Ketika Hafidz Al-Qur’an Menjadi Atlet Renang: Perjalanan Raffandra Mengukir Prestasi dari SDIT Adzkia 1 Sukabumi

BERITA JABAR NEWS (BJN)  – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (03/09/2026)  Berawal dari sekadar mencoba, siapa sangka aktivitas berenang yang dilakukan Raffandra Adhyyastha Ferdinand sejak duduk di kelas 2 sekolah dasar justru mengantarkannya menjadi salah satu siswa berprestasi di bidang olahraga.

Siswa kelas 5 SDIT Adzkia 1 Kabupaten Sukabumi itu berhasil menorehkan prestasi dalam ajang “Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Olahraga Renang” tahun ajaran 2025/2026. Perjalanannya dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian berhasil melaju ke tingkat Kabupaten Sukabumi, hingga akhirnya memperoleh kesempatan bertanding di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Perjalanan tersebut tidak lahir secara instan. Raffandra mengenal renang sejak kelas 2 SD. Pada awalnya, ia hanya mencoba mengikuti kegiatan renang tanpa target untuk menjadi seorang atlet. Namun, seiring waktu, ketertarikannya tumbuh menjadi kemampuan yang terus diasah.

“Awalnya saya berenang itu cuma coba-coba waktu kelas 2. Lama-lama saya suka dan ingin terus belajar supaya bisa lebih baik,” ungkap Raffandra.

Melihat ketertarikan dan potensi sang anak, orang tua Raffandra memberikan dukungan dengan memfasilitasinya mengikuti les renang. Dukungan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses latihan dan perkembangan kemampuannya.

Raffandra Adhyyastha Ferdinand (kanan), sang siswa berprestasi – (Sumber: BJN)

Ayah Raffandra, Feri Perdinan mengatakan bahwa pada awalnya keluarga tidak memaksakan Raffandra untuk menjadi atlet. Dukungan diberikan karena melihat adanya minat dan kesungguhan dalam diri putranya.

“Awalnya memang hanya mencoba. Kami sebagai orang tua melihat Raffandra memiliki ketertarikan di renang, sehingga kami berusaha mendukung dengan memberikan fasilitas les renang. Yang terpenting bagi kami, dia menjalani dengan senang, disiplin, dan tetap bertanggung jawab terhadap pendidikan,” tutur Feri.

Menurutnya, prestasi yang diraih Raffandra merupakan buah dari proses panjang, latihan, doa, serta dukungan berbagai pihak. Ia pun berharap putranya dapat terus berkembang tanpa meninggalkan pendidikan agama dan karakter yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Hafidz Al-Qur’an yang Berprestasi di Bidang Keagamaan

Menariknya, perjalanan Raffandra tidak hanya berkaitan dengan dunia olahraga. Di balik sosoknya sebagai atlet renang muda, Raffandra juga dikenal sebagai hafidz Al-Qur’an.

Kemampuan di bidang Al-Qur’an tersebut berjalan beriringan dengan berbagai prestasi keagamaan yang diraihnya. Salah satunya adalah ketika Raffandra dipercaya menjadi imam dalam lomba “Salat Berjamaah Pendidikan Agama Islam (PAI)” hingga berhasil melaju ke tingkat Kabupaten Sukabumi.

Raffandra Adhyyastha Ferdinand (kanan), sang siswa berprestasi saat menjadi Juara I Renang Piala Bupati Kab.Bandung Tingkat Provinsi – (Sumber: BJN)

Bagi Raffandra, olahraga dan kegiatan keagamaan bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru menjadi ruang untuk belajar disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab.

“Saya senang bisa ikut renang dan juga belajar Al-Qur’an. Bagi saya, latihan renang mengajarkan supaya disiplin dan tidak mudah menyerah. Menghafal Al-Qur’an juga harus sabar dan terus mengulang,” kata Raffandra.

Perpaduan antara prestasi olahraga dan keagamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya tentang capaian akademik. Potensi anak dapat tumbuh dalam berbagai bidang ketika mendapatkan ruang, pendampingan, dan dukungan yang tepat.

Sekolah Dorong Siswa Berkembang Sesuai Potensinya

Kepala SDIT Adzkia 1 Kabupaten Sukabumi, Mimin Karmila, S.Pi. mengapresiasi capaian yang diraih Raffandra. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila diberikan kesempatan dan pendampingan yang sesuai.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi Raffandra. Ia menunjukkan bahwa seorang siswa bisa memiliki prestasi di berbagai bidang. Di satu sisi ia menekuni olahraga renang hingga mampu melaju ke tingkat provinsi, di sisi lain ia juga memiliki kemampuan dalam Al-Qur’an dan bidang keagamaan,” ujar Mimin Karmila, S.Pi.

Mimin menambahkan bahwa SDIT Adzkia 1 berupaya memberikan ruang kepada setiap siswa untuk menemukan dan mengembangkan potensinya, baik dalam bidang akademik, olahraga, seni, maupun keagamaan.

“Kami ingin anak-anak di SDIT Adzkia 1 tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, kedekatan dengan Al-Qur’an, disiplin, dan keberanian untuk mencoba. Raffandra menjadi salah satu contoh bahwa ketika potensi anak didukung dengan baik, dari sesuatu yang awalnya hanya coba-coba bisa berkembang menjadi sebuah prestasi,” lanjut Mimin.

Perjalanan Raffandra menjadi pesan sederhana namun kuat: prestasi sering kali bermula dari keberanian untuk mencoba. Dari kolam renang yang awalnya hanya menjadi tempat bermain dan belajar, Raffandra menemukan jalan untuk berprestasi. Di saat yang sama, ia tetap menjaga kedekatannya dengan Al-Qur’an dan terus mengukir prestasi dalam bidang keagamaan.

Kisah Raffandra menjadi salah satu potret siswa SDIT Adzkia 1 Kabupaten Sukabumi yang tumbuh dengan keseimbangan antara olahraga, Al-Qur’an, karakter, dan prestasi—sebuah perjalanan yang masih panjang dan menyimpan banyak kemungkinan untuk masa depan.

***

Judul: Ketika Hafidz Al-Qur’an Menjadi Atlet Renang: Perjalanan Raffandra Mengukir Prestasi dari SDIT Adzkia 1 Sukabumi

Kontributor: Erlan Permana

Editor: JHK