BERITA JABAR NEWS (BJN), Jakarta, Rabu (12/08/2026) – Persatuan Mahasiswa Indonesia (PM Indonesia) terus mempertegas posisinya sebagai wadah pergerakan mahasiswa yang relevan dan berdampak di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Ahmad Hakim, S.E., M.Sc., organisasi ini gencar merajut kolaborasi lintas sektor guna mencetak kader pimpinan muda yang berintegritas dan siap bersaing.
Sinergi tersebut diwujudkan dengan merangkul berbagai elemen strategis mulai dari kementerian terkait seperti Kemendikti Saintek RI dan Kementerian Perhubungan RI, para pendiri pergerakan, hingga jajaran pimpinan BEM dari berbagai perguruan tinggi terkemuka. Konsolidasi gagasan ini salah satunya terekam dalam forum diskusi daring bertajuk “Lahirnya PM Indonesia” yang menjadi momentum penting arah pergerakan organisasi.

Tak hanya berfokus pada kepemimpinan secara umum, PM Indonesia juga menghadirkan wadah pemberdayaan spesifik bagi mahasiswi melalui sayap pergerakannya, Paranari (Gerakan Wanita Persatuan Mahasiswa Indonesia).
Guna memperkokoh fondasi intelektual dan moral para kadernya, PM Indonesia menggelar forum kajian rutin setiap Jumat malam. Diskusi yang terbuka untuk seluruh anggota PM Indonesia di seluruh tanah air ini mengusung pendekatan unik: memadukan pemikiran kritis atas literatur sejarah Nusantara melalui Kitab Pararaton sekaligus meneladani nilai-nilai kepemimpinan mulia dari Sirah Nabawiyah.
Presiden PM Indonesia, Ahmad Hakim, menegaskan bahwa seluruh langkah strategis ini muaranya adalah pembentukan karakter pemuda yang siap menyongsong masa depan bangsa.
”Visi utama kami adalah mewujudkan PM Indonesia sebagai organisasi mahasiswa terdepan dalam mencetak Generasi Emas Indonesia yang unggul dan berintegritas demi kemajuan bangsa. Semua gerak langkah kami berakar kuat pada nilai-nilai dasar organisasi,” tegas Ahmad Hakim.
Ia menjabarkan enam pilar nilai dasar yang wajib dijiwai oleh seluruh anggota PM Indonesia: Integritas: Menjaga keselarasan antara prinsip, kata, dan perbuatan secara jujur. Humanisme: Menjunjung tinggi martabat kemanusiaan dalam setiap tindakan. Meritokrasi: Mendorong iklim pergerakan berbasis kompetensi dan rekam jejak prestasi. Moderasi: Memilih jalan tengah yang seimbang serta menjauhi pemikiran ekstrem. Pluralisme: Merawat kebinekaan dengan rasa hormat dan toleransi tinggi. Rasionalitas: Mengedepankan daya nalal dan pertimbangan objektif dalam mengambil keputusan.
Melalui perpaduan antara konsolidasi kelembagaan, penguatan wacana intelektual yang inklusif, serta gerakan pemberdayaan perempuan yang nyata, PM Indonesia optimistis mampu melahirkan generasi pemimpin muda yang responsif dan berkontribusi aktif bagi kemajuan Indonesia
***
Judul: Persatuan Mahasiswa Indonesia Dorong Pemuda dan Perempuan Jadi Penggerak Organisasi Inklusif
Kontributor: Lutfiah Indah, CPMC.CPS
Editor: Riki Alvaro Triputra