BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kolom SASTRA, Selasa (03/11/2026) – Puisi berjudul “Jejak sang Komandan yang Tak Terhapus Jarak dan Waktu” merupakan karya original dari Neneng Salbiah yang sering menggunakan nama nama pena “Violet Senja”.
Kau datang membawa semangat bak fajar yang membelah kelam
Menegakkan kebenaran di bawah seragam yang tak sekadar warna
Melainkan sumpah, janji, dan nyawa yang kau pertaruhkan
Di sini, di bawah langkah yang sama, di bawah bendera yang berkibar
Kami belajar bahwa kekuatan bukan untuk menindas
Tetapi untuk mengayomi, melindungi, dan membela yang lemah
Langkahmu yang tegas, senyum yang tulus di sela beratnya tugas
Menjadi pelita ketika jalan terasa gelap dan berliku
Tak jarang kau berdiri di garis terdepan, meski angin tak selalu berpihak
Kini, waktu berkata “Saatnya melangkah ke halaman yang baru”
Ada rasa berat yang mendekap di dada, seperti ranting yang tak rela melepaskan burung yang akan terbang tinggi
Namun, kami tahu perpindahanmu bukan perpisahan, melainkan anugerah yang dititipkan ke tempat lain
Terima kasih, Komandan
Atas dedikasi yang tak pernah diukur jam pulang
Atas inspirasi yang membuat kami percaya bahwa jujur dan berjuang adalah jalan yang terindah
Atas setiap nasihat yang kini menjadi bekal berharga dalam langkah kami ke depan
Semoga di tempat baru, langkahmu senantiasa dipeluk berkah
Semoga setiap tugas yang kau emban dimudahkan oleh-Nya
Semoga keberhasilan dan keselamatan senantiasa menyertaimu, di mana pun kau berada
Kami tidak menangis karena kepergianmu
Kami tersenyum karena pernah dipimpin olehmu
Terbanglah tinggi, menebarkan kebaikan di sudut yang lain
Karena jejakmu di sini akan abadi, tak akan pernah pudar karena jarak dan waktu.
Terima kasih dan semoga sukses selalu,
Kompol Maman Firmansyah.
Semangat untuk langkah baru komandan!
***
Judul: Jejak sang Komandan yang Tak Terhapus Jarak dan Waktu
Pengarang: Neneng Salbiah
Editor: JHK
Sekilas tentang penulis
Wanita kelahiran Bogor, 02 Juni 1978 bernama lengkapNeneng Salbiah ini aktif menulis artikel dan novel di berbagai platform. Tenaga pendidik non formal, kreator digital, dan aktivis sosial di bidang psikotropika ini juga merupakan seorang ibu rumah tangga, ibu dari satu orang putri dan satu orang putra.