Maulid Nabi di Parung Bergema: Ribuan Jemaah Larut dalam Gema Sholawat dan Cinta Rasul

BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/09/2026) – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, berlangsung semarak. Ribuan jemaah dari sembilan desa di wilayah Kecamatan Parung memadati Lapangan Kantor Kecamatan Parung dalam acara Tablig Akbar dan Gema Sholawat bertajuk Gema Cinta, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang digelar Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Parung tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Selain dihadiri ribuan jemaah, acara juga diikuti sejumlah tokoh agama, unsur pemerintahan, aparat keamanan, serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan zikir yang dipimpin Ketua MUI Kecamatan Parung, K.H. Sa’arih Tahir. Suasana semakin khidmat ketika ayat suci Al-Qur’an dilantunkan Qori Kecamatan Parung, Ustaz Yazid Muammar.

Gema Sholawat Kecamatan Parung
Ribuan jemaah antusias mengikuti rangakaian acara Gema Sholawat Kecamatan Parung pada Minggu (13/09/2026) – (Sumber: Neneng/BJN)

Sebelum memasuki acara inti, jemaah disuguhi penampilan sejumlah kelompok nasyid dan hadroh dari Kecamatan Parung. Tausiah dari para ulama yang hadir juga menjadi bagian penting dalam rangkaian Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Camat Parung, Adhi Nugraha, S.STP., M.H., dalam kesempatan itu turut menyampaikan pesan kepada masyarakat sekaligus membuka ruang interaksi dengan jamaah. Sesi tersebut berlangsung cukup hangat karena warga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan dan aspirasi secara langsung.

Sementara itu, Ustaz H.M. Nouval Zein, S.H., Lc., M.A., dai muda yang dikenal masyarakat Parung, mengatakan kegiatan Gema Cinta merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkuat ukhuwah antara ulama dan umara.

Pembahasan Sirah Nabi dari kitab maulid simtudurror bersama Al Habib Mahdi bin Assegaf – (Sumber: Neneng/BJN)

Menurut Nouval Zein, kebersamaan dalam menghadirkan zikir, doa, sholawat, dan nasihat keagamaan diharapkan dapat memberikan energi positif bagi kehidupan masyarakat sekaligus menjadi doa untuk kebaikan bangsa dan negara.

“Acara ini menjadi momentum nyata bagaimana ulama dan umara saling bersinergi dalam menyelesaikan aspirasi masyarakat,” ujar Nouval Zein.

Dalam tausiahnya, Nouval Zein juga menyinggung berbagai ujian, musibah, dan bencana yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut semestinya menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. 

Pembacaan syair Mahalul Qiyam yang dipimpin langsung oleh Alhabib Mahdi Assegaf – (Sumber: Neneng/BJN)

“Di tengah berbagai ujian dan musibah, umat perlu kembali menghadirkan syariat Nabi SAW dalam kehidupan, menghidupkan akhlak Nabi SAW, memperbanyak istighfar, serta memperkuat doa sebagai ikhtiar menjaga bangsa dan negeri tercinta dari segala musibah,” ungkap Nouval Zein. 

Suasana semakin khidmat ketika Habib Mahdi Assegaf memimpin acara inti dengan menyampaikan kisah sejarah atau sirah Nabi Muhammad SAW, disertai pujian dan lantunan sholawat. Pembacaan tersebut merujuk pada kitab Simtudduror, karya Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, ulama besar asal Hadramaut, Yaman. Kitab tersebut dikenal memuat kisah, sifat, dan akhlak, serta pujian kepada Rasulullah SAW.

Rangkaian Gema Sholawat di Kecamatan Parung semakin semarak dengan pembacaan syair qasidah dan Mahalul Qiyam. Jamaah tampak larut dalam suasana religius, mengikuti lantunan sholawat dengan penuh kekhusyukan.

Dari sisi keamanan dan ketertiban, kelancaran acara tidak terlepas dari dukungan berbagai unsur. Polsek Parung, Koramil Parung, Satpol PP Kecamatan Parung, serta Pokdar Kamtibmas Sektor Parung turut melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, S.H., sebelumnya juga telah mengimbau masyarakat mengenai rekayasa lalu lintas menuju lokasi acara. Informasi tersebut disampaikan melalui berbagai media pengumuman agar masyarakat dapat mengantisipasi kepadatan kendaraan.

Kehadiran unsur Forkopimcam, tokoh agama, serta masyarakat dari sembilan desa menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Parung. Kegiatan tidak hanya menjadi ruang untuk bersholawat dan berdoa, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat.

Acara ditutup dengan doa dan muhasabah yang dipimpin Habib Mahdi Assegaf. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, ribuan jamaah membubarkan diri secara tertib. Suasana kondusif tetap terjaga hingga akhir acara.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Pimpinan Majelis Taklim Syahibul Khair Al-Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf; Camat Parung, Adhi Nugraha, S.STP., M.H.; Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, S.H.; Danramil Parung, Kapten Inf. Rahmat Saleh; Ketua MUI Kecamatan Parung, Drs. K.H. Sa’arih Tahir, S.Ag.; Dai Muda Kecamatan Parung, Ustaz H.M. Nouval Zein, S.H., Lc., M.A.; serta Sekretaris MUI Kecamatan Parung, K.H. Dede Sulaiman, S.Pd.I. (Neneng/BJN).

***

Judul: Maulid Nabi di Parung Bergema: Ribuan Jemaah Larut dalam Gema Sholawat dan Cinta Rasul

Jurnalis: Neneng Salbiah

Editor: Jumari Haryadi.