Puisi “Anak Gunung Krakatau: Rindu yang Menggelegar”

BERITA JABAR NEWS (BJN) – Kolom SASTRA, Senin (07/09/2026) – Sebuah puisi berjudul “Anak Gunung Krakatau: Rindu yang Menggelegar” ini merupakan buah karya Neneng Salbiah, seorang pengarang wanita kelahiran kota hujan, Bogor yang sering menggunakan nama pena Violet Senja”. 

Tenanglah Nak, 
kami tahu kau tidak sedang marah,
mungkin kau sedang mencari yang telah lama pergi.

Kau menggelegar memanggilnya,
kau menangis dengan asap,
bara,
dan api.

Bu, aku masih di sini,
aku masih menunggumu.

Nak,
ketahuilah,
ada rindu yang tak menemukan jalan pulang.

Redakan amarahmu,
lihatlah wajah-wajah sayu yang memandangmu,
dengan rasa takut.

Kau bergemuruh,
bukan karena benci,
melainkan karena rindu yang tak tertampung.

Setiap letupan adalah panggilan
yang tak pernah terjawab.

Setiap abu yang beterbangan,
adalah ciuman yang ingin kau kirimkan,
ke wajah ibu.

Kau memuntahkan isi hatimu,
yang penuh kerinduan,
seolah langit saja tidak cukup,
menampung beratnya nama,
yang kau panggil berulang kali.

Ke mana kau pergi?
Mengapa tak kembali?

Suaramu membelah samudra,
mengguncang bumi,
bukan untuk mencelakai,
melainkan agar Ia mendengar—di mana pun Ia berada.

Kau membakar segalanya di sekitarmu,
bukan karena jahat,
tapi karena hatimu sendiri sedang terbakar,
oleh kerinduan yang tak kunjung padam.

Kau meluap,
meluap,
dan meluap lagi,
seakan dengan begitu,
jarak di antara kalian bisa menyusut,
seakan tanah yang kau tumpuk,
bisa menjadi jembatan,
untuk menemu-Nya kembali.

Tetapi Nak,
ketahuilah,
Ia tidak pergi jauh,
Ia ada di setiap tetes hujan yang mendinginkan dahimu,
Ia ada di setiap hembusan angin yang mengusir asap matamu,
Ia ada di dalam tanah yang kau peluk erat,
di dalam air yang mengelilingimu,
di dalam udara yang kau hirup dan kau hembuskan.

Tenanglah, Anak Gunung,
rindumu telah sampai,
panggilanmu didengar,
dan cinta Ibu tak pernah beranjak—
Ia justru menyatu dengan napasmu,
selamanya.

Biarkan bara mereda,
biarkan asap perlahan lenyap,
karena di bawah segala gemuruh itu,
yang ada hanyalah seorang anak
,
yang sangat merindukan peluk ibu.

Cukup sudah Nak,
tanpa kau tunjukkan,
kami tahu kau anak yg kuat dan hebat,
kami tak sanggup menghadapi amarahmu
.

Salam yang kau titipkan lewat angin,,
telah sampai diteras rumahku.

***

Judul puisi: Anak Gunung Krakatau: Rindu yang Menggelegar 
Pengarang: Violet Senja

Editor: JHK

Sekilas tentang pengarang

Neneng Salbiah
Neneng Salbiah, penulis/pengarang – (Sumber: Kompasiana)

Wanita kelahiran Bogor, 02 Juni 1978 bernama lengkap Neneng Salbiah ini aktif menulis artikel dan novel di berbagai platform. Tenaga pendidik non formal, kreator digital, dan aktivis sosial di bidang psikotropika ini juga merupakan seorang ibu rumah tangga,  ibu dari seorang putri dan seorang putra.