BERITA JABAR NEWS (BJN), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (05/09/2026) – Harapan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak bagi para siswa mulai diwujudkan di UPTD SDN 2 Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. Sekolah tersebut kini tengah melakukan revitalisasi sejumlah fasilitas pendidikan setelah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Bantuan yang bersumber dari APBN tersebut mencapai Rp739.680.000. Dana itu digunakan untuk merehabilitasi dan membangun sejumlah fasilitas sekolah yang selama ini menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Sebanyak sembilan ruangan menjadi sasaran program revitalisasi. Rinciannya terdiri atas tujuh ruang kelas, satu toilet, serta satu ruang guru/administrasi.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Proses pengerjaan saat ini terus dikebut agar fasilitas yang direvitalisasi dapat segera dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pendidikan di sekolah tersebut.

Kepala UPTD SDN 2 Anjatan Utara, Agus Prihatin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di sekolahnya.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat, Kementerian Pendidikan, pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ikut memberikan motivasi melalui program ini, serta pemerintah daerah,” ujar Agus saat ditemui awak media di lokasi pembangunan.
Menurut Agus, program revitalisasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan. Kehadiran fasilitas sekolah yang lebih baik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi para peserta didik.

“Tujuan utamanya agar siswa dan siswi bisa belajar dengan lebih layak, nyaman, dan aman,” kata Agus.
Agus menilai dukungan pemerintah terhadap peningkatan fasilitas pendidikan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Lingkungan sekolah yang representatif akan memberikan pengaruh positif terhadap kenyamanan siswa maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
Program tersebut juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan para wali murid. Mereka tidak hanya menyaksikan proses pembangunan, tetapi turut mengambil bagian dengan membantu secara sukarela dalam sejumlah pekerjaan di lingkungan sekolah.
Semangat gotong royong itu terlihat dalam proses pembongkaran maupun pekerjaan lainnya. Bagi pihak sekolah, keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dan wali murid. Mereka ikut membantu secara sukarela dalam proses pembongkaran dan pekerjaan pembangunan,” ungkap Agus.
Agus berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus terjaga hingga pembangunan selesai. Lebih dari itu, ia mengajak seluruh elemen sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama merawat fasilitas yang telah dibangun menggunakan bantuan pemerintah.
Menurut Agus, bangunan sekolah yang telah direvitalisasi bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi merupakan aset bersama yang harus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan oleh siswa dalam jangka panjang.
“Ke depannya, kita bersama-sama dengan seluruh elemen masyarakat dan sekolah wajib menjaga dan merawat bangunan yang sudah mendapatkan bantuan ini,” tegas Agus.
Agus juga berharap keberadaan fasilitas baru tersebut dapat memberikan energi positif bagi kegiatan belajar mengajar di UPTD SDN 2 Anjatan Utara. Dengan ruang belajar yang lebih layak dan lingkungan sekolah yang semakin nyaman, ia optimistis semangat siswa untuk menuntut ilmu akan semakin meningkat.
“Kami berharap ke depannya sistem pembelajaran di sekolah bisa menjadi lebih optimal dan murid-murid pun semakin bersemangat untuk bersekolah,” pungkas Agus.
Bagi UPTD SDN 2 Anjatan Utara, revitalisasi ini bukan hanya tentang memperbaiki ruang kelas, toilet, maupun ruang administrasi. Di balik pembangunan fisik tersebut terdapat harapan yang lebih besar: menghadirkan ruang pendidikan yang nyaman agar anak-anak dapat belajar dengan tenang, tumbuh dengan percaya diri, dan mempersiapkan masa depan mereka.
Di tengah deru pembangunan dan aktivitas para pekerja, sekolah itu sedang menata wajah barunya. Sebuah ikhtiar sederhana untuk memastikan bahwa masa depan anak-anak Indramayu juga dibangun dari ruang kelas yang layak. (Gojali/BJN).
***
Judul: Revitalisasi SDN 2 Anjatan Utara Digeber: Rp739,6 Juta Dikucurkan untuk Perbaikan 9 Ruangan
Jurnalis: Gojali
Editor: Jumari Haryadi