sejak kecil saya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan tidak pernah takut untuk mencoba pengalaman yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.

Salsa Noer Nisamelia, Penulis – (Sumber: Koleksi pribadi)

Bagi saya kehidupan adalah proses belajar yang tidak pernah berhenti. Setiap orang yang saya temui, setiap pengalaman yang saya alami, dan setiap tantangan yang saya hadapi selalu memberikan pelajaran berharga yang membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa.

Keluarga merupakan sekolah pertama dalam kehidupan saya. Dari keluargalah saya belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, kerja keras, serta arti sebuah pengorbanan.

Saya lahir dari pasangan Bapak Yadi Setiawan dan Ibu Wulan Sari. Ayah saya bekerja sebagai seorang mekanik. Beliau adalah sosok pekerja keras yang tidak pernah mengenal lelah demi memenuhi kebutuhan keluarga. Saya selalu mengagumi semangat beliau yang terus berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga yang luar biasa. Beliau merupakan sosok yang penuh kasih sayang, sabar, dan selalu mengutamakan kebahagiaan keluarganya. Dari ibulah saya belajar tentang ketulusan, kesederhanaan, dan pentingnya menghargai orang lain.

Saya merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak saya bernama Devian Rizki Pratama, sedangkan adik saya bernama Reiysha Safitri. Masa kecil saya dipenuhi oleh kebersamaan keluarga. Walaupun hidup dalam kondisi sederhana, saya tidak pernah merasa kekurangan kasih sayang.

Orang tua saya selalu berusaha memberikan yang terbaik sesuai kemampuan mereka. Namun, kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Pada 26 Agustus 2024 pukul 02.37 dini hari, keluarga kami harus menerima kenyataan pahit ketika ibu tercinta dipanggil oleh Allah SWT. Beliau meninggal dunia di Rumah Sakit Santosa Bandung.

Kehilangan ibu merupakan ujian terberat yang pernah saya alami. Saat itu saya merasa kehilangan arah. Rasanya sulit menerima kenyataan bahwa sosok yang selama ini selalu ada kini telah pergi untuk selamanya. Rumah yang biasanya ramai terasa jauh lebih sunyi. Tidak ada lagi suara lembut ibu yang membangunkan saya di pagi. Tidak ada lagi masakan kesukaannya dan tidak ada lagi pelukan hangat yang selalu menenangkan hati. Namun, saya sadar bahwa kehidupan harus tetap berjalan.

Sejak kepergian ibu, saya mulai mengambil banyak tanggung jawab di rumah. Saya membantu mengurus pekerjaan rumah tangga, mulai dari membersihkan rumah, mencuci, memasak, hingga memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

Meskipun kehilangan sosok ibu meninggalkan luka yang mendalam, kejadian tersebut justru membuat keluarga kami semakin erat. Kami belajar untuk saling menguatkan, saling membantu, dan saling menjaga satu sama lain. Dari peristiwa itu saya belajar bahwa keluarga adalah tempat terbaik untuk pulang dan tempat terkuat untuk bertahan.

Saat tampil dalam acara fashion show PKW LKP Nuning tahun 2022 – (Sumber: Koleksi Pribadi)

Pendidikan selalu menjadi bagian penting dalam hidup saya. Berbeda dengan kebanyakan anak pada umumnya, saya tidak mengikuti pendidikan PAUD maupun TK. Pada usia lima tahun, saya langsung masuk Sekolah Dasar.

Perjalanan pendidikan saya dimulai di SD Negeri Cibeureum 3 Kota Bandung pada tahun 2009 hingga 2015. Masa SD merupakan masa yang penuh keceriaan. Saya dikenal sebagai anak yang aktif dan senang mengikuti berbagai kegiatan sekolah.

Saya juga memiliki semangat belajar yang cukup tinggi. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah ketika saya berhasil meraih Juara 2 saat duduk di kelas 5 SD. Prestasi tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk terus berusaha memberikan hasil terbaik dalam setiap kesempatan.

Setelah lulus SD, saya melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 7 Kota Cimahi pada 2015 hingga 2018. Di masa SMP, saya mulai belajar untuk lebih mandiri. Saya juga semakin aktif mengikuti kegiatan sekolah dan mulai mengenal pentingnya membangun relasi dengan banyak orang.

Selanjutnya saya melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 6 Kota Cimahi pada 2018 hingga 2021. Masa SMA menjadi salah satu masa yang paling berkesan karena di sinilah saya mulai menemukan banyak pengalaman baru yang membantu membentuk karakter saya.

Setelah lulus SMA, saya melanjutkan pendidikan ke Politeknik LP3I Kota Bandung dengan mengambil jurusan Administrasi Bisnis pada tahun 2021 hingga 2024. Kuliah memberikan banyak pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga organisasi, kepemimpinan, dan pengembangan diri.

Foto saat tampil dalam acara Kirab Budaya dalam rangka HUT Jawa Barat ke-80 – (Sumber: Koleksi Pribadi)

Meskipun sempat menghadapi berbagai kendala, saya tetap berusaha menyelesaikan pendidikan dengan baik. Alhamdulillah, saya berhasil memperoleh penghargaan sebagai Mahasiswa Aktif Berorganisasi dengan IPK 3,61. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kesibukan organisasi tidak menjadi penghalang untuk tetap berprestasi dalam bidang akademik.

Salah satu hal yang paling membentuk karakter saya adalah pengalaman berjualan sejak usia dini. Ketika masih duduk di bangku SD, saya mulai berjualan minuman dingin. Saat SMP saya mencoba berjualan cilok. Ketika SMA, saya melanjutkan berjualan keripik. Kemudian saat kuliah hingga sekarang, saya berjualan minuman dan cemilan seblak kering.

Dari kegiatan berjualan tersebut saya belajar banyak hal. Saya belajar bagaimana menghadapi pelanggan, mengelola keuntungan, menghadapi kerugian, dan mempertahankan semangat ketika dagangan sedang sepi. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa mencari uang tidaklah mudah. Karena itulah saya selalu berusaha menghargai setiap hasil kerja keras yang saya peroleh.

Di sela kesibukan sehari-hari, saya memiliki beberapa hobi yang sangat saya sukai. Saya senang memasak karena bagi saya memasak adalah cara untuk mengekspresikan rasa sayang kepada orang-orang terdekat.

Saya juga menyukai olahraga seperti futsal dan badminton karena dapat menjaga kesehatan sekaligus menghilangkan stres. Selain itu, saya gemar menggambar dan menonton film bergenre action maupun horor. Ketika memiliki waktu luang, saya biasanya membereskan rumah, memasak, menonton film, atau berolahraga.

Progres Kehidupan

Sejak kecil saya dikenal sebagai anak yang aktif dan senang mengikuti berbagai perlombaan. Saya sering mengikuti lomba fashion show, lomba menyanyi, lomba puisi, lomba mengaji, perlombaan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, hingga kegiatan olahraga seperti taekwondo.

Bagi saya, kemenangan bukanlah tujuan utama. Yang paling penting adalah keberanian untuk mencoba dan pengalaman yang didapatkan dari setiap perlombaan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, saya belajar tentang keberanian, kedisiplinan, kerja keras, dan rasa percaya diri.

Foto saat bertugas sebagai MC dalam sebuah event – (Sumber: Koleksi Pribadi)

Salah satu pengalaman yang paling berkesan dalam hidup saya adalah ketika menjadi Finalis Mojang Jajaka Kota Cimahi. Menjadi bagian dari Mojang Jajaka Kota Cimahi memberikan pengalaman yang sangat luar biasa.

Saya mendapatkan kesempatan untuk belajar mengenai budaya, pariwisata, public speaking, kepemimpinan, serta pengembangan diri. Saya juga bertemu dengan banyak orang hebat dari berbagai latar belakang. Dari mereka saya belajar bahwa setiap orang memiliki cerita dan perjuangannya masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut saya memperoleh banyak relasi, pengalaman, serta wawasan yang sangat bermanfaat untuk kehidupan saya di masa depan. Selain itu, saya juga mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan diri, termasuk beasiswa public speaking yang semakin meningkatkan rasa percaya diri saya.

Foto saat tampil dalam ajang pemilihan Mojang Jajaka Kota Cimahi 2022 – (Sumber: Koleksi Pribdai)

Perjalanan hidup saya tidak selalu berjalan mulus. Saya pernah menghadapi berbagai tantangan yang menguji kesabaran dan kekuatan mental saya. Saya pernah terpapar COVID-19 akibat kontak dengan orang terdekat yang bekerja di rumah sakit. Pengalaman tersebut membuat saya semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.

Saya juga pernah mengalami masa sulit ketika harus berhenti kuliah karena keterbatasan biaya. Saat itu saya sempat merasa sedih dan khawatir tidak bisa melanjutkan pendidikan. Namun, saya tidak ingin menyerah. Saya berusaha hidup lebih hemat, membantu keluarga semampunya, mencari peluang beasiswa, dan terus berdoa agar diberikan jalan keluar. Alhamdulillah, saya akhirnya bisa melanjutkan kuliah hingga lulus.

Saya juga pernah menghadapi kegagalan dalam proses seleksi pekerjaan karena tidak memenuhi standar tinggi badan yang ditentukan. Meski sempat kecewa, saya belajar bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya.

Saya percaya bahwa setiap orang memiliki jalan sukses yang berbeda-beda. Semua pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa setiap masalah pasti memiliki jalan keluar selama kita mau berusaha dan tidak menyerah.

Saya percaya bahwa pengalaman organisasi sangat penting untuk mengembangkan kemampuan diri. Selama kuliah, saya aktif dalam organisasi dan dipercaya menjadi Wakil Ketua BEM Politeknik LP3I Kota Bandung periode 2022–2023. Melalui organisasi saya belajar tentang kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan tanggung jawab.

Saya juga pernah mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengajar siswa SD kelas 1 hingga kelas 6 selama tiga bulan. Selain itu saya aktif dalam organisasi Mojang Jajaka Kota Cimahi dan dipercaya menjadi sekretaris pada kegiatan Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Cimahi tahun 2024. Saat ini saya juga aktif dalam Pemuda Tani Indonesia Kota Cimahi sebagai Wakil Sekretaris periode 2025–2026.

Harapan

Sejak kecil saya bercita-cita menjadi seorang dokter karena saya ingin membantu banyak orang. Walaupun saat ini jalan hidup saya tidak mengarah ke dunia kedokteran, semangat untuk membantu sesama tetap menjadi bagian dari diri saya.

Saya memiliki beberapa impian besar yang ingin saya wujudkan yaitu mendirikan sekolah untuk anak-anak kurang mampu, membangun panti asuhan, membangun masjid, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang, hidup rukun bersama keluarga dan orang-orang yang saya cintai.

Saya percaya bahwa mimpi tidak harus langsung terwujud hari ini yang terpenting adalah terus melangkah dan tidak pernah berhenti berusaha.

Harapan saya sederhana, “Semoga apa yang saya semogakan hari ini dapat Allah kabulkan pada waktu terbaik menurut-Nya.”

Bergabung dengan Pendidikan Perempuan Indonesia (PPI) yang digagas oleh Ibu dr. R.Adj. Irma Indriyani, menjadi salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya. Awalnya saya hanya menjadi MC saat kegiatan Wisuda PPI angkatan sebelumnya. Namun, saat itulah saya merasa bahwa PPI bisa menginspirasi banyak orang. Salah satu orang yang memotivasi saya untuk terus belajar, berusaha, dan mengejar cita-cita adalah Ibu dr. R.Adj. Irma Indriyani beliau sangat menginspirasi. Bahkan, dikalangan anak muda seperti saya.

Pada saat pertama kali bergabung dengan PPI, saya merasa mendapatkan lingkungan baru yang penuh dengan perempuan-perempuan hebat dan inspiratif. Contohnya ada seorang ibu rumah tangga yang direpotkan dengan pekerjaan di rumah. Namun, semangat untuk tetap belajar semakin menggebu-gebu dengan mengikuti PPI setiap hari Selasa, di sela kesibukan mengurus anak atau mengurus usahanya sendiri masih mampu dikerjakan sambil terus belajar untuk mengasah wawasan, ilmu, dan pengetahuan yang bisa didapatkan melalui kegiatan PPI ini.

Dari semangat mereka saya selaku anak muda banyak belajar, bahwa belajar tidak hanya sebatas di tingkat sekolah tetapi setelah kita menikah dan punya kesibukan menjadi seorang ibu, masih bisa belajar untuk untuk terus belajar menjadi madrasah bagi anak anaknya. Semoga apa yang saya dapatkan di PPI dapat saya sampaikan kembali untuk banyak orang dan bisa bermanfaat bagi kita.

Selama bergabung di PPI, saya juga belajar tentang kepemimpinan perempuan, pengembangan karakter, komunikasi, serta pentingnya menjadi perempuan yang mandiri dan berdaya.

Banyak pelajaran yang saya dapatkan selama mengikuti program ini. Saya menjadi lebih percaya diri, lebih berani menyampaikan pendapat, serta lebih memahami potensi yang saya miliki dan disitu tempat saya bisa bertemu orang-orang hebat yang belum pernah saya temui sebelumnya karena itulah PPI mengajarkan saya bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sama halnya seperti jargon PPI angkatan XI yaitu, “belajar, bangkit, memotivasi.”

Penutup

Jika saya diminta menggambarkan perjalanan hidup saya dalam satu kalimat maka saya akan mengatakan, ”Hidup adalah perjalanan panjang untuk belajar menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya.”

Saya pernah merasakan kegagalan, kehilangan, dan kesulitan. Namun, saya juga merasakan kebahagiaan, kesempatan, dan dukungan dari banyak orang yang luar biasa. Semua pengalaman tersebut membentuk saya menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih sabar, dan lebih bersyukur.

Saya percaya bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia. Setiap air mata, setiap doa, dan setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menemukan jalannya sendiri menuju keberhasilan.

Sebagai penutup, saya ingin meninggalkan kalimat yang selalu menjadi pegangan hidup saya, “Jangan berhenti karena lelah, berhentilah jika tujuan sudah tercapai. Selama masih ada kesempatan untuk berusaha, teruslah melangkah dan jangan pernah menyerah karena sesungguhnya keberhasilan bukan milik mereka yang paling kuat, melainkan milik mereka yang tetap bertahan dan terus berjuang ketika keadaan terasa sulit.”

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada kedua orang tua saya, terutama kepada almarhumah ibu saya yang telah menjadi sosok luar biasa, yang menjadi sumber kasih sayang dan kekuatan terbesar dalam hidup saya. Terima kasih kepada ayah, kakak, adik, keluarga besar, sahabat, guru, dosen, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta doa terbaik dalam setiap langkah kehidupan saya.

Saya berharap tulisan ini dapat menjadi sumber inspirasi, semangat, dan pelajaran bagi siapa pun yang membacanya. Semoga setiap pengalaman yang saya bagikan dapat memberikan pelajaran bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia selama kita terus berusaha, berdoa, dan percaya kepada Allah SWT.

“Perempuan sederhana yang percaya bahwa mimpi besar dapat diraih dengan doa, kerja keras, dan keteguhan hati.” ─ Salsa Noer Nisamelia.

***

Judul: Merajut Mimpi di Tengah Ujian Hidup: Sebuah Autobiografi

Penulis: Salsa Noer Nisamelia

Editor: Jumari Haryadi