ArtikelBerita Jabar NewsBJNOpiniSeni (Art)

Pola Dasar Belajar Seni Rupa: Menggambar Dua Dimensi pada Anak Usia Dini

BERITA JABAR NEWS (BJN), Rubrik OPINI, Jumat (02/01/2026) – Artikel berjudul Pola Dasar Belajar Seni Rupa: Menggambar Dua Dimensi pada Anak Usia Diniini merupakan karya original dari Drs. Moh. Sobirin yang merupakan seorang seniman asal Kota Cirebon yang kini bermukim di Kabupaten Bandung Barat, mantan Wakil Ketua Forum Pelukis Cimahi (Forkis) dan kini aktif sebagai Pengurus Komunitas Seniman “Seni Tatar Parahyangan” (Setapa).

Metode belajar seni rupa untuk anak usia dini, yang diajarkan di Sanggar atau privat itu umumnya lebih cenderung pada kegiatan belajar mewarnai dari sketsa yang telah disiapkan oleh pembimbing atau berdasarkan bentuk gambar yang mesti diikuti. Prosesnya dilakukan dengan cara membuat tahapan tertentu, seperti menggambar pemandangan yang dimulai dari membuat gunung, pohon, sawah, awan, dan sebagainya.

Ilustrasi: Seorang anak sedang menggambar - (Sumber: Cima'Art Edupreneur)
Ilustrasi: Seorang anak sedang menggambar – (Sumber: Cima’Art Edupreneur)

Menurut saya metode belajar tersebut tidak akan mengajarkan kreativitas dan berimajinasi bagi anak-anak didik. Justru kecenderungan pada pola penghafalan kombinasi warna atau bentuk gambar yang sesuai dengan apa yang diajarkan dengan sistem menyamaratakannya.

Pola dasar belajar seni rupa yang benar adalah bagaimana anak-anak diajarkan pengenalan pada garis, seperti horizontal, vertikal, diagonal, zig zag, dan sebagainya. Dari beberapa macam garis tersebut, anak diarahkan untuk belajar menggabungkan hingga membentuk suatu obyek gambar tertentu.

Sebagai contoh: membuat gambar rumah dengan cara menggabungkan garis vertikal, diagonal, horizontal, dan seterusnya. Dalam hal ini pembimbing hanya mengarahkan untuk menggambar objek tertentu dengan harapan setiap anak dibebaskan menggambarkan suatu obyek tertentu, tidak disamaratakan membuat satu obyek.

Ilustrasi: Seorang anak sedang menggambar - (Sumber: Cima'Art Edupreneur)
Ilustrasi: Seorang anak sedang menggambar – (Sumber: Cima’Art Edupreneur)

Dengan adanya perbedaan gambar pada setiap anak, hal ini  mencerminkan kemampuan anak dalam kepekaannya menangkap obyek sesuai dengan kreasinya masing-masing, tidak lagi mengacu pada ketentuan dari yang digambarkan oleh pembimbing. Pola dasar seperti ini memungkinkan daya kepekaan anak dalam olah rasa menggambar tertentu akan terlatih, tinggal pembimbing yang mengarahkannya saja.

Setelah menggambar dilatih dengan seksama, selanjutnya anak-anak diajarkan pada pengenalan warna. Ada tiga warna yang mesti diketahui, di antaranya warna dasar, warna sekunder, dan warna tersier. Tentang warna ini, penulis akan membahas lebih khusus pada tulisan berikutnya.

Pada pewarnaan ini, anak-anak yang telah menyelesaikan gambar yang dibuatnya dilanjutkan dengan mewarnai. Pembimbing hanya mengarahkan dalam pewarnaan, tidak mendikte dari warna yang diterapkan pada gambar. Jadi, bisa saja dari sekian anak, hasil gambarnya akan berbeda warna.

Kreativitas dan berimajinasi dalam pola belajar ini akan tercipta, tidak lagi mendidik anak dengan cara meniru dari yang digambar dan diwarnai oleh pembimbing, atau anak hanya ada ketergantungan dari pembimbingnya. Oleh karena itu dalam suatu kegiatan lomba mewarnai atau menggambar, sangat mudah ditebak mana anak yang hanya mengacu pada tradisi pembimbing dengan anak yang kreatif dan inovatif. (Sobirin).

***

Judul: Pola Dasar Belajar Seni Rupa: Menggambar Dua Dimensi pada Anak Usia Dini
Penulis: Drs. Moh. Sobirin
Editor: JHK

Sekilas tentang penulis

Drs. Moh. Sobirin dilahirkan di Kota Cirebon pada 6 Maret 1965. Pria beragama Islam yang kini menekuni profesi sebagai seniman ini tinggal di Jln. Terusan Spora No. 65, Kompleks Tani Mulya Indah, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.

Pria lulusanS1 Jurusan Seni Murni FSRD-ITB tahun 1992 pernah bekerja sebagai seorang manajer desain di salah satu perusahaan tekstil ternama di Kabupaten Bandung Barat.

Drs. Moh. Sobirin, Pelukis - (Sumber: Arie/BJN)
Drs. Moh. Sobirin, Pelukis – (Sumber: Arie/BJN)

Pengalaman Berpameran

1987 – Pameran Bersama Seni Grafis di Pusat Kebudayaan Indonesia – Perancis Kota Bandung

1988 – Pameran Bersama Seni Grafis di Pusat Kebudayaan Indonesia – Perancis Kota Bandung

1989 – Pameran Kelompok Grafis Bersemi di Goethoe Institute Kota Bandung

1989 – Pameran Kelompok Grafis Berseni di IKJ Jakarta

1991 – Pameran Seni Grafis dan Patung di Gedung Pusat Penelitian ITB Kota Bandung

1992 – Pameran Bersama Seniman Senior di Gedung Koperasi ITB Kota Bandung

1995 – Pameran Lukisan Tunggal di Gedung DPRD Kota Cirebon

1997 – Pameran Lukisan Tunggal di Topaz Galeria Hotel Kota Bandung

2010 – Pameran Bersama Forkis – Cimahi di Galeri Rapih Jl. Braga Kota Bandung

2018 – Pameran Bersama Forkis – Cimahi di Gedung Pusat Kebudayaan Jawa Barat Kota Bandung

2019 – Pameran Bersama Drawing Alumni FSRD ITB di Gedung Pusat Kebud. Jabar Kota Bandung

2019 – Pameran Integrated Art Alumni Seni Rupa ITB di Gedung Negara Kota Cirebon

2019 – Pameran Integrated Art Alumni Seni Rupa ITB di Gedung Negara Kota Bogor

2021 – Pameran Bersama Forkis di Gedung Historich Cimahi

2022 – Pameran Drawing Bersama di Bale Seni Barli Kab. Bandung Barat

2023 – Pameran Seni Lukis Bersama Di Bale Pare Kota Baru Parahyangan Kab. Bandung Barat

***

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *