Merangkai Mimpi Melewati Jendela Seni: Mengintip Kegiatan FLS3N Tingkat Kota Cimahi

BERITA JABAR NEWS (BJN), Kolom Opini, Jumat (01/05/2026) ─ Tulisan berjudul “Merangkai Mimpi Melewati Jendela Seni: Mengintip Kegiatan FLS3N Tingkat Kota Cimahiini adalah buah karya Fakhira Nadhifa Salsabila. Ia merupakan siswi SMAN 6 Cimahi dan berhasil menjadi Juara 2 ajang FLS3N 2026 Tingkat Kota Cimahi pada Sabtu (25/04/2026) di SMAN 3 Cimahi.

Semua orang pasti memiliki mimpi yang tumbuh secara tiba-tiba dan tak terikat oleh waktu. Proses merangkai mimpi tidak selalu mudah. Jalan tidak selalu mulus.

Ada kalanya kita merasa bahwa dunia tidak selalu berpihak kepada kita. Namun, itu merupakan sebuah proses. Oleh karena itu pemerintah Indonesia memberikan wadah kreativitas bagi generasi muda, khususnya dalam bidang seni dan sastra.

Pada 25 Maret 2026 dilaksanakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional yaitu FLS3N 2026 Tingkat Kota Cimahi yang berlangsung di SMA Negeri 3 Kota Cimahi, tepatnya di Jln. Pesantren No. 161, Kota Cimahi.

Suasana acara pembukaan FLS3N 2026 Tingkat Kota Cimahi di SMA Negeri 3 Cimahi yang berlangsung meriah – (Sumber: BJN)

Pagi yang terasa begitu cerah. Angin menghantam wajah. Pohon bergerak mengikuti arah angin. Ratusan peserta lomba FLS3N 2026 Tingkat Kota Cimahi bersama-sama memasuki lingkungan SMA Negeri 3 Cimahi. Mereka berasal dari sekolah yang berbeda, didampingi oleh guru dari sekolah masing-masing.

Wajah para peserta terlihat beragam. Ada yang tersenyum, ada pula yang terlihat seperti sedang gugup. Mereka semua berbondong-bondong masuk dan mengisi penuh Aula SMA Negeri 3 Cimahi ─ tempat di mana kegiatan pembukaan acara akan diselenggarakan. Di sana terdengar suara riuh rendah. Ada siswa yang sedang membaca doa sembari menunggu acara dimulai. Ada pula siswa yang asik memainkan gawainnya.

Acara pembukaan kegiatan FLS3N 2026 Tingkat Kota Cimahi dimulai sekitar pukul delapan pagi. Acara ini dibuka oleh Bapak Oke Prasetyo, M.Pd., yang bertindak sebagai MC (Master of Ceremony) dan dilanjutkan oleh pertunjukkan kolaborasi dari beberapa ekstrakurikuler di SMA Negeri 3 Cimahi.

Pak Oke Oke Prasetyo, M.Pd., yang bertindak sebagai MC (Master of Ceremony) yang memndu jalannya kegiatan FLS3N Tingkat Kota Cimahi – (Sumber: BJN)

Satu per satu perwakilan siswa-siswi SMA Negeri 3 Cimahi yang akan mengisi acara pembukaan masuk memenuhi area panggung. Ada yang bermain saron, angklung, gitar, drum, dan suling. Disertai para penari, mereka memasuki panggung dengan kostum yang sangat cantik dan rapih.

Para penonton pun bersorak ria. Wajah mereka terlihat berbinar dan terpukau melihat pertunjukan yang menarik. Salah satu lagu yang dibawakan oleh kolaborasi ekstrakurikuler SMA Negeri 3 Cimahi adalah “Mojang Priangan” dengan diiringi suara alat musik tradisional dan modern yang menyatu membentuk sebuah aransemen yang menarik dan unik.

Para siswa sedang memainkan berbagai alat musik dengan harmoni dan indah di dengar oleh para peserta yang hadir dalam acara pembukaan FLS3N Tingkat Kota Cimahi – (Sumber: BJN)

Setelah kegiatan pembukaaan berlangsung, para peserta lomba diarahkan oleh panitia menuju ke ruangannya masing-masing, sesuai dengan bidang lomba yang diikutinya. Menurut panitia, beberapa cabang seni yang diperlombakan adalah: Film Pendek, Menyanyi Solo Putra, Menyanyi Solo Putri, Baca Puisi, Monolog, Tari Kreasi, dan Komik Digital.

Para penari dengan gemulai dan lenggang lenggok menghibur para hadirin dalam acara pembukaan FLS3N Tingkat Kota Cimahi – (Sumber: BJN)

Kemudian ada juga lomba Menulis Cerpen, Fotografi, Cipta Puisi, Desain Poster, Kreatifitas Musik Tradisional, Kriya, Instrumen Solo Gitar, dan Cipta Lagu. Semua cabang lomba tersebut diselenggarakan serentak dan para pemenang akan langsung diumumkan pada hari itu juga. Tema untuk tahun ini berbeda dengan tema tahun-tahun sebelumnya yang ditentukan langsung oleh Kementrian Pendidikan dan Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional).

“Ini kegiatan rutin tahunan. Kami ingin mencari talenta-talenta terbaik di Kota Cimahi dalam beberapa cabang lomba yang ada agar nanti bisa berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional dan otomatis dapat membuat bangga Kota Cimahi,” ujar Pak Eko Prasetyo dalam wawancara dengan penulis (25/04/2026).

Pak Eko Prasetyo, Guru SMA Negeri 3 Cimahi – (Sumber: BJN)

Pak Eko Prasetyo betul-betul berharap agar kegiatan ini mampu mejadi wadah untuk mengekspresikan diri, wadah untuk menemukan jati diri, dan wadah untuk memahami diri sendiri bagi para pemuda di Kota Cimahi.

“Karena seni bukan sebagai estetika, melainkan pondasi utama untuk menghargai dan mencintai tanah air,” ujar  Pak Eko Prasetyo.

Memasuki jam Sembilan pagi, seluruh peserta sudah menempati ruangannya masing-masing sesuai cabang lomba. Aula digunakan untuk lomba tari kreasi dan lomba menyanyi solo vokal putra dan putri. Para peserta dari kedua lomba cabang tersebut sudah menggunakan pakaian terbaik masing-masing. Ada yang menggunakan seragam, ada yang menggunakan batik, ada juga yang menggunakan pakaian adat Sunda, seperti pangsi.

Rafka Muhammad Zhafir, merupakan salah satu peserta FLS3N 2026 Tingkat Kota Cimahi untuk cabang lomba menyanyi solo putra. Perwakilan dari SMA Negeri 6 Cimahi ini menggunakan pakaian adat dari daerah Sunda yaitu pangsi.

Pada awalnya Rafka mengatakan bahwa ia merasa sangat gugup, tetapi karena eksistensi dan dukungan dari para pembimbing dan teman-temannya, rasa gugup itu hilang seketika, tergantikan oleh rasa aman. Rasa aman itu datang bagaikan langit cerah yang datang sembari membawa pelangi. Pelangi yang memiliki berjuta-juta warna dan menjadikannya alasan untuk terus bangkit.

Jalan tak akan selalu mulus. Sebelum berhasil menjadi perwakilan dari SMA Negeri 6 Cimahi, Rafka mengaku bahwa ia telah melewati proses yang sangat Panjang. Dimulai dari tahap seleksi tingkat sekolah, ia mendapatkan banyak tekanan karena pada saat proses seleksi itu berlangsung kebetulan bersamaan dengan kegiatan pesantren kilat. Juga dengan banyaknya saingan membuat ia merasa sedikit tertekan.

Kata bijak mengatakan, “Usaha tidak akan mengingkari hasil.” Proses seleksi yang panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Ia berhasil terpilih sebagai perwakilan utama dari SMA Negeri 6 Cimahi untuk cabang lomba Menyanyi Solo Putra dan akan membawakan laguberjudul “Cukup Sudah”.

Wawancara penulis dengan Rafka Muhammad Zhafir, salah seorang peserta cabang lomba Menyanyi Solo Putra dari SMA Negeri 6 Cimahi – (Sumber: Dokumen Pribadi Penulis)

Tantangan tak berhenti sampai itu saja. Dalam sesi wawancara dengan penulis, Rafka mengaku bahwa ia memiliki solfeggio ─ metode pelatihan musik yang digunakan untuk mengajarkan nada dan membaca notasi musik, serta membantu meningkatkan kemampuan pendengaran seseorang ─ yang lemah. Itu menyebabkan tantangan besar baginya  karena tembakan untuk nadanya sangat banyak.

“Pernafasan juga cukup sulit dan ternyata untuk pemilihan lagu Sunda itu dipilih langsung dari panitia karena pada awalnya lagunya bebas,” ujar Rafka ketika diwawancari penulis (25/04/2026).

Setelah melewati proses yang sangat panjang dan rintangan yang begitu sulit, Rafka tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk menyerah. Namun, justru menjadikannya sebagai tantangan,  rangsangan bagi api semangat yang menggelora dan tertanam di dalam tubuhnya.

“Tentunya ini merupakan salah satu ajang pencarian bakat dan aku merasa fashion aku di sini. Kebetulan aku juga lagi nyari sertifikat untuk masuk ke universitas, makanya aku termotivasi untuk mengikuti lomba ini,” tambah Rafka.

Alasan itulah yang menjadi pondasi utama Rafka sehingga membuat ia yakin untuk menjadi perwakilan lomba menyanyi solo putra pada FLS3N tahun ini. Kegiatan ini juga membuktikan bahwa mimpi mampu dirangkai melalui banyak aspek, salah satunya melalui seni.

Pada zaman ini banyak orang yang beranggapan bahwa seni itu remeh karena adanya eksistensi dari artificial intelligence (AI). Namun, dengan berlangsungnya kegiatan FLS3N 2026 Tingkat Kota Cimahi ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda yang kehilangan semangat dalam menggapai mimpi di bidang seni.

“Dalam bidang sastra saya sangat berharap para penulis muda dapat menemukan bacaan atau aliran sastra yang baik, mulai dari tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” ujar Pak Hendra Gunawan atau akrab disapa Ki Sastro, salah satu juri dalam cabang lomba menulis cerita pendek dan puisi.

Ki Sastro juga memberikan beberapa judul cerpen untuk dibaca para pemuda Indonesia. Salah satunya cerpen karya penulis Tengroe yang berjudul “Batu Sandungan”. Tengroe merupakan salah satu dosen Universitas Brawijaya, Malang. Ia juga yang menemukan konsep “Pentigraf” ─ sebuah cerita pendek hanya ditulis dalam tiga paragrap. Tengroe membuat konsep itu sebagai solusi untuk mengatasi siswa-siswi yang malas membaca.

Penulis (paling kanan) sebagai peraih Juara 2 FLS3N 2026 Tingkat Kota Cimahi bersama Kamila Azlaini Mustaffa (Juara 1/tengah), dan Jenae Yosiane (Juara 3/kiri) – (Sumber: BJN)

Kisah tersebut merupakan salah satu bukti nyata bahwa seni bukan hanya untuk konsumsi mata, melainkan terdapat banyak sekali makna tersirat di dalam sebuah lukisan, tarian, film, foto maupun sebuah patung.

Kita sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya menghargai dan mengapresasi kehadiran seni di kehidupan kita. Seni bisa menjadi alasan untuk tetap hidup dan sebagai bentuk panggung ekspresi untuk mengapresiasi diri sendiri.

Dengan seni kita dapat mengenal lebih jauh terhadap diri kita sendiri. Seni juga bisa menjadi wadah untuk lebih memahami dan menghargai perasaan yang kita miliki. Ketika kata-kata sudah tak mampu menjelaskan perasaan maka disitulah seni akan tumbuh.

***

Judul: Merangkai Mimpi Melewati Jendela Seni: Mengintip Kegiatan FLS3N Tingkat Kota Cimahi

Jurnalis: Fakhira Nadhifa Salsabila

Editor: JHK