BERITA JABAR NEWS (BJN), Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (10/09/2026) – Ada kalanya sebuah organisasi perlu berhenti sejenak dari rutinitas, meninggalkan meja rapat dan kesibukan program kerja, lalu berjalan bersama menikmati alam. Bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi untuk merawat kebersamaan yang menjadi kekuatan sebuah organisasi.
Semangat itulah yang tampak dalam kegiatan “Family Gathering Goes To Citumang Pangandaran” yang digelar Tiara Kusuma DPC Kabupaten Bandung Barat Periode 2022-2026 pada 8-9 September 2026.
Kegiatan yang diikuti 25 orang pengurus tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Tiara Kusuma DPC Kabupaten Bandung Barat, R. Idha Rosida. Mereka berangkat bersama menggunakan bus wisata dari titik kumpul di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin malam (07/09/2026) sekitar pukul 21.45 WIB.
Perjalanan malam menuju Pangandaran menjadi awal dari petualangan dua hari tersebut. Bus terus melaju menyusuri jalur selatan Jawa Barat hingga akhirnya sekitar pukul 04.00 WIB, Selasa (8/9/2026), tiba di Masjid Al-Jabbar, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
Kalipucang sendiri merupakan salah satu wilayah penting di Kabupaten Pangandaran karena berada di kawasan perlintasan menuju Jawa Tengah. Kecamatan ini berbatasan dengan Jawa Tengah di sebelah timur, serta terhubung dengan wilayah Pangandaran lainnya. Jalur tersebut juga menjadi bagian dari konektivitas PANCIMAS atau Pangandaran-Cilacap-Banyumas.
Selama berada di area Masjid Al-Jabbar Kalipucang, rombongan Tiara Kusuma DPC Kabupaten Bandung Barat memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat sejenak sekaligus mempersiapkan diri melaksanakan salat Subuh. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan wisata Citumang.
Sekitar pukul 06.30 WIB, rombongan akhirnya tiba di kawasan “Wisata Body Rafting Citumang”. Udara pagi yang sejuk dan suasana hijau langsung menyambut kedatangan para peserta. Sarapan pagi menjadi agenda pertama sebelum mereka mengikuti aktivitas utama, yakni body rafting di Sungai Citumang.
Menaklukkan Jernihnya Sungai Citumang
Citumang bukan sekadar sungai biasa. Kawasan wisata yang berada di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam dan wisata tirta yang menawarkan pengalaman menyusuri sungai dengan aktivitas body rafting. Kementerian Pariwisata mencatat Citumang sebagai atraksi wisata alam dan wisata tirta yang telah diverifikasi oleh Dinas Pariwisata.

Keunikan Citumang terletak pada perpaduan antara air sungai yang jernih, pepohonan hijau, bebatuan alami dan suasana hutan yang masih terasa kuat. Sejumlah pengelola wisata menawarkan jalur body rafting dengan lintasan sekitar 1,5 kilometer yang melewati aliran sungai, gua, jeram dan sejumlah air terjun kecil.

Sebelum turun ke sungai, tim pengelola Citumang terlebih dahulu memberikan pengarahan mengenai keselamatan. Para peserta juga diminta melakukan pemanasan.
Instruksi tersebut disambut antusias oleh para peserta. Sekitar 30 menit, para pengurus DPC Tiara Kusuma KBB melakukan senam bersama dengan iringan musik enerjik. Suasana pun berubah menjadi lebih meriah.
Setelah itu, peserta mengenakan pelampung dan mendapat pengarahan dari pemandu. Mereka kemudian berjalan kaki sekitar 15 menit menuju titik awal body rafting.
Perjalanan menuju sungai justru menjadi pengalaman tersendiri. Di tengah udara pagi yang segar dan pepohonan yang rimbun, para peserta beberapa kali berhenti untuk mengabadikan momen bersama.

Di kawasan Citumang, wisatawan tidak hanya dapat menikmati body rafting. Tersedia pula aktivitas seperti trekking, berenang, dan terapi ikan.

Sekitar pukul 08.45 WIB, petualangan pun dimulai. Dengan mengenakan pelampung dan didampingi pemandu, seluruh peserta turun ke sungai dan menikmati derasnya aliran air yang menyegarkan.

Bagi rombongan Tiara Kusuma DPC Kabupaten Bandung Barat, aktivitas tersebut menjadi pengalaman yang tidak hanya menguji keberanian, tetapi juga membangun kerja sama. Dalam aliran sungai, tidak ada sekat antara ketua dan anggota. Semua sama-sama tertawa, saling membantu dan menikmati perjalanan.



Sekitar pukul 11.45 WIB, rombongan meninggalkan Citumang untuk menuju homestay yang berada tidak jauh dari kawasan Pantai Barat Pangandaran.
Menikmati Senja di Pantai Barat
Setelah beristirahat dan menyimpan barang bawaan, para peserta kembali melanjutkan aktivitas dengan menikmati suasana Pantai Barat Pangandaran.
Pantai Barat merupakan salah satu ikon utama wisata Pangandaran. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyebut kawasan ini memiliki hamparan pasir yang luas dan ombak yang relatif tidak terlalu besar, sehingga menjadi tempat favorit wisatawan untuk bermain air, bersantai, menikmati matahari terbenam hingga melakukan berbagai aktivitas wisata.


Kawasan tersebut juga dikenal dengan suasana wisata yang hidup. Wisatawan dapat menikmati kuliner, bersepeda, bermain di tepian pantai, bersantai sambil menikmati minuman khas pesisir hingga berkeliling menggunakan kendaraan wisata.
Bagi rombongan Tiara Kusuma DPC Kabupaten Bandung Barat, Pantai Barat menjadi tempat melepas lelah setelah pagi harinya menghabiskan energi di Sungai Citumang.

Jika Citumang menghadirkan suasana petualangan, Pantai Barat memberikan ruang untuk bersantai. Suara ombak, angin laut dan panorama pesisir menjadi penutup perjalanan hari pertama.
Pantai Timur dan Batu Hiu Jadi Penutup Perjalanan
Petualangan belum selesai. Pada Rabu (9/9/2026), rombongan kembali mengeksplorasi Pangandaran dengan mengunjungi kawasan Pantai Timur hingga sekitar pukul 11.00 WIB.
Pantai Timur menawarkan karakter berbeda dibanding Pantai Barat. Kawasan ini menjadi salah satu bagian penting dari kawasan wisata Pangandaran dan dikenal dengan aktivitas pesisir, serta wisata bahari. Kehidupan nelayan dan kuliner hasil laut menjadi bagian dari daya tarik kawasan tersebut.



Dari Pantai Timur, rombongan kemudian bergerak menuju Pantai Batu Hiu. Di tempat ini, suasana wisata kembali berubah. Jika Pantai Barat menawarkan hamparan pasir dan Pantai Timur menghadirkan aktivitas pesisir, Batu Hiu menyajikan panorama laut lepas dari atas bukit karang.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran menyebut Batu Hiu sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan panorama Samudera Hindia. Kawasan ini bahkan kerap dijuluki “Tanah Lot-nya Jawa Barat” karena terdapat batu karang yang menjorok ke laut. Nama Batu Hiu sendiri berkaitan dengan keberadaan batu karang di tengah laut yang bentuknya menyerupai ikan hiu.

Batu Hiu juga menjadi tempat favorit wisatawan untuk bersantai, menikmati pemandangan dan mengabadikan foto. Kawasan hijaunya memberikan ruang bagi pengunjung untuk duduk menikmati angin laut sebelum melanjutkan perjalanan.
Puas menikmati panorama Batu Hiu, rombongan kemudian bersiap kembali ke Padalarang. Perjalanan panjang tersebut akhirnya berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Merawat Soliditas Organisasi
Bagi Tiara Kusuma DPC Kabupaten Bandung Barat, kegiatan wisata bertajuk “Family Gathering Goes To Citumang Pangandaran” ini bukan semata-mata perjalanan wisata. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarpengurus, membangun komunikasi yang lebih cair sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan.
Tiara Kusuma sendiri merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang kecantikan dan menghimpun para profesional serta pelaku usaha salon dan kecantikan. Di tingkat Kabupaten Bandung Barat, organisasi ini menjadi wadah bagi para anggotanya untuk mengembangkan kapasitas, membangun jejaring dan menjalankan berbagai kegiatan organisasi. Oleh karena itu, kebersamaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
R. Idha Rosida bersama jajaran pengurus DPC Tiara Kusuma KBB tampaknya memahami bahwa organisasi tidak cukup hanya dibangun melalui rapat, program kerja dan agenda formal. Ada hubungan antarmanusia yang juga harus dirawat.
Dari Padalarang menuju Citumang, dari derasnya sungai hingga deburan ombak Pangandaran, perjalanan dua hari itu akhirnya meninggalkan lebih dari sekadar foto dan kenangan. Ia membawa pulang cerita tentang kebersamaan, tentang tawa yang muncul di tengah perjalanan, tentang tangan yang saling membantu ketika menyusuri sungai, dan tentang obrolan panjang selama perjalanan malam. Juga tentang sebuah organisasi yang berusaha terus menjaga kekompakan di tengah berbagai kesibukan para anggotanya.
Pada akhirnya, sebuah organisasi yang kuat bukan hanya karena programnya berjalan, tetapi karena orang-orang di dalamnya merasa menjadi bagian dari sebuah keluarga.
***
Judul: Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Tiara Kusuma DPC Kabupaten Bandung Barat Bangun Kekompakan Lewat Family Gathering ke Pangandaran
Jurnalis: Jumari Haryadi
Editor: Raka Alvaro Triputra