BERITA JABAR NEWS (BJN), Kolom SASTRA, Rabu (28/10/2026) ─ Puisi berjudul “Hujan Menetes di Pipiku” ini merupakan hasil karya Moh. Sudah, mahasiswa Magister Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Yang aku bingung,
mengapa orang selalu bertanya
tentang kemarau yang begitu panjang.
Padahal, hujan di pipiku
tak pernah berhenti menetes.
Aduhai, hujan yang diciptakan olehmu
memanglah abadi.
Bahkan, jika engkau menciptakan
kemarau paling panjang,
aku akan minum
dari air mataku sendiri.
Entahlah, mataku yang terlalu cengeng
atau diriku yang sudah
kehilangan jati diri.
Ah, rasanya belum bisa percaya
jika sikapmu selama ini
adalah orkestra yang membuatku
terbuai dalam keindahan.
Walau pada akhirnya,
aku tetap menjadi orang bodoh
yang pura-pura buta
atas kepalsuan
yang kau berikan.
Maka, aku lebih memilih untuk menjadi bodoh selamanya.
***
Judul: Hujan Menetes di Pipiku
Pengarang: Moh. Sudah
Editor: Sifa A.
Sekilas tentang Penyair
Moh. Sudah, nama pena penulis. Ia lahir di Madura, Jawa Timur. Ketertarikannya pada dunia kepenulisan mulai tumbuh ketika bergabung dengan Sanggar Teater “TOPAN” pada 2015.

Penyair ini pernah menulis dan menerbitkan novel secara indie, di antaranya “Tahajjud Cinta” dan “Detak Jantung Naila”. Ia juga kerap menulis puisi untuk mengabadikan momen sekaligus menyamarkan kisah-kisah yang terinspirasi dari peristiwa nyata. Saat ini, Moh. Sudah masih tercatat sebagai mahasiswa aktif Magister Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.