Berita Jabar News (BJN), Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/05/2025) – Dalam semangat melestarikan warisan budaya Nusantara, PKK RW 07 Kelurahan Sarijadi sukses menggelar Workshop Batik Malam Dingin Ramah Lingkungan. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknik batik malam dingin sekaligus menggali nilai estetika dan filosofi yang terkandung dalam batik sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa.
Peserta workshop terdiri dari pengurus dan warga RW 07 Sarijadi Bandung yang memiliki ketertarikan terhadap budaya tradisional dan ingin turut berperan aktif dalam pelestarian batik sebagai identitas nasional. Antusiasme tinggi tampak sejak awal kegiatan, baik dalam sesi teori maupun praktik langsung.

Ketua PKK RW 07, Endang Tuti Rahayu, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PKK untuk mengenalkan batik kepada masyarakat lintas usia.
“Melestarikan budaya lokal adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap masa depan bangsa, terutama di tengah arus globalisasi yang begitu deras,” ujar Endang.
Workshop ini digagas Seksi Seni Budaya RW 07, Rina Mariana ─ Rina Mariana seorang pelaku seni yang tergabung dalam Komunitas 22 Ibu. Rina dikenal aktif di berbagai bidang seni, mulai dari menulis buku, menulis artikel, seni lukis, dan batik, hingga digital art, serta memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan seni budaya di masyarakat.
Dalam materinya, Rina Mariana menjelaskan secara rinci proses pembuatan batik malam dingin yang ramah lingkungan—menggunakan bahan perintang alami, dan metode minim limbah. Ia memandu peserta mulai dari pengenalan alat dan bahan, menggambar motif, proses merintang dengan malam dingin, pewarnaan, fiksasi, hingga pelorodan malam dan pengeringan hasil akhir.
Tak hanya membekali keterampilan teknis, workshop ini juga menggugah kesadaran peserta akan filosofi batik, termasuk makna simbolik dari motif-motif tradisional yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam dan nilai kehidupan.

Antusiasme peserta begitu terasa, terutama saat sesi praktik dan diskusi. Banyak yang merasa terinspirasi dan menyatakan keinginan untuk terus melanjutkan proses kreatif ini.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain belajar teknik, kami jadi lebih memahami dan mengapresiasi batik sebagai bagian penting dari identitas bangsa. Semoga ada kelanjutannya,” ungkap salah satu peserta dengan penuh semangat.


Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dari serangkaian kegiatan budaya lainnya yang berfokus pada pelestarian tradisi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami akan terus menghadirkan program-program seni dan budaya sebagai bentuk pengabdian kepada komunitas. Mari kita terus berinovasi dan berkarya demi kemajuan keluarga dan lingkungan, dengan dedikasi dan kreativitas,” pungkas Rina Mariana. (RM/BJN).
***
Judul: Workshop Batik Malam Dingin Ramah Lingkungan: Menjaga Warisan Budaya di Tengah Komunitas PKK RW 07 Sarijadi
Kontributor: Rina Mariana
Editor: Jumari Haryadi










