ArtikelBerita Jabar NewsBJNOpinipendidikanPerguruan Tinggi

PRISMA 3.0 Payung Dorong UMKM Emping Bangkit Lewat Rebranding Produk

Berita Jabar News (BJN), Kolom Artikel/Opini, Kamis (08/01/2026) – Artikel berjudul “ PRISMA 3.0 Payung Dorong UMKM Emping Bangkit Lewat Rebranding Produk” adalah karya Naya Inayah Zulfa dkk. yang kini berstatus sebagai mahasiswa Politeknik Siber Cerdika Internasional (Poltek SCI) Cirebon.

Program PRISMA 3.0 Payung mendorong kebangkitan UMKM emping melalui kegiatan rebranding produk milik Bapak Darsa dan ibu Dariyah di Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Kegiatan  dilakukan pada awal 2025 sebagai upaya membantu UMKM menghadapi kendala produksi dan pemasaran agar kembali aktif dan berdaya saing.

UMKM Keripik Emping Tiga Saudara yang berlokasi di RT 02/RW 04, Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka ini merupakan usaha rumahan yang baru berdiri dalam beberapa tahun terakhir. Usaha ini telah mengantongi izin usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB).

Mahasiswa Politeknik SCI dan Perangkat Desa Payung – (Sumber: Anis)
Mahasiswa Politeknik SCI dan Perangkat Desa Payung – (Sumber: Anis)

Keripik Emping Tiga Saudara ini memproduksi emping berbahan baku biji melinjo merah asli yang dibeli dengan harga sekitar Rp. 25.000  per kilogram, sementara harga jual emping berkualitas baik mencapai Rp. 80.000 per kilogram. Dalam perjalananya, UMKM ini sempat menunjukan potensi pasar yang baik. Namun, usaha ini mengalami penurunan akibat faktor cuaca dan keterbatasan bahan baku.

Proses pengeringan emping yang sangat bergantung pada sinar matahari  membuat produksi rentan terhadap jamur ketika cuaca tidak mendukung, sehingga volume produksi menurun dalam enam bulan terakhir.

Kendala Produksi dan Pemasaran

Selain faktor cuaca, kendala lain yang dihadapi adalah naiknya harga bahan baku serta keterbatasan tenaga kerja. Sejumlah anggota keluarga yang sebelumnya membantu produksi memilih bekerja di pabrik karena aktivitas produksi emping tidak berjalan stabil. Di sisi pemasaran, penjualan masih dilakukan secara mulu ke mulut karena UMKM belum memiliki media sosial sebagai sarana promosi digital.

Kutipan Narasumber

Pemilik usaha emping, Bapak Darsa, menyampaikan bahwa keterbatasan produksi menjadi tantangan utama usaha mereka.

“Enam bulan ke belakang produksi sempat berhenti karena bahan baku melinjo mahal dan cuaca tidak mendukung. Kalau kurang sinar matahari, emping bisa berjamur,” ujar Bapak Darsa saat ditemui dilokasi produksi.

Menurut Bapak Darsa, usaha ini memilik rencana untuk kembali aktif.

“Kami sudah punya izin usaha dan logo. Rencananya produksi akan aktif lagi setelah Ramadhan, tinggal memperbaiki pemasaran dan pengemasa,” tambah Bapak Darsa.

Peran PRISMA 3.0 dalam Rebranding UMKM

Melalui program PRISMA 3.0 Payung, mahasiswa melakukan pendampingan dengan fokus pada rebranding produk, mulai dari penataan identitas merek Keripik Emping Tiga Saudara hingga perencanaan pemasaran yang lebih modern. Rebranding dipilih sebagai langkah awal untuk meningkatkan daya tarik produk dan membuka peluang pemasara yang lebih luas, termasuk ke ranah digital.

Emping
Ilustrasi: Emping tiga varian rasa – (Sumber: Arie/BJN)

Nama “Tiga Saudara” sendiri di pertahankan karena memiliki nilai filosofis, yakin terinspirasi dari tiga orang anak pemilik usaha yang semuanya laki-laki. Identitas ini diharapkan dapat menjadi kekuatan cerita produk dalam membangun kepercayaan konsumen.

Konteks dan Dampak bagi masyarakat pendamping UMKM emping ini memiliki dampak penting bagi perekonomian desa. Jika produksi kembali berjalan optimal usaha ini berpotensi menyerap kembali tenaga kerja keluarga dan warga sekitar.

Program ini juga sejalan dengan upaya nasional dalam penguatan UMKM, pengembangan ekonomi desa, serta pencapaian tujuan pembangunan  berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.

Ke depan, UMKM Keripik Emping Tiga Saudara diharapkan dapat kembali aktif berproduksi setelah Ramadhan dengan dukungan rebranding dan strategi pemasaran yang lebih baik. Program PRISMA 3.0 Payung menjadi langkah nyata dalam mendorong UMKM desa untuk bangkit, berkembang, dan naik kelas melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Kegiatan rebranding produk UMKM keripik emping “Tiga Saudara” ini di bawah bimbingan Dosen Pendamping: Bagaskara Nur Rochmansyah, M.Pd. Para mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah: Wilda Fathul Hidayati, Pipih Rahmawati, Ulya Himmatul Aliya, Anis Shofwatun Nisa, Farhan Maftahul Fuadi, Muhamad Farid, Naya Inayah Zulfa, Ainisyafa Delianda, Muhammad Faza, Chilyah Rihab, Bandan Niji Naufal, Dika Andika, Rizki Ramadani, dan Muhammad Ridwan Firdaus. (Naya).

***

Judul: PRISMA 3.0 Payung Dorong UMKM Emping Bangkit Lewat Rebranding Produk
Kontributor: Naya Inayah Zulfa, dkk.
Editor: Jumari Haryadi

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *