BERITA JABAR NEWS (BJN), Sumatera Barat, Rabu (09/09/2026) – IPB University mendorong transformasi sektor perikanan di Kabupaten Pesisir Selatan melalui penerapan inovasi teknologi Smart Sea-Farming dan Smart Cold Chain System. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas dalam Integrasi Inovasi Smart Sea-Farming dan Smart Cold Chain System untuk Optimalisasi Rantai Pasok Ikan dan Peningkatan Gizi Nasional di Kabupaten Pesisir Selatan, yang dilaksanakan pada 1 September 2026. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat, dosen pulang kampung IPB University yang menjadi langkah nyata untuk mendekatkan inovasi kampus dengan kebutuhan masyarakat.

Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University bersama Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumatera Barat resmi membuka kegiatan demi terwujudnya peningkatan kapasitas bagi para pemangku kepentingan sektor perikanan, khususnya dalam mengembangkan budidaya ikan Karamba Jaring Apung (KJA) yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya laut. Salah satu sentra utama berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, khususnya Kawasan Mandeh, yang memiliki potensi lahan budidaya sekitar 300–417 hektare. Selain Mandeh, kegiatan budidaya KJA juga berkembang di sejumlah wilayah seperti Teluk Painan, Sungai Nipah, Teluk Betung, Teluk Kasai, dan Sutera. Salah satu narasumber menyebutkan, Prof. Dr. Ir. Ario Damar, M.Si., “Perairan Pesisir Selatan memiliki potensi yang baik untuk aktivitas budidaya dan dipercepat dengan teknik smart sea-farming”. Komoditas unggulan yang dikembangkan masyarakat antara lain Kerapu Bebek, kerapu cantang dan kerapu cantik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Sesi diskusi dimpimpin oleh ketua tim, Prof. Dr. Yonvitner, S.Pi., M.Si. Para peserta yang hadir dari pelaku usaha pudidaya, pemerintah terkait seperti UPTD BPBALP Sei. Nipah, dan UPTD BPBALP Teluk Buo. Pemerintah povinsi dan daerah menyambut baik kegiatan ini dan sangat senang jika kegitan semacam ini dilaksanakan setiap tahunnya. Kemudian pelaku pembudidaya menyampaikan harapan kedepannya, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Alex “Perlu adanya kepastian konsumen yang akan membeli hasil budidaya serta ketersediaan benih ikan”. Pelaku budidaya juga membagikan pengalama mereka dimana Pak Sukrih menyebutkan perlu adanya Kerjasama pemerintak, pelaku usaha, masyarat untuk mendorong sektor penikanan ini. Tambahanya sektor swasta juga menjadi bagaian yan penting didalamnya.
Sesi penutupan ditutup oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Ibu Resi Suriyati, S.Pi., M.Si. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi para pembudidaya pasca-pelatihan dan membantu upaya percepatan peningkatan sektor perikanan di Sumatera Barat.
***
Judul: IPB University Dorong Transformasi Budidaya KJA Pesisir Selatan melalui Smart Sea-Farming dan Smart Cold Chain
Penulis: Nahdah Ayatillah, S.Si (PKSPL IPB University)
Editor: Riki Alvaro Triputra